Categories
Geologi

Batuan Sedimen Aquatis : Pengertian dan Contohnya

Salah satu dari jenis- jenis batuan penyusun lapisan bumi adalah batuan sedimen  (baca : Proses Terbentuknya Batuan Sedimen). Batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk karena mengendapnya material hasil pelapukan. Menurut tenaga pengangkut yang mengendapkan meterial hasil pelapukan, batuan sedimen dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis (baca : Jenis Jenis Batuan). Salah satu diantaranya adalah batuan sedimen aquatis. Apa itu batuan sedimen aquatis?

Pengertian batuan sedimen aquatis adalah salah satu jenis batuan endapan yang terbentuk oleh media air. Macam- macam air yang dapat mengendapkan batu ini diantaranya adalah air sungai, air laut, air hujan, air danau dan air terjun.

Contoh Batuan Sedimen Aquatis

Beberapa contoh batuan sedimen aquatis yang dapat kita temua di lapisan kulit bumi yaitu :

  1. Batu pasir

Contoh batuan sedimen aquatis yang pertama yaitu batu pasir. Batu pasir adalah salah satu contoh batuan sedimen aquatis yang terdiri dari butiran pasir. Pengertian butiran pasir sendiri yaitu ukuran kristal- kristal batuan pasir. Untuk batu pasir, ukuran kristal- kristal batuannya antara 0,1 hingga 2 milimeter. Komposisi batu pasir terdiri atas butiran mineral dan bahan organik yang telah mengalami proses pelapukan batuan. Hasil pelapukan batuan akan terbawa oleh media pengangkut seperti air, angin dan es kemudian mengendap pada suatu tempat.

Selama proses pengangkutan atau transportasi tersebut batuan akan pelapukan pada batuan terus berlangsung, baik pelapukan kimia atau pun pelapukan fisika (baca : Pelapukan Mekanik). Batu pasir yang mengalami proses pengangkutan berkali- kali akan memiliki kandungan mineral kuarsa yang cukup tinggi. Batu pasir dengan kandungan seperti itu disebut dengan nama batu pasir silika. Penamaan tersebut sesuai dengan jenis mineral yang terkandung di dalamnya. Jika mengandung emas maka diberi nama batu pasir emas. Jika mengandung intan maka dinamai batu pasir intan.

Batu pasir mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. banyak masyarakat yang melakukan kegiatan penambangan batu pasir. Batu pasir tersebut kemudian digunakan untuk membuat bangunan dan dimanfaatkan sebagai bahan semikonduktor untuk alat- alat elektronik.

  1. Batu lempung

Contoh dari batuan sedimen aquatis yang kedua adalah batu lempung. Batu lempung biasanya terbawa oleh aliran air laut dengan arus yang lemah. Batu lempung tersusun dari mineral lempung yang halus sekali, yakni hanya berukuran kurang dari 0,002 milimeter. Halusnya mineral lempung dikarenakan tidak sempurnanya ketersediaan ruangan yang berada di antara lapisan mineral. Beberapa contoh mineral lempung adalah illite, kaolinite, halloysit dan montmorilonit. Jenis pelapukan batuan yang berperan dalam proses terbentuknya batuan sedimen aquatis ini adalah pelapukan kimia. Berdasarkan proses transportasinya, batu lempung terbagi menjadi 2 yaitu :

  • Transported clay, merupakan batu lempung yang mengalami pengangkutan selama proses pembentukannya. Salah satu penyebab pengangkutan tersebut adalah adanya abrasi pantai.
  • Residual clay, yaitu batu lempung yang masih berada di lokasi awal pembentukannya. Batu lempung jenis ini mudah ditemukan di sekeliling batuan induknya.

Batu lempung yang dicampur dengan air dapat membentuk tanah liat. Tanah jenis ini bersifat plastis sehingga mudah dibentuk. Tanah liat biasa dibentuk untuk membuat gerabah, keramik, porselin dan tembikar. Selain itu, batu lempung juga dimanfaatkan dalam industri pengeboran, sebagai penyerap air di kandang hewan ternak dan bahan pembuatan kertas.

  1. Konglomerat

Contoh dari batuan sedimen aquatis yang ketiga yaitu batuan konglomerat. Pembentukan batu konglomerat dapat terjadi di lingkungan perairan laut maupun sungai. Besarnya arus pada air mempengaruhi pembentukan tekstur batu konglomerat. Arus air yang kuat akan mengikis tepian batu sehingga batu konglomerat memiliki tekstur fragmen yang bulat. Sedangkan batu konglomerat yang terbentuk pada arus air yang lemah akan mempunyai struktur fragmen yang agak runcing di beberapa sisi batuan. Fragmen batu konglomerat berukuran cukup besar, yaitu lebih dari 2 milimeter.

Sifat fisik batu konglomerat tidak begitu bagus. Hal itu membuat batu konglomerat tidak banyak dimanfaatkan oleh manusia. Meski demikian, batu konglomerat yang dihancurkan dapat dijadikan sebagai agregat atau pendukung bangunan yang sederhana. Selain itu, keberadaan batu konglomerat yang mengandung mineral kimberlit dapat menjadi indikasi keberadaan butiran berlian.

  1. Breksi

Contoh batuan sedimen aquatis yang keempat adalah batuan breksi. Batu breksi hampir sama dengan batu konglomerat. Meski demikian, keduanya memiliki tekstur yang berbeda. Tekstur batu breksi adalah runcing dan bersudut (angular). Terbentuknya batu breksi merupakan akibat dari pelapukan yang terjadi pada batuan beku. Batu breksi tersusun dari beberapa mineral yaitu granit, kuarsa, rijang, gamping dan lain sebagainya. Susunan tersebut bergantung pada jenis batuan yang mengalami pelapukan. Mineral granit berasal dari pelapukan batuan granit. Sedangkan mineral gamping berasal dari pelapukan batu gamping. Berdasarkan sifat- sifat kimianya, batu breksi terbagi menjadi 5 jenis yaitu :

  • Batu breksi tektonik, merupakan jenis batu breksi yang terjadi karena adanya tabrakan antara dua bongkahan batu yang terangkut oleh aliran air.
  • Batu breksi impact, yaitu jenis batu breksi yang pembentukannya diakibatkan oleh adanya batu meteroid yang jatuh dan menghantam permukaan bumi.
  • Batu breksi hydrotermal, adalah jenis batu breksi yang proses pembentukannya terjadi di dalam kerak bumi dengan temperatur berkisar antara 150 hingga 350 derajat celcius.
  • Batu breksi sedimentary, yakni jenis batu breksi yang bersudut sub-angular dan terdapat pada sepanjang aliran sungai.
  • Batu breksi igneous, merupakan jenis batuan breksi yang terbentuk dari proses sedimentasi batuan beku ekstrusif (baca : Batuan Beku Luar).

Manfaat yang dapat diambil dari batu breksi yaitu sebagai bahan pembuat ornamen dan patung. Pembuatan ornamen- ornamen dan patung menggunakan batu breksi sudah dilakukan sejak zaman mesir dan romawi kuno.

  1. Delta

Contoh yang terakhir dalam pembahasan kali ini yakni delta. Delta merupakan dataran berupa material batuan yang terbentuk karena proses pengendapan pada sungai maupun muara sungai. Delta mempunyai berbagai macam bentuk yang berbeda. Perbedaan tersebut disebabkan oleh besar kecilnya kecepatan arus sungai yang menuju laut. Beberapa syarat terbentuknya delta yaitu :

  • Terjadi di muara atau lingkungan laut dangkal.
  • Terdapat aliran sungai yang mengarah ke laut atau danau.
  • Tidak terjadi gempa atau gerakan tektonik lain yang mengakibatkan turunnya dasar danau atau laut yang menjadi muara sungai.
  • Proses pengendapan material batuan berlangsung secara kontinu.
  • Aliran arus haruslah lemah atau kecil.