Negara Liechtenstein: Karakteristik – Penduduk – Ekonomi

Negara Liechtenstein adalah salah satu negara terkecil keempat di Benua Eropa setelah negara Vatikan, Monako, dan negara San Marino. Dengan beribu kota di Vaduz, negara ini menganut sistem pemerintahan Monarki konstitusional yang dipimpin oleh seorang pangeran.

Karakteristik Negara Liechtenstein

Negara Liechtenstein merupakan negara yang berbatasan langsung dengan dua negara yakni Swiss di sisi barat dan selatan, serta Austria di bagian timur hingga utara. Negara ini mendapat julukan sebagai negara terkecil dengan luas wilayahnya sekitar 160 km persegi dan jumlah populasinya sekitar 38 ribu jiwa.

Liechtenstein menjadi salah satu dari dua negara berstatus double landlocked atau negara pedalaman ganda di dunia selain negara Uzbekistan. Hal ini disebabkan karena negara yang mengelilingi Liechtenstein yakni Austria dan Swiss juga termasuk negara pedalaman atau tidak miliki batasan geografis berupa laut lepas.

Negara Liechtenstein berada di Lembah Sungai Rhine dekat Pegunungan Alpen. Sedangkan titik tertinggi negara ini berada di Grauspitz yang berada di ketinggian 2.599 m, meskipun berada tidak jauh dari pegunungan Alpen negara ini beriklim ringan akibat adanya hembusan angin dari arah selatan, sehingga saat musim dingin tiba wilayah lereng gunung banyak dimanfaatkan untuk olah raga musim dingin.

Negara Liechtenstein terbagi menjadi 11 komune yang dikenal dengan istilah Gemeinden, dan satu Gemeinden terdiri dari satu kota atau desa. Gemeinden di negara ini terbagi menjadi 2, yakni:

  • Unterland (daerah lebih rendah) terdiri atas: Gamprin, Eschen, Mauren, Ruggell, dan Schellenberg
  • Oberland (county atas): Balzers, Planken, Schaan, Triesen, Triesenberg dan Vaduz.

Penduduk Negara Liechtenstein

Memiliki luas wilayah yang kecil, membuat jumlah penduduk yang tinggal di Liechtenstein juga tidak terlalu banyak. Penduduk Liechtenstein mempunyai etnis asli bernama Alemannik yang merupakan etnis terbesar, namun sekitar sepertiga penduduknya merupakan pendatang yang berasal dari Austria, Jerman, Swiss, Italia dan Turki.

Untuk komunikasi sehari-hari, penduduk Liechtenstein menggunakan bahasa Jerman, namun pengucapannya sangat berbeda dari standar bahasa Jerman tetapi masih menggunakan dialek Jerman. Hampir sebagian besar penduduk Liechtenstein beragama Katolik Roma dan sisanya beragama Kristen Protestan, Islam, bahkan Atheis.

Bahkan Gereja Katolik yang telah ditulis pada Konstitusi Liechtenstein menjadi agama resmi negara ini, dan menyatakan bahwa Gereja Katolik merupakan Gereja Negara dan oleh sebab itu mendapatkan perlindungan dari negara.

Di bidang pendidikan, tingkat melek huruf negara Liechtenstein yakni 100%. Pada Laporan Program untuk Penilaian Siswa Internasional (Programme for International Student Assessment) PISA memposisikan Liechtenstein sebagai urutan ke-10 di dunia pada tahun 2006, dan pada tahun 2012 nilai PISA menjadi yang tertinggi di Benua Eropa.

Kekayaan Alam Dan Ekonomi Negara Liechtenstein

Perekonomian negara Liechtenstein sebagian besar berasal dari sektor jasa terutama jasa keuangan dan industri. Selain itu, Liechtenstein juga mengandalkan kegiatan ekspor kesejumlah  negara seperti Swiss, Uni Eropa, Amerika Serikat, Jerman dan lain sebagainya dengan produk ekspor berupa:

  • Mesin
  • Konektor audio dan video
  • Produk gigi
  • Perangkat keras
  • Suku cadang kendaraan
  • Makanan olahan
  • Peralatan elektronik
  • Produk Optik

Hasil pendapatan yang diperoleh dari kegiatan ekspor negara ini mencapai US$3,76 milyar di tahun 2011. Bahkan pendapatan negara Liechtenstein telah diinvestasikan untuk penelitian dan pengembangan negara ini. Sedangkan untuk kebutuhan listrik, minyak dan gas, negara ini sangat bergantung pada kegiatan impornya.

Di sektor perbankan, negara ini menerapkan tarif pajak rendah, tata kelola yang tidak berbelit, namun rahasia bank sangat terjaga menjadikan kelebihan tersendiri bagi Liechtenstein dalam melayani jasa keuangan.

Penduduk Liechtenstein sudah sejak lama memanfaatkan kekayaan alam yang ada dengan cara melakukan kegiatan bercocok tanam dan berternak. Hasil pertanian yang mereka kelola berasal dari kegiatan peternakan, pertanian (gandum, kentang, jagung), perkebunan (anggur), hingga perikanan, bahkan hasil produksi juga turut menyumbang pendapatan bagi negara.

Fakta-Fakta Negera Liechtenstein

  1. Negara Liechtenstein bisa dikatakan sebagai negara dengan sedikit pengangguran, tidak heran jika penduduknya tidak ada yang menjadi penjahat. Kehidupan masyarakatnya sangat makmur dan aman, itu mengapa negara ini tidak mempunyai kekuatan militer. Selain itu, tidak adanya kekuatan militer juga disebabkan oleh krisis moneter yang pernah terjadi pada tahun 1868 sehingga pemerintah menghapus militer di negara ini. Jika negara ini diserang oleh negara lain, maka negara Swiss yang akan membela Liechtenstein.
  2. Jumlah pengemudi di Liechtenstein cukup tinggi karena sebagian besar penduduknya mempunyai mobil pribadi dengan perbandingan 778 mobil per 1000 penduduk. Padahal pemerintah sudah menyediakan fasilitas transportasi umum seperti bis dan kereta, namun tetap saja banyak masyarakat yang memilih menggunakan kendaraan pribadinya.
  3. Perangko yang berasal dari Liechtenstein sangat terkenal bahkan mempunyai nilai yang amat tinggi. Negara ini pertama kali mengeluarkan prangko di tahun 1912. Perangko dari Liechtenstein mempunyai ciri yang amat unik, berukuran kecil dan sangat langka, tidak heran jika perangko ini banyak diburu oleh para kolektor.
  4. Negara Liechtenstein merupakan negara yang tidak mempunyai bandara. Untuk mengunjungi negara ini bisa melalui heliport yang berada di kota Balzers atau pergi di salah satu bandara terdekat di negara Swiss yakni St. Gallen-Altenrhein Airport dan di negara Jerman yakni Friedrichshafen Airport.
  5. Liechtenstein memiliki beberapa tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, namun jumlahnya cukup sedikit dan dapat dikunjungi dalam satu hari saja, sehingga para wisatawan yang datang ke negara ini biasanya berupa tur kelompok dan sedang melewati wilayah Liechtenstein. Oleh karena itu, negara ini juga tidak menerapkan pemeriksaan imigrasi di seluruh perbatasan sehingga wisatawan asing tidak akan mendapatkan cap visa pada pasport.