3 Ciri-Ciri Daerah Rawan Gempa Bumi

Dunia ini terdiri atas lempengan-lempengan tanah yang membentuk daratan. Lempengan-lempengan itu terus aktif bergerak, dan bisa saja menimbulkan gempa bumi. Ya, ada beberapa macam-macam gempa bumi yang dapat terjadi di bumi kita ini. Salah satu penyebab dari gempa bumi itu sendiri adalah getaran yang terjadi dari dalam bumi yang membutuhkan pelepasan energi. Pada saat pelepasan energi ini terjadi, lempengan-lempengan yang terdapat di kerak bumi khususnya permukaan bumi atau di bawah lautan pun bergerak dan bergeser, akibatnya terjadilah guncangan.

Daerah-daerah di dunia ini yang memiliki zona rawan aktivitas gempa bumi.

Dampak dari guncangan itu bisa menjadi penyebab tsunami atau gelombang besar yang naik dan menghantam daratan, kadang juga mengakibatkan tanah longsor, dan menimbulkan aktivitas gunung berapi juga. Namun pada akhirnya gempa bumi dapat merusak lingkungan pemukiman tempat tinggal manusia.

Selain terjadi di daratan, gempa bumi juga dapat terjadi di bawah permukaan air laut. Kadang-kadang, kekuatan gempanya bisa mencapai magnitude 9 skala richter dan bila episentrumnya terletak di pesisir pantai, atau di tengah laut, maka dapat menimbulkan tsunami. Hal ini tentu dapat berbahaya bagi penduduk yang tinggal di pesisir pantai, karena dapat menerima dampak bencana yang lebih besar.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah berhasil mencatat jutaan kasus gempa bumi yang terjadi melalui alat pencatat getaran gempa yang disebut dengan seismograf. Melalui alat ini, para ilmuwan dapat menemukan sumber gempa. Anda dapat mempelajarinya lebih lanjut dengan melihat artikel pengertian seismograf dan seismogram. Sebagai manusia, kita juga harus memahami bagaimana cara melakukan mitigasi gempa bumi, namun ada hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu yaitu ciri-ciri daerah rawan gempa bumi.

1. Daerah Tersebut Memiliki Aktivitas Vulkanis (terutama di wilayah Cincin Api)

Ciri-ciri daerah rawan gempa yang pertama adalah adanya aktivitas vulkanis. Sekitar 90% dari kasus gempa bumi di dunia dan 81% kasus gempa bumi terdahsyat di dunia muncul di titik-titik Cincin Api. Di urutan kedua setelah itu dengan 5-6% gempa bumi dan 17% kasus gempa bumi terbesar di dunia ada di Sabuk Alpide, yang terentang dari pulau Jawa menuju Samudra Atlantik bagian utara melalui Himalaya dan Eropa Selatan. Semua, kecuali tiga dari 25 ledakan vulkanis paling besar di dunia dalam 11.700 tahun terakhir ini terjadi pada gunung-gunung berapi yang terdapat di wilayah Cincin Api.

Daerah yang dilalui cincin api ini memiliki banyak gunung berapi yang aktif, mulai dari Selandia Baru, kemudian naik sampai ke Papua dan seluruh wilayah kepulauan Indonesia, kemudian naik hingga kepulauan Filipina, naik lagi sampai ke kepulauan Jepang, menyeberang sampai ke pesisir selatan Alaska di Amerika utara, lalu turun ke seluruh wilayah pantai barat Amerika Serikat, wilayah pantai barat Meksiko, dan sepanjang pesisir wilayah barat Amerika Selatan, terutama Chili.

Cincin Api itu sendiri merupakan hasil langsung dari pergerakan lempeng tektonik, dimana pergerakan dan tumbukan antara lempeng litosfer terjadi. Sisi timur dari wilayah cincin ini adalah hasil pergerakan lempeng Nazca dan Cocos, cincin ini tenggelam di bawah Lempeng Amerika Selatan yang bergerak ke arah barat. Lempeng Cocos juga berada di bawah lempeng Karibia di Amerika Tengah.

Sepotong lempeng Pasifik dan Lempeng Juan de Fuca yang kecil juga tenggelam di bawah lempeng Amerika Utara. Sepanjang bagian utara, Lempeng Pasifik tenggelam di bawah lengkung kepulauan Aleutian. Jauh di Barat, lempeng Pasifik tenggelam di bawah Semenanjung Kamchatka di sisi selatan setelah Jepang.


Sisi selatan ini lebih rumit lagi, sehubung dengan banyak bentrokan lempeng tektonik yang kecil-kecil dengan lempeng Pasifik dari Kepulauan Mariana, Filipina, dan Selandia Baru. Namun Australia tidak termasuk ke dalamnya karena terletak di tengah-tengah lempeng tektonik. Sementara itu Indonesia terletak di antara Cincin Api dan Sabuk Alpide dari Sumatra, Jawa, Bali, Flores, dan Timor.

Gempa bumi yang diakibatkan oleh aktivitas vulkanis disebut gempa bumi vulkanik. Jenis gempa seperti ini disebabkan karena pengaruh dari peningkatan tekanan gas-gas vulkanis atau pergerakan magma pada lapisan tanah di bawah.

Gempa bumi vulkanis merupakan salah satu ciri – ciri gunung api akan meletus yang dapat dijadikan pertanda akan terjadinya letusan gunung berapi. Kekuatan guncangannya juga secara relatif tidak sedahsyat kekuatan gempa bumi tektonik.

2. Terletak di Perbatasan Lempeng-Lempeng Bumi

Peta lempengan-lempengan tektonik di dunia. Negara-negara yang terletak di perbatasan lempeng seringkali mengalami bencana gempa bumi akibat aktivitas pergerakan lempeng-lempeng tektonik tersebut.

Dataran bumi terdiri dari lempengan-lempengan batu yang selalu aktif bergerak setiap saat. Kadang lempengan-lempengan ini saling bertumbukan, kadang bergeser saling menjauh, atau hanya saling bergesekan. Keretakan pada lapisan bebatuan ini mengakibatkan gempa tektonik. Daerah yang terletak di perbatasan lempeng bumi ini juga merupakan ciri daerah rawan gempa yang patut diantisipasi.

Menurut teori lempeng tektonik, bumi ini terdiri dari 15 lempeng yang menyusun lapisan tanah terluar dari planet. Lempengan-lempengan itu terdiri dari lempengan laut dan lempengan benua. Secara keseluruhan ada 6 lempengan besar dan 9 lempengan kecil.

Lempeng ini selalu bergerak. Kini dapat disusun fakta bahwa sesungguhnya semua aktivitas vulkanis, seismitik dan tektonik terjadi pada perbatasan dari lempengan-lempengan ini. Itu sebabnya kebanyakan gempa bumi dan gunung berapi dapat ditemukan pada tepian lempeng dunia ini.

Pada tanggal 12 Mei 2008 lalu di Sichuan, China telah terjadi gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitude 7,9 skala richter. Tragedi ini mengakibatkan banyak sekali kerusakan dan korban jiwa. Timbulnya gempa bumi tersebut adalah akibat tumbukan antara dua lempeng tektonik yaitu lempeng India dan lempeng Eurasia (lempeng yang menghubungkan antara Eropa dan Asia).


3. Terdapat Aktivitas Manusia yang Melibatkan Dinamit

Kadang ada beberapa aktivitas manusia yang berdampak pada lingkungan mengakibatkan beberapa bagian dari struktur bumi mengalami gempa bumi buatan. Misalnya pengetesan bom yang menghasilkan gelombang kuat yang menghantam bebatuan, mengakibatkan gempa bumi buatan. Gempa bumi semacam itu memiliki kekuatan yang sama dengan kekuatan gempa bumi vulkanis skala ringan.

Panah berwarna biru merupakan arus pergerakan Lempeng India yang bertumbukan dengan Lempeng Eurasia sehingga menimbulkan bencana alam gempa tektonik di Sichuan (ditandai dengan bintang putih) pada tahun 2008 yang lalu.

Selain itu, aktivitas penggalian, atau ketika membangun bendungan yang menggunakan dinamit juga seringkali menjadi alasan bagi timbulnya gempa buatan yang berkekuatan ringan.

Namun tidak selalu guncangan gempa bumi buatan tersebut berskala ringan. Misalnya pada tahun 1929, ketika sedang ada konstruksi di bendungan Marathon mengakibatkan gempa bumi berkekuatan hebat di Yunani pada tahun 1931.

Proses pembuatan danau buatan juga kadang mengakibatkan gempa bumi buatan. Volume air yang meningkat dapat memberikan tekanan serius kepada lapisan tanah di bawahnya. Tekanan mendadak ini dapat mengakibatkan pergerakan lapisan tanah yang secara tiba-tiba dan berujung pada gempa bumi. Gempa bumi ini biasanya muncul apabila kedalaman bendungan lebih dari 100 meter. Tekanan air menjadi penyebab dari aktivitas seismitik ini.

Pada tahun 1967 terjadi gempa bumi Koynanagar, Maharastra, India yang berkekuatan 6,3 skala richter. Mulai dari episenter, fore shock, dan after shock semua terjadi di sekitar danau Koyna. Gempa ini merenggut 180 korban jiwa, 1.500 orang luka-luka. Dampak dari gempa bumi ini dirasakan dalam radius 230 km jauhnya di Bombay.

Dengan mengetahui ciri-ciri daerah rawan gempa tersebut, manusia harus mampu mengantisipasi diri dan sebisa mungkin tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya gempa. Sebagai makhluk berakal, kita harus sama-sama meningkatkan fungsi lingkungan hidup bagi manusia dan ruang publik untuk kehidupan, karena bumi ini adalah tempat tinggal terindah dari Allah SWT yang diberikan kembali untuk kesejahteraan hidup manusia.

, , , , ,
Video Edukasi

Bagaimana cara merasakan bumi berputar? Apa dampaknya bila bumi tidak berputar?

Rekomendasi Film

Inilah rekomendasi film science fiksi yang bikin kamu cerdas seketika karena bikin mikir banget!