Categories
Geografi Dasar

Negara Agraris : Pengertian – keuntungan – Contoh

Letak geografis suatu negara ternyata berpengaruh pada kemampuan negara tersebut untuk bertahan hidup. Seperti halnya yang terjadi di negara Yunani, mereka mengandalkan sektor pariwisatanya untuk memperoleh pendapatan negara, namun itu saja tidak cukup. Bagi negara yang terletak di wilayah yang cukup strategis, artinya memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Membuat negara tersebut tidak perlu khawatir untuk menjaga bahkan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, salah satunya dengan ketersediaan bahan pangan. Ketersediaan bahan pangan erat kaitannya dengan pertanian, maka tidak heran jika ada istilah negara agraris. Tahukah kalian apa itu negara agraris?

Pengertian Negara Agraris

Mungkin istilah negara agraris sudah tidak asing di telinga, sebab Indonesia sendiri mempunyai julukan tersebut. Lalu apa itu negara agraris? Sebelumnya kita perlu tahu apa itu agraris. Agraris merupakan sektor di bidang pertanian atau bisa jadi sebagian besar penduduk bermata pencaharian di sektor pertanian. Kata agraris cukup terkenal meskipun tidak mengetahui arti sebenarnya dari kata tersebut, sebab kata agraris sangat erat kaitannya dengan pertanian.

Pertanian menjadi sektor utama atau yang diandalkan bagi negara agraris sebab sebagian besar masyarakatnya pekerja sebagai petani. Sehingga keberadaan petani menjadi pekerjaan yang sangat penting bagi negara agraris untuk turut serta berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan jika negara agraris ialah negara yang tingkat perekonomiannya sangat bergantung pada sektor pertanian, sebab sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani.

Di Indonesia pertanian memiliki peran yang amat penting untuk meningkatkan perekonomian dan juga memenuhi kebutuhan akan pangan, ditambah semakin meningkatnya jumlah penduduk tentunya berdampak akan ketersediaan bahan pangan. Oleh karena itu, pemerintah mulai melakukan pengembangan dimulai dari pengolahan lahan yang benar, penggunaan bibit unggul, teknik penanaman hingga panen serta penggunaan alat – alat pertanian yang mempunyai teknologi tinggi. Semua itu dilakukan agar memperoleh hasil pertanian yang baik dan tentunya bermutu tinggi.

Keuntungan Menjadi Negara Agraris

  1. Pertanian menjadi salah satu sektor perekonomian yang memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan ekonomi negara.
  2. Dapat dengan mudah memperoleh hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakatnya.
  3. Meningkatkan kesadaran masyarakat agar mencintai hasil produk pertanian sendiri.
  4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar tidak berada di garis bawah kemiskinan.
  5. Terciptanya ketahanan pangan.
  6. Membuka lapangan pekerjaan baru terutama di bidang pertanian dan perkebunan.
  7. Terhindar dari krisis bahan pangan.

Beberapa Contoh Negara Agraris

  1. Indonesia

Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah sejak lama mendapat julukan sebagai negara agraris sebab lokasinya yang cukup stategis dan potensial. Hal ini pernah dibuktikan dengan Indonesia pernah mencapai swasembada pangan sekitar tahun 1980 bahkan mendapatkan penghargan. Sehingga tidak heran di masa pemerintahan Orde Baru, harga pangan cukup murah dan tidak mengalami kelangkaan. Lalu apakah saat ini Indonesia masih mendapat julukan negara agraris?

Ketersediaannya bahan pangan yang berasal dari produk pertanian, cukup melimpah dan setidaknya memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena sebagian besar mata pecaharian negara Indonesia adalah sebagai petani. Hasil pertanian tidak hanya berupa bahan pangan saja seperti padi, Indonesia juga terkenal akan hasil kebunnya yang cukup terkenal di pasar Internasional. Beberapa hasil perkebunan yang dihasilkan dari perkebunan di Indonesia yaitu, kelapa sawit, karet, teh, tebu, kopi, dan tembakau. Untuk masalah kualitas tidak perlu diragukan lagi. Sebab Indonesia sendiri berada di iklim tropis yang sangat baik untuk melakukan kegiatan pertanian ditambah dengan ketersediaan unsur tanah yang baik tanaman.

  1. Jepang

Tidak perlu diragukan lagi jika Jepang sangat terkenal dengan perkembangan teknologinya yang tidak boleh dianggap sebelah mata. Salah satu perkembangan teknologinya merambah untuk kepentingan pertanian juga. Orang Jepang terkenal dengan kreativitasnya yang tinggi, sehingga tidak heran jika mereka melakukan inovasi – inovasi di bidang pertanian.

Beberapa di antaranya yaitu melakukan penanaman di dalam ruang bahkan di atap rumah, membuat rekayasa pada tanaman buah agar dapat dipanen sepanjang tahun, melakukan modifikasi bentuk buah seperti semangka dan melon menjadi bentuk kubus dan masih banyak lagi. Saat ini Jepang sudah membuat teknologi berupa mesin traktor tanpa awak, mesin tanam, hingga mesin pemanenan agar kegiatan bercocok tanam menjadi mudah dan efisien.

  1. Australia

Meskipun sebagian besar daratan di Australia berupa padang pasir dan beberapa daerah memiliki curah hujan yang rendah, bukan berarti tidak negara ini tidak bisa diandalkan. Kondisi alam tersebut membuat para petani di Australia memutar otak untuk tetap bisa melakukan kegiatan pertanian. Salah satu caranya yaitu dengan membuat sistem irigasi dan pemberian pupuk pada tanah yang tidak subur. Bentuk hasil sampingan dari pertanian yaitu hasil ternak. Daging dan susu dari peternakan Australia sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya, tidak heran jika Australia sudah berhasil mengekspor daging hingga ke benua biru, Eropa. Selain itu, Australia juga mengekspor hasil pertanian berupa gandum, kapas dan buah – buahan.

  1. Thailand

Siapa yang tidak kenal dengan negara ini. Beberapa hasil pertanian dari negeri gajah putih ini sudah kita nikmati seperti pepaya bangkok, ayam bangkok hingga durian bangkok. Hal ini sesuai dengan visi dari Departemen Pertanian Thailand yaitu “Thailand Kitchen Of The World” yang benar – benar serius dijalankan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Thailand. Maka tidak heran jika mereka menggalakan penyuluhan pertanian, meningkatkan teknologi pertanian, dan menyediakan permodalan dan fasilitas pendukung pertanian oleh pemerintah sangatlah baik. Untuk mencapai pasar internasional, para petani Thailand harus melewati dua standar wajib yaitu, GAP (Good Agricultural Practices) dan GMP (Good Manufacturing Practices), jika sudah melewati kedua standar tersebut maka pemerintah akan membayar sertifikasinya.

  1. Amerika Serikat

Perkembangan teknologi di bidang pertanian di Amerika terus meningkat dan maju sejak abad ke 19. Sehingga tidak heran jika pertanian di sana juga ikut maju demi memperoleh hasil dan kualitas yang baik. Sebagian besar lahan di Amerika ditanami dengan tanaman jagung dan gandum, tidak seperti di Indonesia, tanaman jagung ditanam pada lahan yang sangat luas, sehingga tidak heran jika hasil yang didapatkan juga sangat berlimpah. Selain jagung dan gandum, pertanian Amerika juga menghasilkan sayur – mayur, buah, susu, hingga biji – bijian (kedelai) yang sudah merambah pasar internasional.

Demikian penjelasan mengenai negara agraris. Semoga informasi di atas bisa menambah wawasan Anda.