Categories
kartografi

6 Syarat Peta yang Baik Agar Peta Mudah Dibaca

Untuk melihat keseluruhan Planet Bumi sangatlah tidak mungkin dilakukan dalam satu waktu. Hingga pada akhirnya manusia mulai membuat gambaran mengenai bentuk permukaan bumi dalam sebuah bidang datar yang kita kenal dengan sebutan peta. Peta disebut juga sebagai keseluruhan atau sebagian dari permukaan bumi dalam bentuk datar dan juga telah diperkecil dalam skala tertentu. Sampai detik ini peta menjadi sesuatu hal yang masif dan sangat dibutuhkan untuk membantu pekerjaan manusia.

Seiring berjalannya waktu, peta tidak hanya dalam bentuk 2 dimensi saja, tetapi sudah dalam bentuk animasi atau bentuk digital yang semakin mudah diakses dengan bantuan gawai pintar atau lebih dikenal dengan sebutan peta digital. Peta digital sangat praktis dan mudah diakses serta cukup akurat untuk mencari suatu tempat. Maka tidak heran jika saat ini penggunaan peta digital sangat membantu terutama di bidang geografi dengan melalui metode pengindraan jauh. Tahukan kalian bahwa untuk membuat sebuah peta diperlukan ketelitan dan pengetahuan yang tinggi untuk dapat sesuai dengan keadaan permukaan bumi sebenarnya. Kartografi atau ilmu yang mempelajari cara membuat peta harus dikuasai oleh seorang kartografer. Sehingga diperlukan syarat – syarat tertentu agar peta yang dibuat sesuai dan mudah untuk dipahami. Selain itu, peta tidak dibuat berdasarkan imajinasi atau karangan pembuatnya saja, tetapi juga dibuat berdasarkan pengukuran data yang berasal dari lapangan. Apa sajakah syarat – syarat peta yang baik? Berikut ini adalah syarat yang diperlukan untuk membuat sebuah peta.

  1. Equidistance

Merupakan cara membandingkan jarak yang terdapat di sebuah peta haruslah sama dengan jarak sebenarnya. Untuk membandingkan jarak antara peta dengan jarak sebenarnya bisa dilakukan dengan menggunakan pengukuran skala. Seperti contoh skala untuk jarak di peta antara kota A dengan kota B yaitu 1 : 100.000. Artinya jarak sebenarnya antara kota A dan kota B yaitu 1 km.

  1. Equivalent

Equivalent sendiri maksudnya yaitu luas suatu daerah yang digambarkan harus tepat dan sesuai dengan luas daerah sebenarnya. Contohnya jika luas keseluruha pulau Jawa yaitu 120.000 km persegi, maka penggambaran pada peta juga demikian, luasnya tidak terlalu jauh ketika dikalikan dengan skala.

  1. Conform

Conform adalah bentuk dari suatu daerah yang akan dipetakan. Bentuk tersebut juga harus sama agar dapat menggambarkan bentuk dari daerah yang sebenarnya. Agar memperjelas bentuknya biasanya ditambahkan beberapa simbol – simbol tertentu. Seperti contoh penggambaran pulau Papua yang sekilas mirip seperti kepala burung. Sudah tentu peta Papua harus digambarkan sesuai dengan bentuk aslinya. Bukan berbentuk bulat atau persegi panjang sekalipun. Jika terdapat perbedaan atau distorsi diusahakan untuk meminimalisir kesalahan tersebut.

  1. Judul Peta

Hal ini sangatlah penting mengingat pembuatan peta bertujuan untuk memberikan informasi secara jelas dan akurat kepada pengguna. Seperti contoh “Peta Jakarta” maka isi dari peta tersebut menggambarkan segala macam informasi yang berhubungan dengan Jakarta.

  1. Peta Harus Memiliki Informasi Lengkap

Peta yang dibuat  harus dapat menyampaikan informasi secara tepat dan akurat. Terutama dalam hal pemberian informasi mengenai kondisi jalan, keadaan bentang alam, batas – batas wilayah, sumber daya alam, wilayah perairan dan lain sebagainya.

  1. Peta Mudah Untuk Dibaca

Peta dibuat agar memberikan gambaran bentuk muka bumi secara lebih mudah. Sudah tentu peta yang dibuat harus dapat dibaca dan juga mudah untuk dimengerti oleh semua orang yang membutuhkan. Seperti memberikan warna tertentu pada peta (warna yang sudah menjadi standar di dalam peta) agar memudahkan pembaca mengenai ketinggian tempat atau kedalaman suatu perairan.

Jika mengikuti syarat – syarat di atas, sudah tentu peta yang dibuat nantinya akan sesuai dan bisa dikatakan sebagai peta yang baik. Namun syarat tersebut nyatanya belum dapat membuat peta dapat dikatakan sempurna. Peta yang baik harus terdapat unsur-unsur atau komponen peta di dalamnya. Unsur – unsur tersebut antara lain:

  1. Judul Peta

Peta yang dibuat harus memiliki judul yang menujukan isi dan juga tipe peta tersebut. Peletakan judul peta biasanya berada di atas peta.

  1. Skala Peta

Setiap peta yang digambar harus dituliskan skalanya serta letak penulisannya berada dekat dengan judul peta. Pada umumnya skala yang ditulis berupa skala pecahan, seperti 1 : 100.000 ataupun skala grafik misal 5 cm.

  1. Sumber Peta Dan Tahun Pembuatan Peta

Sumber peta juga perlu ditambahkan agar pembaca tahu dari mana asal peta tersebut dibuat. Sedangkan tahun pembuatan peta juga berfungsi memberikan informasi untuk peta yang datanya sering berubah – ubah, seperti peta hasil pertanian ataupun peta persebaran penduduk.

  1. Arah Mata Angin

Setiap peta harus dilengkapi dengan arah mata angin. Arah mata angin atau petunjuk arah sangat penting guna memberikan petunjuk bagi pembaca agar mengetahui arah utara, timur, selatan dan barat yang ada pada peta.

  1. Insert

Insert sendiri merupakan penunjuk lokasi suatu daerah yang telah dipetakan pada kedudukannya terhadap daerah di sekitar yang lebih luas. Seperti contoh jika menggambar peta Kota Tangerang Selatan untuk mengetahui di mana letak kota tersebut di bagian pojok bawah atau tempat kosong pada peta, bisa ditambahkan gambar peta Provinsi Banten dengan ukuran yang lebih kecil. Selanjutnya posisikan peta Kota Tangerang Selatan di dalam dan sesuaikan dengan kedudukannya. Dari sini kita tahu jika insert berfungsi memperjelas salah satu bagian yang ada pada peta serta menunjukan lokasi penting dan kurang jelas pada peta.

  1. Garis Tepi Peta

Ada baiknya garis tepi peta dibuat ganda atau rangkap. Garis tepi bisa dimanfaatkan saat membuat peta, kota, pulau atau suatu wilayah tepat berada di tengah – tengah.

  1. Legenda

Legenda merupakan sebuah keterangan berupa simbol – simbol pada peta agar mudah untuk dibaca. Biasanya legenda diletakkan di sisi kiri atau kanan bawah peta namun masih berada di dalam garis tepi peta.

Demikian tadi penjelasan mengenai beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk membuat sebuah peta agar terlihat menjadi peta yang baik. Semoga informasi dan penjelasan di atas dapat bermanfaat.