Categories
Bencana Alam

Penyebab Banjir dan Tanah Longsor karena Faktor Alam dan Manusia

Banjir dan tanah longsor sudah tidak asing lagi di tengah pembicaraan masyarakat. Kedua bencana alam tersebut sudah seringkali melanda daerah-daerah yang ada di indonesia. Bencana-bencana tersebut datang ketika musim hujan mulai datang. Kedatangan bencana tersebut sangat sering terjadi di lingkungan kita maupun daerah daerah nan jauh di sana. Kekhwatiran pun terjadi dimana-mana akibat 2 bencana tersebut. baik dalam sektor ekonomi maupun kesehatan pada masyarakat.

Dampak banjir

Dampak yang terjadi akibat banjir dan longsor tersebut sangatlah merugikan bagi sektor ekonomi maupun kesehatan. Rumah-rumah masyarakat dan ruang publik untuk kehidupan serta barang barang berharga yang dimiliki telah hanyut tergenang air. Hancur lebur akibat datangnya tanah longsor. Selain itu pula kedatangan banjir dan longsor tersebut dapat menebar penyakit yang akan diderita oleh masyarakat. Bahkan, bisa menelan ribuan korban jiwa.

Dimana ada suatu bencana, disitu pasti ada penyebab atas kejadian tersebut. Banyak faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. Dalam bentuk penyebabnya, ada 2 faktor yang menjadikan banjir dan tanah longsor datang. 2 faktor ini yakni faktor yang diakibatkan dari ulah manusia itu sendiri, dan faktor satunya, yakni faktor yang diakibatkan dari alam.

Berikut akan dijelaskan faktor-faktor penyebab banjir dan tanah longsor :

Faktor Ulah Manusia

Banjir memang mudah terjadi, tergantung kita menyikapinya dan peran manusia dalam menjaga lingkungan agar terhindar dari terjadinya banjir dan menghindari penyebab banjir dengan bergotong royong untuk menjaga tidak merusak bumi yang dikarenakan oleh faktor ulah manusia.

Berikut adalah faktor ulah manusia yang bisa menyebabkan banjir :

1.  Penebangan hutan sembarangan

Istilah tersebut sering didengar dengan kata penggundulan hutan. Hutan dapat berfungsi untuk menyerap dan menahan air hujan yang turun atau genangan air yang terjadi dalam jumlah yang besar. Jika hutan tersebut ditebang atau digunduli, maka akan memberikan dampak penebangan hutan secara liar seperti tidak ada yang menyerap air hujan dan genangan air hujan, sehingga air-air tersebut akan turun menuju sungai. Jika air dalam volume besar, maka sungai tidak dapat menampung air yang sangat berlebih tersebut. sehingga air tersebut akan meluap ke daerah daerah yang rendah yang akan mengakibatkan banjir terjadi. Selain itu, akibat dari penebangan hutan akan membuat tanah menjadi mudah longsor dan menjadi bencana bagi penduduk terdekat.

2. Peningkatan jumlah penduduk 

Hal ini dapat menyebabkan ukuruan sungai menjadi sempit dan tidak cukup banyak untuk menampung air hujan yang deras. Akibatnya, air-air yang meluap akan mengakibatkan banjir datang ke tempat penduduk. Selain itu, tanah yang berada di tempat penduduk akan tidak mudah untuk menyerap air, sehingga air pun mudah untuk membanjiri daerah penduduk.

3. Saluran air mampet

Jika got, selokan, dan parit-parit mampet, maka akan sangat mudah meluapnya air ke daerah penduduk atau di jalanan. Sebab, volume air yang berlebih tidak dapat disalurkan melalui saluran atau selokan yang mampet yang akan lebih mudah menyebabkan terjadinya banjir.

4. Buang sampah sembarangan

Inilah salah satu faktor penyebab dimanan sungai-sungai, selokan maupun parit tidak mampu menampung jumlah volume air yang banyak. Sungai-sungai dan selokan menjadi sempit dan terhenti arusnya karena sampah-sampah yang banyak dan menyumbat arus air di sungai maupun di selokan dan bisa juga menjadi penyebab pemanasan global.

5. Perubahan sistem drainase pembuangan air

Suatu daerah yang biasanya tidak banjir akan menjadi langganan banjir jika disekitar daerah itu melakukan sesuatu yang mengubah sistem drainase yang sudah ada tanpa AMDAL. Seperti peninggian masal suatu wilayah rendah untuk pembangunan komplek perumahan baru, menyempitkan saluran air yang ada untuk suatu pembangunan.

6. Tanah yang tertutup semen, paving dan aspal

Hal ini akan mengakibatkan terjadinya banjir dalam volume yang besar, sebab tanah tanah yang ada di sekitar daerah itu telah tertutup dengan aspal-aspal yang dibangun, paving, dan semen sehingga tanah tersebut susah dan tidak lagi menyerap air yang datang.

Faktor Alam

Selain faktor ulah manusia yang dapat merusak isi bumi dan memberikan dampak yang tidak baik terrhadap lingkungan, faktor alam juga mnejadi salah satu faktor yang bisa menyebabkan terjadinya banjir .

Berikut adalah penjelasan mengenai faktor alam yang dapat menyebabkan terjadinya banjir :

1. Hujan deras dalam waktu yang sangat lama

Dalam waktu musim hujan, jika hujan yang datang terus berdatangan dan tidak berhenti, maka volume air akan semakin besar dan menggenangi daerah yang dikenai hujan deras tersebut. hal ini terjadi karena air sungai dan tidak mampu lagi menampung banyaknya volume air. (baca : manfaat curah hujan yang tinggi)

2. Gempa Bumi

Salah satu penyebab terjadinya tanah longsor adalah gempa bumi yang terjadinya di lapisan atmosfer. Getaran yang begitu kuat akan membuat tanah di daerah tinggi akan longsor dan menuju perumahan warga. Ini akan mengakibatkan berjatuhannya korban jiwa.

3. Pendangkalan sungai

Hal ini termasuk penyebab adanya banjir karena terjadinya erosi di hulu sungai. Banjir membawa material erosi dan mengendapkannya di dasar sungai, sehingga sungai akan menjadi dangkal. Sungai yang dangkal tidak akan mampu menampung air dalam volume yang besar, sehingga akan meluap dan menggenangi daerah-daerah yang rendah. Oleh karena itu kita harus memiliki cara menjaga kelestarian air.

4. Air laut pasang

Laut mengalami pasang dan surut, dimana saat pasang air laut akan naik dan menggenangi daerah-daerah yang ada di sekitarnya. Permukaan air laut dari tahun ke tahun mengalami kenaikan volume dan permukaan daratan semakin berkurang yang mengakibatkan pada saat air pasang, daerah pantai dan daerah-daerah yang rendah akan digenangi oleh air, namun air laut pasang juga memiliki manfaat pasang surut air laut bagi kehidupan nelayan yang hidup nya bergantung pada pantai.

5. Batuan yang kurang kuat

Salah satu akibat dari terjadinya longsor adalah batuan yang di daerah tersebut kurang kuat. Akibatnya, keadaan di tanah tersebut semakin tidak kokoh dan sangat mudah sekali untuk terjadinya longsor dan terjadinya erosi tanah yang dapat merusak dan mengubah struktur bumi.

6. Lereng yang terjal

Selain dari batuan yang kurang kuat, ada faktor lagi yang menyebabkan longsor terjadi, yakni lereng yang sangat terjal. Tanah akan sangat mudah longsor jika lereng sangat terjal dan menurun.

Sangat dapat diprediksi jika di Indonesia saat ini mudah sekali terjadi banjir dan tanah longsor. Diharapkan bagi masyarakat untuk mengetahui penyebab dan faktor-faktor terjadinya banjir dan tanah longsor yang melanda saat ini serta cara mencegah tanah longsor dan banjir, agar bencana bencana tersebut semakin tereduksi dan tidak akan sering terjadi lagi di daerah yang sudah menjadi langganan banjir dan tanah longsor.