Tidak Hanya Jawa Barat, Inilah 5 Daerah Penghasil Padi Terbesar Di Indonesia

Indonesia terkenal akan sebutannya sebagai negara agraris karena sebagian besar masyarakatnya bekerja di bidang pertanian baik itu sawah ataupun perkebunan. Kondisi tanah yang subur serta memiliki iklim yang mendukung untuk melakukan budidaya menjadikan nilai tersendiri bagi Indonesia. Beberapa jenis tanaman tropis tumbuh dengan baik di Indonesia karena kondisi cuaca yang sesuai, bahkan beberapa diantaranya bisa panen sepanjang tahun. Salah satu tanaman pokok yang menjadi andalan bagi Indonesia yakni padi.

Padi yang mempunyai nama latin Oryza sativa ini merupakan tanaman penting yakni sebagai salah satu makanan pokok oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Tidak heran jika beberapa daerah di Indonesia melakukan budidaya tanaman padi. Dibutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 bulan untuk dapat melakukan pembudidayaan tanaman padi mulai dari bibit sampai dengan panen. Pada fase pertumbuhan tanaman padi memerlukan air yang cukup banyak, sedangkan saat memasuki fase panen justru tanaman ini tidak membutuhkan air. Tidak heran jika tanaman padi sangat tumbuh subur di wilayah beriklim tropis atau negara dengan dua musim seperti di Indonesia.

Pada masa pemerintahan orde baru, Indonesia terkenal sebagai negara pengekspor beras terbesar di dunia. Bahkan hampir seluruh lahan yang ada di Indonesia diubah menjadi lahan persawahan, tidak heran jika saat itu Indonesia juga terkenal sebagai lubung padi lumbung padi terbesar di Asia Tenggara. Meskipun zaman telah berubah, saat ini di beberapa daerah juga masih melakukan usaha tani padi bahkan daerah tersebut menjadi penghasil padi terbesar di Indonesia. Lalu daerah mana sajakah itu? Berikut daftarnya!

  1. Jawa Barat

Menurut data BPS, potensi luas panen padi di tahun 2018 untuk wilayah Jawa Barat mencapai 1,69 juta hektar dengan potensi produksi padi sebesar 9,54 juta ton. Terutama ketika panen raya terjadi di bulan Maret yang merupakan produksi tertinggi di tahun 2018 dengan Produksi Gabah Kering Giling (GKG) 1.478,70 ribu ton. Hingga saat ini, Jawa Barat menjadi salah satu provinsi di Indonesia dengan produksi padi atau lumbung padi terbesar. Tidak heran mengingat sistem perairan di Jawa Barat cukup baik namun tantangan baru mulai muncul yaitu pengalihan fungsi lahan pertanian serta sulitnya mendapatkan tenaga kerja baru. Setidaknya ada dua kabupaten di Jawa Barat yang diketahui memproduksi padi paling tinggi yaitu Kabupaten Indramayu dengan rata – rata produksi setiap tahun mencapai 1,3 juta ton dan Kabupaten Karawang yaitu 1,1 juta ton per tahun. Jika ditotal keseluruhannya jumlah produksi padi di Jawa Barat mencapai 13,52 juta ton atau sekitar 15,38 persen dari total produksi nasional.

  1. Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah sangat terkenal menjadi salah satu pusat penghasil tanaman padi, jagung dan kedelai di Indonesia. Bisa dikatakan jika Jawa Tengah adalah provinsi pendukung pangan tingkat nasional. Hal ini terbukti dari jumlah produksi padi di tahun 2018 yang mencapai 9,51 juta ton. Kabupaten dengan produksi gabah tertinggi di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Cilacap dengan luas panen sekitar 122 ribu hektar dan jumlah produksi mencapai 777 ribu ton. Sedangkan kabupaten tertinggi lainnya yaitu Kabupaten Grobogan jumlah produksi padi mencapai 732 ribu ton dengan luas panen sekitar 126 ribu hektar. Tidak heran jika pada tahun 2018 Kabupaten Grobogan ditetapkan sebagai lumbung padi di Provinsi Jawa Tengah.

  1. Jawa Timur

Provinsi selanjutnya yang juga menjadi lumbung padi terbesar yaitu Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim mengatakan bahwa di tahun 2019 untuk Sub Round I (Januari – April) mencapai 6,1 juta ton lebih GKG atau Gabah Kering Giling. Hasil ini diperoleh dari periode tanam pada musim penghujan dari Bulan Oktober 2018 hingga Maret 2019. Sedangkan konsumsi pangan di wilayah Jawa Timur pada periode tersebut berkisar lebih 1,4 juta ton sehingga ada surplus beras yaitu 2,6 juta ton. Sedangkan kabupaten dengan jumlah produksi tertinggi di Jawa Timur di tahun 2018 yakni Kabupaten Lamongan sebesar 530.909 ton dengan luas panen mencapai 924.212 hektar dan Kabupaten Bojonegoro (435.109 ton dengan 757.441 hektar).

  1. Daerah Istimewa Yogyakarta

Hampir setiap wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta banyak ditemukan lahan persawahan terutama di Sleman. Untuk tahun 2019 sendiri, Sleman masih bisa memproduksi sekitar 80 ribu hingga 100 ribu ton beras yang diperoleh dari luas lahan 18 ribu hektar. Tidak heran jika Sleman dijadikan sebagai lumbung padi di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kontribusi sekitar 35 – 40 persen untuk wilayah Yogyakarta. Kepala Dinas Pertanian DIY mengatakan jika setiap tahunnya terjadi surplus beras sekitar 200 – 250 ribu ton dari total produksi beras sekitar 920 ribu per tahun. Tidak heran jika beras yang berlebih tersebut banyak dijual keluar Yogyakarta.

  1. Nusa Tenggara Barat

Kabupaten Lombok Timur menjadi kabupaten penghasil padi utama di Nusa Tenggara Timur. Hal ini disebabkan karena kondisi alam di daerah tersebut yang amat terjaga oleh kearifan lokal. Selain itu sumber air yang berasal dari Gunung Rinjani juga turut mendukung berperan dalam kegiatan pertanian. Bulog NTB sendiri mengatakan jika mereka siap mengekspor beras berkualitas bagus ke sejumlah negara seperti Filipina, Timor Leste, Malaysia, dan Papua Nugini. Rata – rata produksi padi yang dihasilkan setiap tahunnya mencapai 155 ribu ton sedangkan stok beras yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Nusa Tenggara Barat ada sekitar 35.000 ton. Maka tidak heran jika Nusa Tenggara Barat sanggup untuk mengadakan ekspor beras.

Sebutan sebagai daerah penghasil padi atau lumbung padi terbesar di Indonesia tentunya bukan tanpa sebab. Jumlah produksi padi harus melebihi jumlah konsumsi per kapita setiap tahunnya, sehingga terjadilah surplus. Semakin tinggi jumlah surplus yang diperoleh bisa dikatakan tingkat kesejahteraan masyarakat semakin tinggi. Hasil surplus ini biasanya akan didistribusikan kepada sejumlah daerah di seluruh Indonesia yang terbukti mengalami kesulitan dalam mengelola lahan persawahan atau memiliki stok beras yang terbatas. Jika terdapat pernyataan mengenai impor beras yang dilakukan oleh Indonesia berarti ketersedian beras nasional masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia. Itulah tadi beberapa informasi mengenai daerah pengasil padi terbesar di Indonesia. Jika terdapat informasi tambahan terkait informasi di atas dapat ditulis di kolom komentar.

fbWhatsappTwitterLinkedIn