Categories
Biogeografi

10 Jenis Fauna di Malaysia yang Perlu Diketahui Beserta Gambarnya

Keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Malaysia tidak hanya berasal dari floranya saja, tetapi juga berasal dari fauna. Sebelumnya sudah pernah dibahas mengenai jenis flora di Malaysia. Di artikel kali ini akan dibahas mengenai fauna di Malaysia. Beberapa fauna tersebut hanya ada dan menjadi fauna endemik di Malaysia saja. Berikut ini adalah beberapa fauna yang terdapat di Malaysia:

1. Bambangan Kuning (Ixobrychus sinensis)

Burung bambangan kuning termasuk burung pemakan ikan, kodok, serangga air, hingga ketam hal ini disesuikan dengan habitat tempat tinggal burung ini yakni rawa – rawa, rumpun pandan, tepian sungai dan sawah. Burung bambangan kuning memiliki tinggi sekitar 38 cm dengan warna bulu dominan kuning dan sedikit hitam. Mekanisme pertahanan burung bambangan kuning cukup unik terutama ketika merasa terancam yaitu dengan tidak melakukan gerakan apapun, posisi paruh dalam keadaan tegak serta mata yang melotot ke arah depan. Persebaran burung ini tidak hanya di Malaysia saja, namun juga sering bermigrasi ke wilayah Jawa, Sulawesi, Bali hingga Papua.

2. Burung Madu Sriganti (Nectarinia jugularis)

Sesuai dengan namanya burung ini termasuk burung pemakan nektar yang berasal dari benalu, pepaya, hingga menkudu. Namun tidak jarang pula burung madu sriganti ini juga bisa memakan hewan kecil seperti serangga kecil (laba – laba). Habitat burung ini terdapat di hutan mangrove, semak – semak dekat pantai hingga pekarangan rumah. Secara umum burung madu sriganti memiliki 22 subspesies, namun yang spesies yang terdapat di Malaysia banyak ditemukan di Semenanjung Malaysia di bagian tengah dan selatan (Penang – Kuantan). Ukuran tubuhnya hanya sekitar 10 – 11,4 cm dengan rata – rata sekitar 6,7 sampai dengan 11,9 gram untuk jantan, sedangkan burung betina hanya seberat 6 hingga 10 gram.

3. Biawak tanpa telinga (Lanthanotus borneensis)

Biawak tanpa telinga merupakan hewan endemik yang hanya dapat ditemukan di Kalimantan dan memiliki kedekatan dengan jenis – jenis biawak (Varenidae). Tubuhnya cukup silindris, berleher panjang, kuku tajam dan lengan kaki cukup pendek. Panjang tubuh biawak tanpa telinga ini sekitar 17,4 sampai dengan 22,1 cm dan berat tubuh antara 48 hingga 120 gram.

Reptil ini termasuk hewan yang aktif di malam hari, terkadang bisa juga ditemukan di siang hari dekat dengan sumber air. Biawak ini juga dapat berenang di dalam air selama beberapa jam tanpa naik ke permukaan untuk mengambil nafas sekalipun. Makanan utama biawak tanpa telinga ini yaitu cacing tanah hingga krustasea kecil.

4. Cipoh Kacat (Aegithina tiphia)

Burung satu ini termasuk ke dalam kelompok burung pengicau kecil dan populasinya menandakan variasi bulu yang dimiliki. Untuk menemukan burung cipoh kacat ini yaitu di antara semak – semak serta siulannya yang cukup keras serta warna bulu yang cerah. Saat musim kawin tiba, cipoh kacat jantan akan mengembangkan bulu – bulunya lalu berputar di udara sehingga mirip dengan bola. Status burung cipoh kacat ini masih berada pada tidak hampir terancam punah, hal ini didukung dari persebaran burung ini cukup luas.

5. Kupu – kupu Kuning Datar (Mooreana trichoneura)

Kupu – kupu kuning datar banyak ditemukan pada hutan dataran rendah dengan ketinggian 833 meter di atas permukaan laut. Kupu – kupu kuning datar juga biasa dikenal sebagai kupu – kupu Yellow Flat dan masuk keluarga Hesperiidae dengan rentang sayap mencapai 32 – 36 mm.

Persebaran kupu – kupu kuning datar ternyata cukup luas, di mulai dari India hingga ke Thailand dan Malaysia. Karakteristik dari kupu – kupu ini yaitu dapat terbang dengan cepat dan hinggap di bagian bawah daun dengan posisi sayap terbuka.

6. Kura – kura Bergerigi (Cyclemys dentata)

Kura – kura ini cukup unik karena memiliki gerigi yang terdapat pada perisainya. Kura – kura bergerigi ini juga cukup laku di pasaran dan memiliki nama dagang yaitu kura – kura ceper atau kura – kura daun. Kura – kura bergerigi hidup di air tawar seperti sungai dengan aliran lambat.

Tempurungnya memiliki panjang sekitar 240 mm dengan lima keping sisik di bagian punggungnya. Di bagian leher terdapat garis – garis memanjang berwarna kuning atau merah. Kura – kura bergerigi ini termasuk reptil omnivora, di alam mereka banyak memakan serangga dan moluska, tidak jarang mereka mengkonsumsi buah dan tanaman lainnya.

7. Elang Wallace (Nisaetus nanus)

Elang yang satu ini merapakan jenis elang yang bisa ditemukan di hutan Kalimantan dan Sumatra, Thailand hingga Malaysia. Panjang tubuh dari elang wallace yaitu 43 sampai dengan 58 cm dan berat tubuh mencapai 500 hingga 610 gram.

Warna keseluruhan bulu yaitu coklat dan putih dengan ciri khas yaitu terdapat jambul dan juga terdapat 3 garis berwarna hitam di bagian ekornya. Untuk makanan, elang wallace sering berburu burung kecil, kelelawar, cicak hingga kadal.

8. Tokek Hutan (Gekko smithii)

Reptil yang dikenal sebagai tokek mata hijau merupakan jenis tokek berukuran paling besar dalam keluarga gekko dengan persebaran dari kepulauan Sunda Besar hingga Semenanjung Malaya. Tokek hutan ini aktif di malam hari dan tinggal di pepohonan dalam hutan. Seperti tokok pada umumnya, tokek hutan juga mengkonsumsi serangga sebagai makanan utamanya. Panjang dari tokek hutan jantan bisa mancapai 0,38 meter, kulit cendrung kasar di bagian punggung, terdapat 10 – 12 secara berderet bintil – bintil berwarna putih sampai ekor. Setiap kali bertelur, tokek hutan betina bisa menghasilkan maksimal 2 butir telur dengan ukuran 19 x 20 mm.

9. Kucing Merah (Pardofelis badia)

Kucing merah atau kucing kalimantan merupakan kucing endemik yang hanya dapat ditemukan di pulau Kalimantan saja. Pada tahun 2002 kucing merah sudah dimasukkan ke dalam kategori terancam punah akibat telah semakin hilang habitat tempat hidupnya.

Persebaran kucing merah cukup luas di Kalimantan, mereka banyak ditemukan di hutan rawa, hutan dataran rendah dipterocarp hingga hutan bukit di ketinggian 500 m. Kucing merah memiliki tubuh lebih kecil dibandingkan kucing emas asia dengan bulu berwarna coklat terang dan terdapat bagian berwarna pucat pada bagian bawah.

10. Biul Kalimantan (Melogale everetti)

Biul Kalimantan memiliki nama lain yaitu biul kinabalu adalah hewan yang masuk ke dalam keluarga Mustelidae (cerpelai). Hewan yang satu ini terkenal aktif di malam hari atau nokturnal dan juga pemakan daging dan beberapa jenis tumbuhan khususnya buah – buahan. Status biul Kalimantan saat ini adalah terancam keberadaannya sehingga telah banyak dilakukan usaha konservasi pada Taman Nasional Kinabalu di tahun 1997 untuk melindungi keberadaan biul kalimatan. Biul Kalimantan hanya ditemukan di hutan pada Gunung Kinabalu dan sekitar Sabah serta Kalimantan Utara.

Demikian beberapa contoh fauna di Malaysia. Semoga bermanfaat.