5 Jenis Erosi dan Penyebabnya

Kita tentu sudah tak asing lagi dengan istilah erosi. Erosi merupakan proses pengikisan lapisan tanah, batuan  dan benda lainnya yang disebabkan oleh beberapa faktor. Karena faktor- faktor penyebab erosi ini, erosi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya yakni erosi oleh air, erosi oleh angin, erosi oleh es, erosi oleh gelombang laut dan korosi (baca : Macam Macam Erosi). Berikut adalah penjelasan lengkap dari masing- masing jenis erosi dan penyebabnya.

  1. Erosi oleh air

Jenis erosi pertama yang akan dijabarkan dalam pembahasan kali ini adalah erosi oleh air (ablasi). Erosi oleh air ini dapat disebabkan oleh aliran air sungai  maupun air hujan (baca :  Jenis-jenis Hujan). Erosi oleh air sungai  atau erosi sungai merupakan sebuah proses berpindahnya suatu massa tanah atau batuan (baca: Jenis Jenis Batuan) karena adanya air sungai yang mengalir secara terus menerus. Erosi oleh air sungai ini bisa terjadi di dasar maupun di tepi sungai. Jika erosi oleh air sungai terjadi di dasar, maka dasar sungai akan menjadi semakin dalam. Sedangkan erosi oleh air sungai yang terjadi di tepi akan membuat sungai menjadi semakin lebar ( baca : Akibat Erosi Sungai ). Proses terjadinya erosi oleh air sungai ini bisa dikelompokkan menjadi 3, yaitu :

  • Pemindahan regolith, yakni proses erosi yang mana melibatkan pemindahan tanah dan hasil pelapukan batuan.
  • Penggerusan, adalah proses erosi yang melibatkan peran pasir dan gravel dalam aliran air. Penggerusan oleh pasir dan gravel tersebut terjadi di kanal sungai.
  • Erosi ke arah hulu, merupakan proses yang disebabkan karena adanya hubungan antara lereng regional dengan lembah.

Air yang dapat menyebabkan erosi selanjunya adalah air hujan. Hujan mempunyai pengaruh besar pada proses terjadinya erosi tanah. Daerah dengan intensitas hujan yang tinggi sangat rawan mengalamai erosi tanah. Sebaliknya, tanah yang berada di wilayah dengan intensitas hujan yang rendah cukup aman dari bahaya erosi.

  1. Erosi oleh angin

Jenis erosi yang kedua yakni erosi oleh angin. Erosi oleh angin ini disebut juga dengan istilah deflasi. Deflasi hanya berlaku di daerah dengan tekstur tanah berpasir, misalnya di pantai atau di gurun. Erosi oleh angin dapat terjadi jika kekuatan angin cukup besar untuk memindahkan partikel- partikel tanah. Meski seringkali tak disadari, angin laut dapat mengangkat partikel- partikel pasir secara perlahan- lahan menuju ke tempat yang lain. Pada akhirnya pasir yang awalnya berada di suatu tempat akan terkikis, berpindah dan kemudian mengendap di tempat yang lain.

  1. Erosi oleh es

Jenis erosi yang ketiga yakni erosi oleh es atau gletser. Erosi oleh es ini disebut juga dengan istilah eksarasi. Gletser atau es yang baru saja mencair akan membentuk cairan kental yang terus bergerak turun dari puncak pegunungan menuju ke lembah. Pergerakan es yang mencair yang disebabkan gaya beratnya itu akan mengikis bagian kanan dan kiri lembah. Batuan yang terkena aliran gletser akan tergores kemudian terkikis dan terbawa oleh gletser. Peristiwa tersebut dinamakan plucking.

Sponsors Link

Hasil pengikisan batuan yang terbawa oleh gletser kemudian akan menggores dinding lembah yang lebih dalam. Erosi oleh es atau glestser ini akan membentuk bentang alam yang indah seperti lembah yang terpotong menjadi bentuk segitiga (trucated spurs), lembah yang berbentuk lingkaran (cirques), pecahan batuan (bergsrund), lereng tajam (aretes) dan danau di pegunungan es (rock basin lake).

  1. Erosi oleh gelombang laut

Jenis erosi yang keempat adalah erosi oleh gelombang laut. Erosi ini lebih dikenal dengan istilah abrasi. Abrasi merupakan jenis erosi yang disebabkan oleh gelombang atau arus lau t yang sifatnya merusak. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempercepat terjadinya erosi oleh gelombang laut. Dua dari faktor tersebut adalah besarnya daya gelombang dan intensitas waktu. Semakin besar daya gelombang yang menghantam pesisir pantai maka semakin cepat terjadi abrasi. Begitu juga dengan faktor intensitas waktu. Semakin sering gelombang laut menghempas pasir pantai maka semakin cepat pula proses terjadinya abrasi.

Faktor lain yang dapat mempercepat abrasi yakni pemanasan global, tidak seimbangnya ekosistem pantai dan ekosistem air laut, hembusan angin laut, serta pasang surut air laut. Erosi oleh gelombang laut dapaat dicegah dengan beberapa hal, diantaranya yakni dengan cara melestarikan hutan mangrove, menjaga habitat terumbu karang, melakukan kegiatan pengisian pantai (beach fill) untuk membentuk garis pantai, membangu pemecah gelombang & sea wall, serta melarang kegiatan penambangan pasir yang berlebihan.

  1. Korosi

Jenis erosi yang terakhir dalam pembahasan kali ini adalah korosi. Korosi hampir mirip dengan deflasi. Keduanya sama- sama disebabkan oleh adanya angin. Perbedaannya adalah terletak pada partikel yang dibawa angin. Deflasi terjadi karena adanya kekuatan angin tanpa melibatkan partikel yang dibawanya. Sedangkan korosi terjadi karena angin yang membawa serta butiran- butiran pasir. Butiran- butiran pasir yang terbawa angin akan menyebabkan gesekan pada batuan yang terkena hembusan angin. Akibat gesekan tersebut, batuan menjadi terkikis dan pada akhirnya terjadi pelapukan.

Penyebab Erosi

Berbagai jenis erosi disebabkan oleh faktor alam sesuai dengan nama erosi tersebut. Misalnya erosi oleh air, berarti bahwa erosi tersebut disebabkan oleh air. Selain air, angin, es dan gelombang laut, terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan terjadinya erosi. Diantara faktor- faktor tersebut adalah :

  • Kondisi tanah – Beberapa hal yang termasuk dalam kondisi tanah yakni tekstur dan struktur tanah, banyaknya bahan organik di dalam tanah dan daya serap tanah terhadap air. Tanah dengan tekstur butiran halus adalah jenis tanah yang paling rawan terkena erosi. Ini dikarenakan tanah pasir tidak menetap dan mudah hancur ketika terkena aliran air. Tanah dengan kandungan bahan organik yang rendah dan kedap air juga mudah mengalami erosi.
  • Topografi – Topografi pada suatu daerah berpengaruh pada jumlah tanah yang akan terkikis oleh air. Tanah yang berada di daerah lereng yang curam sangat peka terhadap erosi. Lereng yang panjang membuat air mengalir dengan deras dalam jumlah yang banyak. Aliran air di lereng panjang tersebut akan mengikis dan mengangkut tanah ke daerah yang rendah.
  • Vegetasi – Yang disebut vegetasi adalah tanaman atau pepohonan yang menutupi tanah. Pohon- pohon akan menghalangi air hujan sehingga tidak langsung jatuh menimpa tanah. Selain itu pohon di hutan juga dapat membantu tanah menyerap air hujan dan mengurangi aliran air di permukaan tanah. Jika pepohonan terutama yang berada di daerah aliran sungai ditebang maka daerah tersebut akan mudah terkena erosi tanah. (baca juga : Dampak Akibat Hutan Gundul)
  • Iklim – Perubahan iklim global atau yang sering disebut dengan pemanasan global (baca : Penyebab Pemanasan Global) dapat menyebabkan mencairnya es di kutub. Ketika es di kutub mencair secara signifikan maka akan menyebabkan naiknya permukaan air laut sehingga akan menggerus daratan yang rendah seperti pantai. Hal ini lah yang menyebabkan terjadinya erosi di daerah pantai.
  • Manusia – Manusia dapat mempercepat laju erosi. Kegiatan manusia yang dapat menekan laju erosi diantaranya adalah kegiatan pertambangan dan ekspliotasi hutan. Pertambangan yang melibatkan proses pengerukan tanah akan mengubah kontur tanah sehingga tanah lebih cepat mengalami erosi.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Wednesday 08th, February 2017 / 06:34 Oleh :
Kategori : Tanah