Categories
Ilmu Sosial

Perbedaan Etnis dan Suku Beserta Contohnya

Indonesia merupakan negara yang kaya akan etnis dan suku. Tercatat ada 1.340 suku bangsa dan 300 kelompok etnis di negara Indonesia. Etnis dan suku bangsa di Indonesia tersebar di berbagai pulau, salah satunya adalah suku bangsa di pulau Jawa yang mendiami pulau Jawa yang memiliki gunung tertinggi di pulau Jawa. Etnis dan suku merupakan dua istilah yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Etnis dan suku sama-sama merupakan kelompok manusia atau masyarakat. Etnis dan suku saling berkaitan satu sama lain, namun tahukah kamu bahwa sebenarnya istilah etnis dan suku memiliki perbedaan yang mendasar? Berikut ini adalah penjelasan mengenai perbedaan etnis dan suku beserta contohnya yang perlu kita ketahui:

Pengertian Etnis

Etnis merupakan sistem penggolongan manusia yang didasarkan pada kepercayaan yang dianut, nilai di masyarakat, kebiasaan, adat istiadat yang dijalankan, norma bahasa, sejarah manusia, wilayah geografis serta hubungan kekerabatan yang dimiliki. Dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahwa istilah etnis atau etnik memiliki makna sebagai suatu kelompok sosial masyarakat yang berada dalam sebuah sistem sosial atau sistem kebudayaan. Kelompok sosial ini memiliki arti dan kedudukan tertentu yang didasarkan pada faktor keturunan, adat istiadat, agama dan kepercayaan, sistem bahasa dan sebagainya. Selain itu, Frederich Barth mengartikan istilah etnis sebagai suatu kelompok manusia tertentu yang bersama karena memiliki kesamaan dalam hal ras, agama dan kepercayaan, asal-usul serta kombinasi dari kategori-kategori tersebut yang terikat pada sistem nilai budayanya sendiri.

Sebuah kelompok etnis juga diartikan oleh Anthony Smith sebagai suatu konsep atau sistem yang digunakan untuk menjabarkan sebuah kelompok manusia yang memiliki asal-usul nenek moyang yang sama, ingatan sosial yang sama serta beberapa elemen kultural lain yang mengikat. Elemen-elemen kultural tersebut merupakan keterkaitan kelompok manusia terhadap sebuah tempat tertentu, dan kelompok manusia tersebut mempunyai sejarah yang kurang lebih sama satu dengan yang lainnya. Dari penjabaran pengertian istilah tersebut dapat disimpulkan bahwa etnis adalah sebuah kelompok manusia yang digolongkan berdasarkan kepercayaan dan agama, kesamaan ras, adat istiadat, bahasa, sejarah yang sama serta berasal dari keturunan nenek moyang yang sama pula, sehingga kelompok sosial tersebut dapat menciptakan sebuah sistem budaya yang mengikat kelompok manusia itu sendiri didalamnya.

Istilah etnis menurut perspektif  teori situasional menyatakan bahwa etnis merupakan hasil dari adanya pengaruh dari luar kelompok, salah satunya ada kolonialisme. Etnis dimanfaatkan oleh kolonialisme untuk kepentingan administratif mereka. Pemerintah kolonial mengkotak-kotakkan bangsa jajahannya ke dalam kelompok-kelompok etnik dan ras. Hal ini dialami oleh Indonesia yang merupakan jajahan negara Belanda yang kini merupakan salah satu negara dengan ekonomi terbaik di dunia. Sistem tersebut juga menjadi salah satu alasan Indonesia termasuk negara berkembang serta menjadi negara berkembang di asia tenggara. Pada awalnya istilah etnis di Indonesia digunakan hanya untuk etnis-etnis tertentu yang dianggap bukan merupakan etnis asli Indonesia. Etnis-etnis asing ini bermukim dan berbaur dengan masyarakat di Indonesia, serta masih mempertahankan identitasnya, misalnya etnis Cina, etnis Arab dan etnis India atau Tamil.

Suatu kelompok etnis digolongkan berdasarkan hubungan darah. Jadi, seseorang yang tergabung ke dalam kelompok etnis tentu memiliki hubungan darah dengan kelompok etnis tersebut, sebaliknya seseorang bukan termasuk dalam kelompok etnis jika tidak memiliki hubungan darah meskipun mengadopsi nilai-nila tradisi kelompok etnis tersebut. Hal ini dicontohkan ketika orang Batak tidak menjadi orang Jawa meskipun dirinya dalam keseharian seperti orang Jawa. Etnis sering dikaitkan dengan agama, namun agama kadang tidak selalu menjadi identitas penting bagi suatu etnis. Seperti di pulau Jawa, agama yang dianut oleh penduduknya tidak menjadi penanda identitas bagi etnik Jawa, karena orang Jawa menganut agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, maupun keyakinan Kejawen yang jumlahnya juga cukup besar.

Pengertian Suku

Suku merupakan sebuah kelompok manusia yang menggolongkan dirinya dengan sesamanya berdasarkan dari garis keturunan yang masih mempunyai kesamaan yang merujuk pada sebuah ciri khas, seperti budaya, bahasa, agama atau kepercayaan dan perilaku. Koentjaraningrat menjelaskan mengenai suku bangsa yang merupakan sebuah kelompok sosial atau kesatuan hidup sekelompok manusia yang memilki sistem interaksi satu sama lainnya, mempunyai sistem norma yang mengatur interaksi tersebut, terdapat kontinuitas dan rasa memiliki identitas yang mempersatuan manusia-manusia tersebut, serta memiliki sistem kepemimpinan sendiri dalam kelompok manusia tersebut.

Jika dilihat dari penjabaran diatas, suku bangsa merupakan kesatuan hidup sekelompok manusia yang memiliki kebudayaan dan tradisi yang sama dan membentuk sebuah identitas. Identitas tersebut menjadi ciri khas yang membedakan dengan kelompok suku lainnya. Suku merupakan bagian dari populasi manusia yang besar yang disebut bangsa. Perbedaan etnis dan suku secara mendasar terletak di faktor keturunan atau asal usul nenek moyang. Jika etnis diidentifikasi memilki kesamaan nenek moyang, suku belum tentu berasal dari keturunan yang sama. Contoh-contoh suku bangsa yang ada di Indonesia adalah suku Jawa, suku Sunda, suku Batak, suku Madura, suku Bugis, suku Minangkabau, suku Toraja, suku Dayak, suku Bali, suku Sasak dan masih banyak yang lainnya.

Nah, itulah penjelasan mengenai perbedaan etnis dan suku beserta contohnya yang perlu kita ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat.