Sponsors Link

4 Perbedaan Penduduk Musiman dan Tamu: Dari Segi Waktu, Tujuan, Peraturan dan Subjek

Sponsors Link

Sebelum menmbahas mengenai penduduk musiman, ada baiknya kita membahas mengenai arti penduduk (baca: cara mengatasi pertumbuhan penduduk yang tinggi di Indonesia) terlebih dahulu. Jadi penduduk (baca: penyebab kepadatan penduduk) merupakan sejumlah orang yang bertempat tinggal atau mendiami suatu daerah tertentu atau pada suatu negara (Baca: negara dengan ekonomi terbaik di dunia). Sementara yang dimaksud bukan penduduk adalah orang- orang yang mendiami suatu daerah atau negara tertentu hanya dalam urun waktu tertentu saja, dan tidak menetap di daerah tersebut. Contoh bukan penduduk ini misalnya pengusaha asing yang berada dan tinggal di Indonesia hanya salam waktu 1 bulan saja. contoh lain misalnya turis yang sedang berlibur ke suatu tempat, dan setelah liburan turis tersebut kembali ke tampat asalnya.

Pengertian Penduduk Musiman

Penduduk sendiri dibagi menjadi beberapa macam, salah satunya adalah penduduk musiman. Penduduk musiman adalah penduduk yang tinggal atau mendiami suatu daerah hanya ketika musim tertentu saja dengan maksud dan tujuan tertentu. jadi, penduduk musiman ini bisa dikatakan akan berada di wilayah tertentu hanya beberapa atau bahkan satu kali saja dalam setahun yakni ketika musim (baca: pembagian musim di Indonesia) yang dikehendakinya tiba.


Contoh Penduduk Musiman

Untuk lebih jelas mengenai pengertian dari penduduk musiman, alangkah lebih baik kita melihat pada contohnya saja supaya lebih paham. Jadi, yang dinamakan penduduk musiman contohnya adalah Ali yang merupakan penduduk Kota Surabaya, kebetulan mempunyai rumah di daerah Jember. Di Jember tersebut, Ali memiliki sawah (baca: ekosistem sawah) yang luas dan dipekerjakan oleh buruh. Ketika musim panen tiba, Ali menetap di Jember untuk melihat hasil sawahnya dan juga untuk mengawasi proses panen. Nah status Ali yang seperti inilah yang disebut sebagai penduduk musiman. Penduduk musiman hanya menetap di daerah- daerah tertentu pada waktu tertentu saja.

Pengertian Tamu

Tentu kita sudah mengetahui sebelumnya mengenai tamu bukan? Ya, tamu merupakan sebutan bagi orang- orang yang berkunjung ke tempat orang lain atau orang yang datang untuk keperluan perjamuan. Menurut Wursanto, tamu merupakan organisasi, lembaga atau perusahaan yakni orang, baik sebagai pejabat, utusan dari suatu lembaga atau perusahaan yaitu orang, baik sebagai pejabat utusan dari suatu lembaga meupun sebagai pribadi yang pergi berkunjung ke lembaga lain dalam rangka kepentingan kedinasan maupun untuk kepentingan pribadi.

Dengan demikian kita mengetahui bahwa tamu ini bisa bersifat perseorangan atau bahkan lembaga atau utusan perusahaan yang pergi berkunjung demi suatu kepentingan tertentu. Tamu sifatnya juga tidak menetap, bahkan cenderung dalam kurun waktu yang sangat singkat.

Perbedaan Penduduk Musiman dengan Tamu

Kita telah membahas mengenai kedua hal di atas yakni mengenai tamu dan juga penduduk musiman. Sekarang kita akan membandingkan antara keduanya, dan kita akan melihat letak perbedaannya.


  1. Dari segi waktu

Penduduk musiman sangat berbeda dengan tamu. Jika dilihat dari sisi waktunya, tamu musiman ini waktunya cenderung tetap dan dapat diprediksi. Penduduk musiman datang tiap musim yang diinginkan, hal ini berbeda dengan tamu yang waktu datangnya cenderung tidak tetap dan tidak dapat diprediksi.

  1. Dari segi tujuan

Dilihat dari segi tujuannya, penduduk musiman dan juga tamu berbeda. Dari segi tujuannya, tamu datang ke suatu daerah dengan membawa tujuan tertentu baik tujuan pribadi maupun tujuan karena sebuah utusan atau perintah. Sementara penduduk musiman biasanya tujuannya bersifat pribadi dan sangat jarang bahkan hampir tidak ada jika penduduk musiman memiliki tujuan karena utusan.

  1. Dari segi peraturan

Dari segi peraturan antara penduduk musiman dan juga tamu juga berbeda. Dari segi peraturan, penduduk musiman mempunyai sebuah lisensi yang bernama KIPEM (Kartu Identitas Penduduk Musiman) yang bisa diurus melalui pengurus RT/ RW daerah yang didatangi sementara itu. KIPEM ini memiliki masa berlaku satu tahun, sehingga setiap tahun kita harus memperbaharui KIPEM yang kita miliki. KIPEM juga bisa diperpanjang, untuk memperpanjang  KIPEM ini kita bisa melakukannya dengan membuat surat permohonan kembali kepada ketua RT/ RW setempat.

Sementara itu peraturan untuk tamu lebih fleksibel, tidak perlu memerlukan ijin khusus seperti KIPEM. Jika tamu tidak sampai menginap maka hanya memerlukan ijin yang tidak tertulis saja dari pemilik rumah dan juga menjaga sikap kepada penduduk yang ada di sekitar tempat tersebut. Namun jika tamu lebih dari 1 x 24 jam dan menginap biasanya minta ijin kepada Ketua RT/ RW setempat.

  1. Dari sisi subjek atau pelaku

Ditinjau dari sisi subjek atau pelaku, antara tamu dan juga penduduk musiman juga berbeda. Tamu bisa berbentuk individu pribadi maupun utusan dari perusahaan, namun penduduk musiman ini biasanya dilakukan oleh seorang individu.

Nah itulah beberapa perbedaan dari penduduk musiman dan juga tamu. Perbedaan- perbedaan tersebut dilihat dari beberapa segi. Dengan adanya perbedaan- perbedaan tersebut tampak bahwa tamu sifatnya lebih umum daripada penduduk musiman. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Tuesday 17th, October 2017 / 07:35 Oleh :
Kategori : Ilmu Sosial