Categories
Ilmu Sosial

Perekonomian Arab Saudi dan Penjelasannya

Arab Saudi dikenal dengan sebutan negara Petro Dollar, yang bermakna bahwa negara ini adalah negara penghasil minyak terbesar yang melimpah ruah. Sumber kekayaan negara ini memang berasal dari minyak yang sekaligus menjadi komoditas ekspor terbesar, dan sebagian lagi berasal dari perdagangan dan juga peternakan. Perdagangan di negara ini menjual barang- barang seperti kain, dan sebagainya. Sementara itu untuk usaha peternakan dan juga perkebunan, masyarakat negara ini banyak yang memelihara domba dan juga unta. Sebagian kecil juga memelihara kuda untuk kepentingan alat angkut atau kendaraan ketika berperang. Arab Saudi dikenal sebagai negaranya para saudagar yang kaya raya dan terkenal. Namun negara ini juga dinela memiliki banyak budak yang diperjual belikan pada zaman dahulu. Dihubungkan dengan kekayaan keluarga kerajaan yang melimpah ruah, banyak hal yang menariik diketahui dan diperdalam mengenai perekonomian negara ini. Pada kesempatan ini kita akan membahas lebih dalam mengenai perekonomian Arab Saudi.

Perekonomian Arab Saudi

Perekonomian negara Arab Saudi didasarkan pada beberapa hal. Sebagain besar didasarkan pada hasil minyak bumi, namun beberapa dari perniagaan dan juga peternakan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Pada umumnya masyarakat negara ini banyak yang bekerja sebagai pedagang dan juga penambang. Memang pendapatan negara Arab Saudi sangat banyak diperoleh dari kegiatan penyelenggaraan haji dan umroh, namun juga didukung oelh banyak faktor terutama dari sektor- sektor perekonomian di negara ini. kemudian kita akan membahas sektor ini satu per satu.

  1. Sektor minyak bumi atau pertambangan

Pertambangan merupakan salah satu ekspor yang paling banyak digeluti oleh masyarakat di Arab Sudi. Hasil pertambangan ini yang paling besar adalah minyak bumi dan juga gas alam. Tahukah Anda bahwa Arab Saudi merupakan negara pengekspor minyak bumi terbesar di dunia? Jadi sudah tidak mengherankan lagi bahwa sumber daya alamnya terutama minyak dan gas melimpah ruah. Negara Arab Saudi mendapat gelar “Petro Dollar” karena sebagian besar sumber devisa negaranya berasal dari ekspor minyak ini. Ladang- ladang minyak yang utama terdapat di daerah Damman, Dahran, Ghawar, Abqaq, Hassa dam Riyadh. Sedangkan pelabuhan minyak terbesar terdapat di kota Restanura, tepatnya berada di Teluk Persia dan beberapa lagi diantaranya di Ad Damman dan juga Jeddah. Tambang minyak Bumi dan juga gas alam memang merupakan hasil migas yang banyak digunakan oleh penduduk dunia sehingga siapapun yang memiliki tambang ini pasti akan mendapatkan keuntungan. Meski jumlah yang ekspor tidak seberapan namun suatu saat pasti meningkat.

  1. Sektor perdagangan

Selain dari sektor pertambangan, selanjutnya adalah sektor perdagangan yang merupakan mata pencaharian masyarakat Arab pada umumnya. Bermacam- macam barang dijual, mulai dari kain atau tekstil hingga ke wujud oleh- oleh atau cinderamata khas Arab Saudi. Namun untuk komoditas perdagan yang utama ini yang paling utama atau komoditas ekspor utamanya adalah minyak bumi dan juga gas alam. Selain melakukan ekspor, Arab Saudi juga melakukan impor dimana barang- barang yang diimpor ini meliputi bahan makanan, bahan bangunan, senjata, tekstil, mobil atau alat transportasi dan juga kayu lapis. Menengok keadaan alam Arab Saudi yang gersang dan tandus, tidak banyak jenis pohon yang hidup disana. Akibatnya bahan- bahan makanan banyak mengimpor dari negara lain untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.

  1. Sektor peternakan

Sektor selanjutnya adalah peternakan. Masyarakat Arab Saudi juga banyak yang memelihara ternak untuk memenuhi kebutuhan perekonomian mereka. Kegiatan berternak di Arab Saudi ini banyak dilakukan oleh suku Badui di daerah yang berupa bioma stepa. Adapun binatang yang banyak dipelihara adalah binatang- binatang yang bisa hidup di daerah kering dan kekurangan air. Beberapa contoh binatang yang biasa dipelihara antara lain adalah unta, biri- biri, kambing, keledai, kuda dan sebagian kecil berupa unggas, yaitu ayam.

  1. Sektor pertanian

Sektor pertanian juga turut andil dalam memenuhi kebutuhan perekonomian masyarakat di Arab Saudi. Meskipun pertanian di Arab Saudi tidak seperti pertanian di Indonesia yang jumlahnya melimpah, namun pertanian di Arab Saudi tetap membuahkan hasil. Daerah pertanian di negara ini terdapat di asir, yaitu sebuah daerah pegunungan di selatan yang menghadap ke Laut Merah. Pertanian di negara Arab saudi ini tidak memiliki hasil utama berupa padi seperti di Indonesia, namun berupa kurma. Selain itu, hasil yang lainnya adalah gandum, padi, jagung, kopi dan juga sayuran. Meskipun demikian semua hasil pertanian di Arab Saudi ini belum mampu mencukupi kebutuhan di dalam negeri karena memang jumlahnya hanya sedikit. Dengan demikian negara ini masih banyak melakukan impor dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

  1. Sektor Perindustrian

Sektor perindustrian juga merupakan salah satu sektor yang penting di tanah Arab Saudi. Arab Saudi juga memiliki berbagai industri besar di wilayahnya. Beberapa jenis industri utama di Arab Saudi adalah industri minyak, industri desalinasi yakni pengolahan air laut menjadi air tawar, industri petro kimia, industri peleburan alumunium, industri semen metanol, industri pupuk, industri baja, industri pengolahan biji besi, dan LNG. Tidak semua kawasan di Arab Saudi merupakan daerah industri. Adapun pusat perindustrian di negara ini berada di kota Yanbo (tepi laut/0 dan juga kota Jubail, sebuah daerah di pantai timur.

  1. Turisme

Arab Saudi merupakam megara yang dikenal di seluruh dunia. Negara ini tersohor seantero jagat raya karena ada sebuah kota yang menjadi kota suci umat Islam di seluruh dunia. Kota Makkah, Madinah dan Jeddah merupakan tempat-tempat suci yang setiap tahunnya dikunjungi dalam ibadan haji dan umroh. Jutaan manusia datang ke tempat ini setiap tahunnya untuk beribadah, hal ini tentu akan memberikan pemasukkan khusus bagi pemerintah Arab Saudi melalui devisa. Turisme serta biaya pergi Haji lah yang menjadi sumber devisa negara Arab Saudi ini. Hal ini juga sangat berpengaruh pada mata pencaharian penduduk setempat. Oleh karena meledaknya jamaah dari berbagai belahan dunia, maka banyak orang- orang yang mendirikan hotel atau penginapan, restaurant atau tempat makan dan lain sebagainya. Hal ini tentu merupakan sebuah pemasukkan yang tidak sedikit jumlahnya. Terlebih orang- orang tersebut selalu menyempatkan diri memborong oleh- oleh untuk dibawa ke negara asal mereka.

  1. Pertenunan

Pertentunan ternyata ada pula di Arab Saudi. Pertenunan adalah seni akan merancang kain secara tradisional. Di Arab Saudi, tenun ini dibuat oleh orang- orang Badui yang hidupnya tidak menetap yang memilik pekerjaan sebagai peternak. Nah, selain berternah, orang- orang suku Badui tersebut juga menenun kain yang dibuat menjadi selimut, jubah dan juga pakaian sehari- hari orang Arab. Hasil tenun dari Arab Saudi ini ternyata mutunya sudah terkenal dan bahkan sudah diakui oleh dunia sebagai hasil karya yang baik dan khas.

  1. Pengangkutan

Sektor trasportasi atai pengangkutan juga merupakan salah satu suber perekonomian bagi negara Arab Saudi. Meskipun tidak banyak hasilnya, namun sektor ini cukup membantu. Adapun pengangkutan di Arab Saudi ini ada yang menggunakan kendaraan seperti motor rida dua maupun ada pula yang menggunakan binatang seperti unta. Orang- ora ng Arab sering melakuka perjalanan dagang sehingga mereka memerlukan alat pengangkutan.

Itulah beberapa sektor yang menjadi penopang perekonomian di Arab Saudi. Kemudian mengenai keadaan masyarakat Arab Saudi, akan sangat berkaitan dengan kesejahteraan yang dimiliki oleh masyarakat Arab Saudi. Pendapatan perkapita penduduk Arab sendiri mencapai 8.610 Dollar Amerika yang ditopang oleh sektor- sektor diatas. Semoga artikel ini mermanfaat untuk kita semua.