Bencana Hidrometeorologi: Penyebab, Dampak dan Contoh Kejadian

Pernahkah anda mendengar meteor yang pernah jatuh ke bumi? Atau mungkin beberapa dari anda di awal tahun atau beberapa waktu yang lalu pernah mendengar bencana yang hujan disertai angin yang dibeberapa tempat menimbulkan kerusakan dan bahkan korban jiwa? Ya, bencana tersebut bisa disebut dengan bencana hidrometeorologi. Apasih pengertian dari hidrometeorologi ini, mari kita simak penjelasannya.

Pengertian Hidrometeorologi dan Bencana Hidrometeorologi

Hidrometeorolgi adalah sebuah cabang ilmu meteorologi yang berfokus pada masalah yang melibatkan siklus hidrologi, jumlah debit air, dan statistik curah hujan. Cakupan dari hidrometeorologi sendiri sampai sekarang masih belum begitu jelas dan sering tercampur dengan beberapa cabang ilmu yang lainnya seperti klimatologi, hidrologist dan lain – lain. Ilmu hidrometeorolgi ini sangatlah berguna, salah satu contohnya adalah menentukan kemungkinan curah hujan, waktu yang dibutuhkan untuk penguapan air hujan, yang biasanya digunakan untuk memberikan peringatan banjir dan penanggulangan bencana lainnya.

Sedangkan bencana hidrometeorologi adalah sebuah fenomena alam yang terjadi berkaitan dengan lapisan atmosfer, hidrologi dan oceanografi yang berpotensi membahayakan, merusak, dan menyebabkan hilangnya nyawa penduduk. Bencana hidrometeorologi ini adalah bencana yang termasuk banjir, tanah longsor, angin puting beliung, badai es atau di indonesia sering terjadi hujan es, badai salju, bencana kekeringan, hujan yang sangat lebat, hujan salju yang sangat lebat dan lain – lain.

Penyebab Bencana Hidrometeorologi

Ada tiga jenis bencana alam yang biasanya terjadi di planet bumi ini. Bencana alam ini adalah bencana hidrometeorological, bencana geological, dan juga bencana biological. Sekitar 75% bencana yang terjadi di dunia adalah bencana hidrometeorolgi, angka yang cukup tinggi dibandingkan dengan 2 jenis bencana yang lain.

Sebenarnya apa sih penyebab dari bencana Hidrometeorologi ini? Berikut kita akan bahas lengkap mengenai penyebab terjadinya bencana hidrometeorologi.

1. Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem

Bencana yang terjadi terutama di Indonesia sering sekali disebabkan adanya perubahan cuaca dan iklim secara mendadak dan ekstrem. Perubahan iklim dan cuaca yang terjadi menyebabkan beberapa dampak buruk bagi beberapa daerah seperti yang sering terjadi di Indonesia. Beberapa cuaca ekstrem seperti kemarau panjang menyebabkan kekeringan, dan juga jika hujan lebat terjadi dalam waktu lama bisa menyebabkan bencana banjir dan juga tanah longsor.

2. Perubahan Tekanan Udara yang Mendadak

Hal ini bisa menyebabkan bencana angin puting beling dan angin besar yang lainnya. Angin dikategorikan berbahaya jika angin tersebut memiliki kecepatan 62km/jam atau lebih. Angin dengan kecepatan yang besar ini disebabkan karena adanya perubahan tekanan udara dan didukung oleh cuaca yang terjadi sedang ekstrem. Angin ini sangat berpotensi untuk merusak, dan juga mengancam korban jiwa dari penduduk yang ada di sekitar kejadian.

3. La Lina dan El Nino

penyebab bencana hidrometeorologi lainnya terutama di Indonesia adalah La nina dan El nino. Dua dampak utama adalah kekeringan dan terjadinya banjir karena curah hujan yang tinggi.gEl nino yang berpengaruh terhadap kekeringan di Indonesia karena dengan adanya angin ini curah hujan di sekitar indonesia menjadi berkurang dan terkadang menyebabkan kekeringan panjang.

La nina yang berpengaruh terhadap curah hujan tinggi di Indonesia dan menyebabkan kota, daerah yang tidak memiliki resapan yang bagus akan terkena banjir. Selain itu ditambah dengan cuaca ekstrim menambah beberapa lagi bencana yang bisa terjadi seperti tanah longsor dan juga angin puting beliung.

4. Faktor Penyebab Lainnya

Masih ada beberapa faktor penyebab bencana hidrometeorologi lainnya seperti karena musim kemarau yang panjang menyebabkan beberapa tempat di Indonesia membeku hingga ke bawah. Kemarau panjang juga bisa menyebabkan sebuah fenomena hujan es atau disebut dengan nama hail. Hal ini disebabkan karena terjadi pembentukan awan secara konvektif dimana massa udara hangat akan terangkat ke atas dan membentuk awan yang sangat dingin yang kurang dari titik beku sehingga menjadi beku seperti es.

Saat sudah cukup terbentuk awan hujan es itu akan turut jatuh bersama air hujan. Hujan es ini biasanya hanya terjadi di satu daerah saja dan tidak merata dikarenakan pembentukan awan tersebut berlangsung dengan cepat.

Dampak Bencana Hidrometeorologi

Tentunya setiap bencana memiliki potensi merusak, menghancurkan, sehingga sangat berbahaya dan bisa mengancam korban jiwa. Berikut ini adalah dampak dari bencana hidrometeorologi.

  • Kerusakan sarana dan prasarana umum: bencana yang terjadi berpotensi merusak jalan raya dan bangunan perkantoran, pemerintahan, dan juga fasilitas lainnya.
  • Menyebabkan korban jiwa: Bencana hidrometeorologi biasanya bersifat mendadak, dan jarang bisa mengantisipasi dengan cepat.
  • Mengganggu metal penduduk: Ketakutan akan bencana kemungkinan akan terus mengganggu mental penduduk yang terkena bencana.
  • Penyakit yang timbul pasca bencana: Dampak lain yang mungkin terjadi adalah timbulnya berbagai penyakit pasca bencana, seperti diare, tipes dan lain – lain.

Contoh Kejadian Bencana Hidrometerologi

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa bencana hidrometeorologi ini adalah jenis bencana yang sering terjadi di dunia. Di Indonesia juga ada beberapa contoh kejadian yang terjadi belakangan ini, berikut ini adalah contoh kejadian hidrometeorologi yang terjadi di Indonesia.

  • Hujan Es (Hail) di aceh: Pada tanggal 7 Juli 2019 aceh mengalami fenomena hujan es, tepatnya terjadi di kecamatan jagong jeget aceh.
  • Banjir Jakarta: Merupakan dampak dari hidrometeorologi tahunan yang menumpa ibukota negara Indonesia ini. Sistem resapan jakarta yang masih kurang baik, disertai banjir kiriman dari bogor menyebabkan jakarta sangat berpotensi terkena bencana setiap tahun.
  • Tanah longsor dan banjir bandang di matasiri: terjadi di salah satu pulau yang ada di Indonesia pada bulan april 2019 yang lalu, menyebabkan beberapa orang meninggal dunia.
  • Hujan Es di Sumatra Utara: Satu hari yang lalu tepatnya tanggal 10 Juli 2019, daerah kabupaten Karo dan kabupaten Mandailing Natal terkena hujan es (hail). Seperti yang sudah kita ketahui bahwa hujan es hanya terjadi di wilayah tertentu atau tidak secara menyeluruh.

Demikianlah penjelasan tentang bencana hidrometeorologi sebagai penambah wawasan bagi para pembaca. Ketahui pula alasan mengapa air di Bumi tidak pernah habis yang tentunya akan menambah wawasan kalian juga. Semoga bermanfaat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn