Categories
Ilmu Sosial

Inilah 6 Negara Paling Misterius Di Dunia Beserta Penjelasannya

Ada sekitar 193 negara yang telah diakui dan menjadi anggota Perserikatan Bangsa – Bangsa atau PBB dan angka tersebut juga dijadikan patokan sebagai jumlah negara di seluruh dunia. Meskipun begitu PBB tidak berhak untuk mengakui suatu negara atau pemerintahan. Dari sekian banyak negara di seluruh dunia, ada beberapa negara tidak mendapat pengakuan dari negara lain dan biasanya disebabkan karena ada masalah perebutan wilayah atau klaim teritorial. Tidak hanya itu saja, bahkan beberapa negara ada yang berusaha menutup diri mereka dari dunia luar sehingga terkesan seperti negara tertutup. Tidak heran jika informasi terkait tentang negara tersebut sangatlah terbatas dan terkesan misterius. Dan berikut ini ada beberapa negara paling misterius di dunia, mari kita simak!

  1. Turkmenistan

Negara Turkmenistan atau Turkmenia hingga tahun 1990 masih bergabung dengan Uni Soviet dan saat itu bernama Republik Sosialis Soviet Turkmenistan. Negara ini terletak di Asia Tengah, berbatasan secara langsung dengan negara Iran di bagian selatan, negara Afganistan di bagian tenggara, negara Uzbekistan pada bagian utara, negara Kazakhstan pada barat laut serta Laut Kaspia di bagian barat. Negara ini terlihat indah dan megah terutama saat pertama kali memasuki Ashgabat, ibu kota Turkmenistan. Ada sekitar 543 buah bangunan yang terbuat dari marmer putih. Meskipun begitu negara ini seperti Korea Utara yang tertutup terhadap dunia luar, tidak heran jika Turkmenistan masuk ke dalam daftar sebagai negara misterius. Masyarakat tidak bebas berpendapat, informasi dari luar juga dibatasi, bahkan bagi turis sekalipun sangat sulit untuk dapat masuk ke negara ini meskipun persyaratan telah terpenuhi. Ada beberapa pendapat mengatakan mengapa Turkmenistan tertutup terhadap dunia luar, hal ini bertujuan agar masyarakat Turkmenistan tidak mendapat pengaruh buruk dan kestabilan negara dapat terjaga.

  1. Eritrea

Mungkin sebagian besar dari kita masih cukup asing dengan negara yang satu ini. Negara Eritrea merupakan negara yang berada di Afrika Timur lebih tepatnya berada di dekat Laut Merah. Bisa dikatakan jika Eritrea adalah Korea Utara di Benua Afrika sebab dikenal akan sistem pemerintahan yang cukup keras atau diktator. Untuk dapat pergi ke Eritrea tidaklah mudah, visa adalah barang yang amat sulit untuk diperoleh. Tidak hanya visa, untuk melakukan apapun perlu mendapatkan izin bahkan untuk keluar dari Kota Asmara (Asmera) ibu kota negara Eritrea sekalipun. Bahkan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) tidak tersedia serta jaringan internet yang dimiliki termasuk buruk di negara tersebut. Meskipun begitu Kota Asmara memiliki bentuk bangunan masih tetap dipertahankan sejak Italia menjajah negara ini. Bahkan UNESCO menetapkan Kota Asmara sebagai Situs Warisan Dunia sebagai “contoh luar biasa dari urbanisme modernis awal abad ke 20 dan penerapannya dalam konteks Afrika.”

  1. Republik Demokratik Sahara Arab / RDAS

Negara ini berada di barat laut Benua Afrika dan mengklaim menguasai seluruh wilayah di Sahara Barat yang merupakan bekas koloni Spanyol. Republik Demokratik Sahara Arab berbatasan dengan negara Maroko di bagian utara bahkan kedua negara tersebut masih memperebutkan suatu wilayah yaitu Sahara Barat. Sahara Barat sendiri memiliki jumlah penduduk sekitar lebih dari 500 jiwa dan sekitar 40% berada di El Aaiun yang merupakan kota terbesar di Sahara Barat. Konflik muncul setelah Spanyol melepas wilayah tersebut dan memberikan kemerdekaan kepada RDAS, akan tetapi Spanyol tidak memberikan langsung kepada RDAS namun kepada Maroko dan Mauritania. Tidak heran jika sebagian besar daratan milik Republik Demokratik Sahara Arab masuk ke dalam kekuasaan Maroko dan tidak mendapat pengakuannya.

  1. Korea Utara

Siapa yang tidak kenal dengan negara satu ini. Negara yang bersebelahan dengan Korea Selatan ini dikenal dengan gaya kepemimpinan dari pemimpin negara tersebut, Kim Jong-un serta menjadi negara tertutup di dunia. Tidak heran jika tidak ada yang tahu bagaimana kehidupan di negara ini. Namun saat ini Korea Utara mulai mengizinkan turis selain dari Amerika dan Israel untuk datang ke negara tersebut tentunya dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi yaitu harus meminta izin saat ingin mengambil foto serta berkeliling harus didampingi oleh pemandu wisata dari pemerintah Korea Utara. Sebagai turis pun mereka diwajibkan untuk menyebut Korea Utara dengan sebutan Republik Demokrasi Rakyat Korea. Masyarakat Korea Utara juga tidak memiliki akses terhadap dunia luar bahkan tidak terdapat internet serta koran Korea Utara hanya berisi tentang pemerintahan.

  1. Abkhazia

Negara ini merupakan pecahan dari negara Georgia dan hanya diakui oleh empat negara saja yakni Nauru, Nicaragua, Rusia dan Venezuela serta secara de facto telah merdeka. Meskipun begitu, Georgia tetap menganggap bahwa Abkhazia adalah bagian dari wilayah kedaulatannya. Tidak heran jika banyak orang yang tidak tahu tentang keberadaan negara ini sebab kedaulatan Abkhazia tetap tidak diakui secara internasional. Luas Abkhazia sendiri sekitar 8.600 km persegi dan berada di bagian ujung barat Georgia. Pemisahan Abkhazia dari Georgia sendiri menimbulkan peperangan dengan ditandai dikirimnya tentara Georgia ke Abkhazia di tahun 1992. Namun perang tersebut tidak berlangsung lama setelah PBB menjadi penengah dan berakhir pada tahun 1993. Selama periode pemisahan diri, Abkhazia mendapat bantuan dari Rusia dalam bentuk pemerintahan, keuangan, hingga militer.

  1. Seborga

Banyak orang tidak mengetahui keberadaan Seborga. Seborga sendiri merupakan sebuah desa yang terletak di barat laut Italia dan secara administratif adalah bagian dari Provinsi Imperia, tidak jauh dari perbatasan Perancis. Desa yang memiliki luas 14 km persegi ini mempunyai keistimewaan yaitu merdeka dan menjadi negara independen. Tidak heran jika negara ini terdapat kepala negara, sistem pemerintahan, bendera, mata uang, kartu identitas bagi warganya, hingga tentara penjaga perbatasan. Perjuangan penduduk Seborga untuk merdea juga tidak bisa dianggap remeh. Menurut Ratu Nina Menegatto, Seborga memiliki dokumen yang membuktikan bahwa mereka tidak pernah dikalim secara resmi oleh Italia. Di tahun 1729, Seborga seharusnya dibeli oleh Kerajaan Sardinia namun surat tersebut tidak valid sebab tidak ditandatangani dan dicap serta pembayaran tidak pernah dilakukan. Itulah mengapa Seborga menuntut kemerdekaan untuk menjadi sebuah negara yang berdaulat.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan. Semoga informasi di atas dapat menambah pengetahuan Anda.