Benarkah Fenomena Cacing Keluar Dari Tanah, Tanda Gempa Bumi?

Telah terjadi fenomena alam yang tidak biasa di Indonesia tepatnya di Solo dan Klaten, Jawa Tengah. Fenomena tersebut berupa kemunculan ribuan cacing dari dalam tanah secara terus menerus. Hal tersebut menarik banyak pihak terutama oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebab berkaitan dengan isu gempa bumi.

Di Solo cacing tanah muncul pada  tanggal 18 April 2020 sekitar pukul 05.30, tepatnya di taman sebelah utara Pasar Gede. Sedangkan di hari yang sama tepatnya di Klaten, cacing banyak keluar di pekarangan rumah, tepi jalan dan sekitar rumah warga sejak pagi hari dan di siang hari banyak cacing yang mati atau masuk kembali ke dalam tanah.

Penjelasan Cacing Yang Keluar Dari Tanah

BMKG sendiri menyebut jika munculnya cacing dari dalam tanah berkaitan dengan akan terjadi gempa bumi bukan tidak mendasar. Pasalnya beberapa peristiwa seperti gempa bumi yang bersifat merusak di dunia, diawali dengan adanya gejala alamiah berupa munculnya cacing tanah dalam jumlah tidak sedikit.

Hal ini pernah terjadi di Taiwan pada tahun 1999, di mana munculnya cacing tanah terjadi 10 hari sebelum gempa Chi Chi (Allen dkk.,2000). Kejadian lain juga pernah terjadi di Republik Rakyat Tiongkok yang dikenal dengan gempa Haicheng pada tahun 1975, dilaporkan telah terjadi kemunculan cacing tanah yang sangat banyak.

Kemunculan cacing tanah ke permukaan tanah menarik banyak ilmuwan untuk melakukan penelitian. Penyebab dari fenomena tersebut terkait dengan adanya anomali gelombang elektromagnetik berfrekuensi rendah yang terjadi beberapa hari sebelum gempa bumi.

Bahkan pada penelitian lain yang mengkaji hubungan cacing tanah dengan kelistrikan oleh Ikeya pada tahun 1996, memperoleh hasil bahwa sejumlah cacing sangat merespon anomali kelistrikan dengan keluar dari dalam tanah secara bersamaan.

Tidak Hanya Cacing Tanah Saja

Sebenarnya gejala alamiah yang lain terkait akan terjadi gempa bumi di seluruh dunia tidak hanya cacing tanah saja. Fenomena alam tak lazim lainnya bisa berupa munculnya ular, ikan yang terus melompat di kolam hingga gonggongan anjing.

Selain perilaku hewan, para ilmuwan juga meneliti adanya anomali prekursor gempa yakni sebuah anomali pada kondisi lingkungan fisis yang menjadi tanda bahwa akan terjadi gempa bumi. Prekursor bisa berupa anomali permukaan tanah, elevasi muka air tanah dan emisi radon yang dapat terjadi secara bersamaan.

Meskipun begitu, radon adalah sebuah unsur radioaktif yang diyakini keluar saat batuan melepaskan stressnya. Sehingga radon menjadi parameter yang cukup penting terutama dalam prekursor gempa bumi.

Belum Tentu Menjadi Petunjuk Akan Terjadi Gempa Bumi

Kemunculan cacing tanah yang keluar dari dalam tanah memang sangat langka terjadi. Banyak pihak yang menghubungkan kejadian tersebut sebagai salah satu gejala gempa bumi.

Namun demikian fenomena alam tersebut belum dapat dipastikan dan dijadikan petujuk bahwa akan terjadi gempa bumi. Kemunculan cacing tanah dalam jumlah besar di Solo, Jawa Tengah belum dapat dibuktikan secara ilmiah, sebab belum adanya bukti-bukti lain serta data anomali prekursor.

Ada kemungkinan kemunculan cacing tanah tersebut dapat disebabkan terjadi perubahan iklim, cuaca hingga lingkungan secara mendadak. Hal lain bisa disebabkan adanya paparan bahan kimia seperti disinfektan dan lain sebagainya.

Penjelasan lain datang dari pakar Lingkungan Hidup Universitas Sebelas Maret (UNS), Prabang Setyono yang menjelaskan bahwa, fenomena alam keluarnya cacing tanah tersebut bisa jadi tidak ada hubungannya dengan semprotan disinfektan. Prabang berpendapat jika cacing yang keluar dari dalam tanah disebabkan karena kelembaban tanah berubah cukup signifikan akibat meningkatnya suhu.

fbWhatsappTwitterLinkedIn