Patung Terbesar Di Brazil : Christ the Redeemer

Adanya patung yang unik bagi suatu kota atau negara merupakan aset bagi negara itu sendiri. Karena dengan adanya patung yang unik, bisa membuat daya tarik dan nilai jual tersendiri bagi orang-orang atau turis mancanegara untuk mengunjungi negara tersebut yang pada akhirnya akan membuat jumlah wisatawan semakin bertambah.

Brazil merupakan negara terbesar di dunia. Salah satu patung yang mempunyai daya tarik dan nilai jual adalah patung Yesus Kristus Penebus di Brazil. Patung ini menjadi terkenal setelah adanya pelaksanaan Piala Dunia tahun 2014 yang diadakan di Brazil. Nama asli patung ini adalah Christ the Redeemer atau Kristus Sang Penebus. Patung ini menjadi patung terbesar di Brazil dan menjadi salah satu Tujuh Keajaiban Dunia Modern.

Patung Terbesar Di Brazil

Patung ini terletak di Kota Rio de Janeiro, Brazil. Memiliki ketinggian 38 meter sudah termasuk tempat berdirinya setinggi 8 meter dan lebar rentangan tangannya 28 meter serta memiliki berat 635 ton. Dibangun di atas puncak dari Gunung Corcovado, memiliki ketinggian 710 meter, yang berada di kawasan Taman Nasional Hutan Tijuca.

Taman Nasional ini merupakan taman yang terkenal di Rio de Janeiro. Taman ini merupakan hutan kota terbesar yang memiliki perkebunan kopi dengan pemandangan yang sangat mengagumkan. Kebanyakan pengunjung yang datang menjadikan Taman Nasional Hutan Tijuca sebagai salah satu tempat favorit yang wajib dikunjungi ketika mengunjungi Kota Rio de Janeiro. Di taman ini pengunjung bisa melakukan beberapa kegiatan seperti hiking dan bisa berinteraksi dengan hewan-hewan yang dilindungi. Brazil juga memiliki hutan terluas di dunia.

Karakteristik Negara Brasil

Rio de Janeiro sendiri merupakan kota di Brazil yang terkenal dengan keindahan alamnya. Memiliki luas 1.256 km persegi dan jumlah populasinya mencapai sekitar 6.160.000 jiwa. Dengan jumlah yang cukup besar tersebut kota ini menjadi kota terbesar ke-4 di dunia. Lima tahun yang lalu, tepatnya tahun 2012 situs warisan dunia UNESCO telah menobatkan kota Rio de Janeiro sebagai salah satu warisan dunia yang dilindungi keindahan dan keberadaannya. Sedangkan Republik Federal Brazil sendiri merupakan salah satu negara terbesar di Amerika Selatan yang memiliki penduduk paling banyak. Bahasa Portugis adalah bahasa resmi yang dipakai oleh negara yang dikenal dengan negara penghasil kopi terbesar di dunia ini.

Patung ini menggambarkan Yesus Kristus dalam kepercayaan umat Kristen. Apabila kita ingin melihat patung ini, salah satu sudut agar bisa melihat dengan indah adalah di Pelabuhan Guanabara dan Lagoa Rodrigo de Freitas. Sampai saat ini patung Yesus Kristus Penebus menjadi kebanggan bagi warga Brazil khusunya warga Kota Rio de Janeiro. Pembangunan patung ini dipelopori oleh pendeta Vinsensian, Pedro Mario Bross, pada sekitar tahun 1850 yang ingin membuat monumen sebagai penghormatan kepada Putri Isabel dari Brazil. Karena Brazil akan dibentuk menjadi negara republik, akhirnya keinginan itu menjadi pupus. Baru kemudian oleh Lingkaran Katolik Rio, keinginan itu pun akhirnya terwujud dan patung Yesus Kristus Penebus diresmikan tanggal 12 Oktober 1931.

Bahan Pembuatan Patung

Bahan pembuatan patung ini adalah beton bertulang yang berasal dari Swedia dengan lapisan ribuan mozaik soapstone yang berbentuk segitiga di bagian atasnya. Pada 4 April 1922 yang bertepatan dengan hari perayaan kemerdekaan Brazil yang ke-100 tahun atas penjajahan Portugal, batu pondasi dari patung ini diletakkan secara seremonial. Sedangkan pembangunannya sendiri baru dimulai pada tahun 1926 yang dalam arti membutuhkan waktu 5 tahun dalam pembangunan patung ini sampai selesai.

Bahan-bahan pembuatan patung ini dibawa dengan cara menaiki kereta api untuk bisa menuju ke puncak gunung. Pembuatan kereta apinya sendiri diresmikan oleh Kaisar Dom Pedro II dengan panjang jalur 3800 meter. Hingga saat ini kereta api masih digunakan sebagai alat transportasi untuk mencapai ke puncak gunung. Biaya pembuatan patung ini menelan biaya sekitar 250 ribu USD dengan nilai tukar pada saat itu yakni tahun 1931.

Sejarah dan Renovasi Patung

Pada awal perencanaan desain patung, dilakukan sebuah sayembara untuk menentukan desain mana yang sekiranya cocok untuk dijadikan desain patung yang sesuai dengan keinginan masyarakat Brazil. Pada awalnya, sketsa dari Heitor da Silva Costa lah yang dipilih karena menggambarkan sosok Kristus yang memegang salib di tangan kanan dan globe  di tangan kirinya. Namun hal ini diubah oleh Carlos Oswald, seorang seniman Brazil, yang mempunyai saran agar patung didirikan dengan posisi berdiri sambil tangan direntangkan dengan maksud Kristus itu sendiri yang menjadi salibnya dan mengartikan penebusan dosa bagi umat manusia. Akhirnya pada tanggal 12 Oktober 1931 patung Yesus Kristus Penebus sudah selesai pembangunannya dan dipublikasikan kepada warga Kota Rio dan seluruh dunia.

Namun pada beberapa tahun terakhir patung ini mengalami kerusakan karena cuaca dan dua kali disambar petir. Sehingga dilakukanlah upaya retorasi guna menjaga kemegahan patung dan terlindung dari cuaca yang ekstrim. Pertama, pada tanggal 10 Februari 2008 patung ini disambar petir karena badai yang begitu dahsyat. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan pada kepala, jari dan alis patung. Upaya restorasi atau pengembalian ke semula yang dilakukan adalah dengan mengganti lapisan soapstone bagian luar dan juga memasang penangkal petir di patung.

Hingga kejadian yang kedua kalinya yaitu pada tanggal 17 Januari 2014 patung ini kembali tersambar oleh petir dan mengakibatkan jari tangan kanannya putus. Menurut pejabat pemerintah setempat, akibat sangat kuatnya badai di Kota Rio sehingga mengakibatkan bagian jempol tangan kanan dari patung rusak. Pemerintah menduga bahwa sambaran petirlah yang mengakibatkan jempol patung menjadi rusak (Associated Pess, 18/01/2014).

Padahal sebelumnya pada tahun 2010 sudah dilaksanakan renovasi secara besar-besaran dengan melakukan pembersihan patung, pemulihan struktur internal besi, monumen dibuat tahan air dan penggantian lapisan mortir dan soapstone. Bagi sebagian orang kejadian patung yang tersambar petir ini wajar-wajar saja. Dikarenakan letak dari patung tersebut yang berada di puncak gunung dan termasuk tempat yang tinggi. Patung ini juga sangat sering tersambar oleh petir dalam kurun waktu satu tahun bisa terjadi tiga sampai lima kali, hal ini didasarkan pernyataan oleh The National Institute for Space Research kepada O Globo.

Fasilitas Patung

Kemudian sebelumnya pada tahun 2003 fasilitas di patung mulai ditambah seperti penambahan eskalator, lift dan jalan setapak untuk memudahkan semua pengunjung khususnya pengunjung yang berumur lanjut usia. Untuk bisa menuju agar bisa ke patung ini, Anda bisa menaiki kereta api Corcovado sepanjang 2,4 meter dengan kapasitas 360 penumpang setiap jamnya. Lama perjalanan dengan kereta api adalah sekitar 20 menit dan kembali ke pos pemberhentian setiap setengah jam. Setelah mencapai pos pemberhentian, Anda bisa berjalan sekitar 222 langkah. Bagi yang tidak kuat dengan jalan kaki bisa menaiki eskalator atau lift.

Patung ini juga difasilitasi dengan adanya lampu warna-warni yang menyinari patung. Warna lampu berganti sesuai dengan hari-hari besar. Misalnya pada Hari Ibu lampu akan berwarna ungu, pada kegiatan amal untuk kanker payudara lampu akan berwarna merah muda dan pada hari kesadaran autisme lampu akan berwarna biru serta pada Piala Dunia yang lalu, lampu patung berwarna bendera negara pemenang Piala Dunia yaitu Jerman. Waktu-waktu yang paling baik ketika Anda berkunjung ke patung ini adalah saat pagi atau sore menjelang malam hari. Karena Anda akan bisa melihat indahnya matahari terbit dan terbenam.

Sayangnya, patung ini juga kerap mendapatkan perlakukan yang tidak baik oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab. Oknum tersebut menyemprotkan cat di sepanjang lengan patung. Hingga akhirnya Eduardo Paes, Walikota Rio de Janeiro, menganggap tindakan itu sebagai kejahatan terhadap bangsa.

Pada bulan Oktober 2006 yaitu bertepatan dengan hari ulang tahun berdirinya patung yang ke-75 tahun, Cardinal Eusebio Oscar, seorang Uskup Agung Rio, mengizinkan umat Katolik untuk bisa melakukan permandian dan mengadakan pesta pernikahan di sana.

Itulah dia patung terbesar di Brazil yang berhasil membuat banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara ingin berkunjug ke sana. Merasakan sensasi menaiki gunung yang terdapat situs monumen bersejarah. Patung Yesus Kristus Penebus ini sudah menjadi ikon wisata ketika orang-orang berkunjung ke Kota Rio de Janeiro. Sekian dulu artikel kali ini. Semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi kita semua.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Ilmu Sosial
Video Edukasi

Bulan adalah satelit alami Bumi satu-satunya dan benda langit yang paling terang setelah Matahari. Bagaimana bila bumi tidak memiliki bulan? Simak videonya!

Rekomendasi Film

Inilah rekomendasi film science fiksi yang bikin kamu cerdas seketika karena bikin mikir banget!