Categories
Tanah

Inilah 6 Cara Cepat Menaikan pH Tanah Terlengkap

Bagi tanaman tanah merupakan unsur terpenting yang sangat dibutuhkan. Tanah yang subur merupakan syarat utama bagi tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Tanah subur dapat dilihat dari warnanya yang berwarna coklat kehitaman sebab mengandung banyak humus serta bahan organik dan unsur hara. Selain itu, tanah subur harus berada pada kondisi netral artinya tanah tidak berada pada kondisi asam ataupun basa (Baca: Cara Melestarikan Tanah Agar Tetap Subur). Jika dari kedua hal tersebut tidak terpenuhi sudah tentu tanah tersebut dapat dikatakan bukan tanah subur (Baca: Ciri – Ciri Tanah Subur Dan Tidak Subur)

Berbicara mengenai tingkat keasaman atau pH tanah merupakan jumlah dari ion hidrogen yang terdapat di dalam tanah, jika kadar ion hidrogen tinggi maka tanah dalam kondisi asam atau nilai pH rendah. Dalam keadaan normal tanah harus berada pada angka 6,5. Angka tersebut menunjukan jika tingkat keasaman tanah berada dalam kondisi netral dan ideal bagi tanaman. Sebagian besar tanah yang ada di Indonesia termasuk tanah asam dan jika dilakukan penelitian didapatkan nilai pH sebesar antara 4,0 – 5,5.

Sudah tentu tanah masam memberikan masalah bagi tanaman terutama dalam hal penurunan produkivitas. Di Indonesia tanah asam banyak ditemukan pada tanah gambut serta rawa – rawa seperti yang terdapat di pulau Sumatera, Kalimantan dan sebagian Papua. Tidak heran tanah atau lahan gambut tersebut sering terjadi kebakaran karena tanah tersebut mudah sekali untuk terbakar dan sangat sulit untuk dipadamkan. Tidak hanya itu saja, tanah gambut banyak mengandung bahan organik sehingga dekomposisi atau pelapukan (Baca: Jenis Pelapukan) terus terjadi. Namun proses pelapukan tersebut menghilangkan kalsium yang ada pada tanah sehingga tanah gambut menjadi asam.

Penyebab lain tanah memiliki tingkat keasaman rendah bisa disebabkan karena kandungan alumunium, tembaga dan besi di dalam tanah sangat tinggi. Selain itu, curah hujan yang cukup tinggi terutama di Indonesia juga mempengaruhi tingkat keasaman tanah, sebab air hujan menghilangkan unsur hara dan mineral penting bagi tanaman. Di bidang pertanian, menaikan tingkat keasaman tanah atau pH sangat diperlukan, terlebih jika tanah yang dikelola termasuk tanah gambut. Lalu apa saja yang harus dilakukan untuk menaikan pH tanah tersebut. Berikut ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain:

  1. Memberikan kapur pada tanah masam

Setelah kita mengetahui tingkat keasaman tanah, cara pertama yang bisa dilakukan untuk menaikan pH tanah dengan memberikan kapur atau kaptan. Cara ini dinilai sangat efektif untuk menaikan pH tanah serta menghindari keracunan tanaman. Kapur yang tepat harus mengandung magnesium dan kalsium atau dolomit. Pemberian kapur pada tanah asam tidak dapat bertahan lama sebab tanah akan berubah menjadi asam kembali, serta kapur yang diperlukan tidaklah sedikit dan membutuhkan biaya yang banyak. Oleh sebab itu, jika mempunyai sebidang tanah asam yang sangat luas, cara ini tidak dianjurkan untuk diterapkan dalam menaikan pH tanah.

  1. Pemberian pupuk sesuai kebutuhan

Tanah asam sering sekali kekurangan unsur hara yang sangat penting bagi tanaman seperti nitrogen (N), phospor (P) dan kalium (K). Pada tanah asam sebagian besar unsur tersebut terikat kuat di dalam tanah sehingga akar tanaman sulit untuk menyerapnya. Jika sudah begitu pemberian pupuk tambahan perlu dilakukan. Akan tetapi perlu diingat, saat memberikan pupuk harus sesuai dengan fase tumbuh tanaman agar unsur hara yang terdapat di dalam pupuk dapat terserap dengan baik oleh tanaman. Pemberian pupuk juga akan membuat tanah asam menjadi netral, meskipun tidak dalam jangka waktu lama.

  1. Tambahkan mikroorganisme pengurai

Pemberian bahan organik tidak cukup untuk meningkatkan pH tanah. Mikroorganisme yang diberikan pada tanah asam memiliki peran penting terutama dalam hal mengolah bahan organik yang belum terurai di dalam tanah. Jika bahan organik sudah terurai, maka proses dekomposisi terjadi lebih cepat. Perlu diketahui jika bahan organik belum terurai sempurna, kemungkinan tanah menjadi lebih asam mungkin terjadi. Oleh karena itu, semakin cepat pemberian mikroorganisme pengurai maka semakin cepat pula pH tanah naik.

  1. Memperbaiki drainase

Jika cara di atas masih belum berhasil, perhatikan saluran drainase. Tanah yang tergenang atau banyak mengandung air sudah tentu memiliki pH rendah. Sebab, unsur hara yang terdapat di dalam tanah telah larut di dalam air. Hal inilah yang terjadi di daerah rawa, di mana tingkat keasaman tanah atau pH mencapai 3. Oleh sebab itu, pastikan lahan yang diolah memiliki sistem drainase yang baik agar tidak tergenang terutama ketika musim hujan telah tiba.

  1. Jangan menggunakan pupuk yang bersifat asam

Tidak semua pupuk baik untuk diberikan pada tanaman. Justru beberapa pupuk akan merusak atau bahkan mematikan tanaman. Hal ini berkaitan dengan sifat dari pupuk itu sendiri salah satunya bersifat asam. Perlu diingat tidak semua tanaman dapat mentoleransi perubahan pH tanah menjadi asam secara tiba – tiba. Pupuk tersebut dapat membuat tanah menjadi asam dan pH tanah turun, pupuk tersebut antara lain urea, ZA, KCl, dan amonium sulfat.

  1. Menghilangkan gulma

Adanya gulma disekitar tanaman merupakan pertanda jika tanah tersebut memiliki pH rendah. Keberadaan gulma tentunya sangat merugikan terutama bagi tanaman induk, sebab gulma ikut menyerap unsur hara yang juga diperlukan oleh tanaman. Salah satu cara menghilangkan gulma dengan cara kimia berupa pemberian herbisida. Akan tetapi pemberian herbisida tidak bisa sembarangan dan harus sesuai dosis serta waktu. Jika tidak justru tanaman induk akan mati atau terjadi kerusakan lingkungan.

Selain beberapa cara di atas, hal yang bisa dilakukan yaitu dengan mencari dan menggolongkan tanaman berdasarkan tingkat ketahanan terhadap tanah asam. Dengan begitu, para petani bisa tahu tanaman apa saja yang tahan dan sesuai untuk ditanam serta dibudidayakan pada tanah asam terutama pada lahan gambut yang tersebar luas di Indonesia. Semoga cara – cara tersebut dapat bermanfaat untuk kalian.