Categories
Fenomena Alam

Angin Laut – Proses – Manfaat – Bahaya

Secara definitif, angin adalah massa udara yang bergerak baik mengikuti arah horizontal maupun vertikal. Dipengaruhi berbagai faktor, angin memiliki kecepatan yang berbeda-beda baik dalam hal wilayah yang menjadi ‘jalur tempuhnya’ maupun dalam periode hembusannya. Namun demikian, prinsip utama gerak angin adalah berembus dari suatu wilayah yang tekanan udaranya tinggi menuju wilayah lain dengan tekanan udara yang lebih rendah. Perbedaan tekanan inilah yang sekaligus juga menyebabkan angin dapat bergerak dan berembus melintasi jalurnya. Namun demikian, jalur umum tersebut dapat berubah ketika ada gaya lain yang menghalangi semisal faktor rotasi bumi.

Perihal tekanan udara sebenarnya berkait erat dengan faktor geografis suatu wilayah dalam menyerap sinar matahari. Wilayah yang banyak menerima sinar matahari akan memiliki suhu panas dan tekanan udara rendah, sedang wilayah yang hanya menerima sedikit sinar matahari, sebaliknya, akan bersuhu dingin namun memiliki tekanan udara tinggi. Selain perihal volume sinar matahari yang diperoleh suatu wilayah, faktor lain yang juga bermain dalam hal tekanan udara adalah sifat fisis wilayah tertentu. Daratan, misalnya, cenderung cepat menerima panas matahari sehingga udara akan cepat terasa panas dan tekanan udara rendah. Ini berkebalikan dengan daerah lautan dan atau pantai yang lambat menyerap panas matahari sehingga tekanan udaranya cenderung lebih tinggi dan suhunya dingin. Namun demikian, daratan juga lebih cepat melepas panas sedang lautan lebih lambat melepasnya.

Fungsi angin laut

Bagi para penggiatnya, angin adalah sebuah kajian yang menarik dan tak pernah selesai dibicarakan. Ini berkait dengan fungsi alami angin yang bisa bermanfaat bagi berbagai sektor. Tak hanya itu, angin buatan juga banyak bermanfaat dan membantu manusia menyelesaikan tugas keseharian atau melakukan sesuatu dengan lebih praktis semisal dengan adanya pengering rambut, kipas angin, pompa angin dan lain sebagainya. Lebih dari itu, angin juga bisa berbahaya bagi manusia sebab ketika bertiup di luar batas normal dan atau dibarengi dengan fenomena alam lain yang juga di luar batas normal, semisal badai. angin dapat menyebabkan kecelakaan bahkan kerusakan yang meluas. Karen itulah, berbagai kajian mengenai angin banyak dilakukan salah satunya untuk mengenali ‘karakter’ angin sehingga bisa dilaukan berbagai antisipasi untuk menghindari kemungkinan teburuk dari angin yang tidak ramah.

Berbagai hasil dari kajian tersebut di antaranya adalah klasifikasi angin ke berbagai kategori yang salah satunya adalah angin laut. Dalam banyak hal, angin laut adalah kebalikan dari angin darat. Jika angin darat bergerak dari darat ke laut, maka angin laut bergerak dari laut ke darat. Angin darat terjadi pada malam hari sedang angin laut terjadi pada siang hari. Kombinasi dari dua angin ini tak ubahnya jalur berangkat dan jalur pulang para pelaut yang menangkap ikan. Malam hari mereka memanfaatkan angin darat untuk berangkat mencari ikan dan pada siang keesokan harinya, mereka menggunakan angin laut untuk kembali pulang dan membawa hasil tangkapan.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai angin laut  :

Proses Terjadinya Angin Laut

Angin laut adalah angin yang berembus dari arah lautan ke daratan dan terjadi pada siang hari. Pada siang hari, suhu di daratan lebih panas dibanding di lautan karena daratan memang lebih cepat menerima panas, seperti halnya ia juga cepat menerima dingin. Air di laut, sebaliknya, memiliki kapasitas panas yang lebih besar dibanding lapisan tanah di daratan sehingga ia tak mudah menjadi panas karena sinar matahari. Akibat dari sifat ini, tekanan udara di darat menjadi lebih rendah (karena panas) dibanding di laut sehingga berembuslah apa yang disebut angin laut dari daerah laut yang tekanannya lebih tinggi ke daerah darat dengan tekanan lebih rendah. Adapun kekuatan laut ini berbanding lurus dengan besaran perbedaan suhu antara wilayah daratan dan lautan.

Jadwal Operasional Angin Laut

Angin laut biasanya berembus dari pagi hingga sore hari sedang embusan terkencangnya adalah pada tengah hari. Momen ini dimafaatkan para nelayan untuk pulang membawa hasil tangkapan ikan, utamanya mereka yang hanya bermodal perahu dan layar sederhana tanpa bantuan mesin motor. Namun demikian, mengandalkan angin laut dalam pelayaran semacam ini hanya terjadi ketika cuaca normal dan diperkirakan tidak ada gangguan yang dapat menghalangi berembusnya angin laut.

Manfaat Angin Laut

Secara khusus, manfaat angin laut adalah sebagai bahan bakar bagi para nelayan untuk pulang membawa hasil tangkapan ikan. Selain itu, manfaat-manfaat lain angin laut belum banyak dibahas sebab angin ini adalah angin lokal yang hanya terdapat di wilayah pantai. Namun demikian, siklus angin laut pada siang hari dan angin darat pada malam hari agaknya merupakan perpaduan yang kondusif tidak hanya untuk para nelayan, akan tetapi juga untuk kehidupan di bawah permukaan laut maupun di sekitar daerah pantai. Siklus rutin yang demikian sekaligus menjadi ciri khas dari suasana dan keadaan di sekitar laut di mana ketika malam hari, angin berembus dari darat ke laut dan ketika malam hari, angin berembus dengan rute sebaliknya.

Meski belum ada temuan-temuan ilmiah yang secara khusus mengarah pada hal tersebut, berikut adalah manfaat angin laut pada daerah pantai dan sekitarnya.

1.  Mendorong Tumbuhnya Pariwisata Bahari

Angin laut yang berembus di siang hari dapat meningkatkan angka kunjung dan perkembangan wisata bahari karena meski hanya bermain di pantai, para pengunjung dapat merasakan suasana laut. Embusan angin dari lautan ke daratan tak jarang membawa rasa asin di lidah dan menawarkan aroma laut yang khas. Angin sepoi-sepoi juga dapat membuat para pengunjung betah meskipun udara pantai di siang hari umumnya sangat panas.

2. Angin Laut Membantu Proses Penyerbukan

Angin laut juga dapat membantu proses penyerbukan tanaman-tanaman yang tumbuh di sekitar pantai. Tanpa bantuan serangga, angin laut memungkinkan proses penyerbukan terjadi sehingga penghijauan di wilayah laut dapat disukseskan dan semakin rindang daerah pantai, semakin besar pula geliat pariwisata di dalamnya.

3. Angin Laut Memfasilitasi Berbagai Olahraga dan Hiburan

Angin yang berembus dari laut pada siang hari dapat mendukung semaraknya suasana di sekitar pantai dengan kemungkinan melakukan berbagai olahraga hingga hiburan. Karena aktivitas pariwisata di pantai umumnya terjadi pada siang hari, maka olahraga dan hiburan sejenisnya juga dilaksanakan di siang hari dengan memanfaatkan angin laut. Olahraga yang dimaksud di antaranya adalah ski air dan paralayang, sedangkan hiburannya adalah permainan layangan. Tiga hal tersebut tentu akan sulit dilakukan di malam hari karena penerangan di daerah pantai umumnya belum merata dan kondusif.

Bahaya Angin Laut

Di balik berbagai manfaat yang dimilikinya, angin laut juga dapat berbahaya dalam keadaan-keadaan tertentu. Ini misalnya tampak dari berbagai kecelakaan di pantai ketika pengunjung berenang atau bermain di pantai, atau melakukan olahraga pantai, kemudian terseret ke bagian tengah laut dan tidak bisa berenang dengan normal kembali.

Angin laut yang bertiup kencang bisa menjadi sangat berbahaya jika bersamaan dengan ombak yang juga besar bagi mereka yang sedang bersenang-senang di laut. Ini di antaranya disebabkan fokus yang terpecah karena terlalu asyik bermain sehingga kurang atau bahkan tidak sama sekali berhati-hati pada ancaman bahaya yang datang. Karena itulah, ketika angin berembus kencang atau cuaca tidak bersahabat, atau pada pantai-pantai tertentu, tim SAR (Search and Rescue) seringkali melarang atau menyuruh pengunjung yang berenang atau bermain untuk berhati-hati.