5 Penyebab Kelangkaan Tenaga Kerja di Beberapa Negara

Seiring berkembangnya zaman, manusia juga mulai mengembangkan berbagai macam teknologi guna mempermudah segala macam bentuk pekerjaan agar lebih cepat dan efisien. Namun tidak semua pekerjaan dapat dilakukan dengan bantuan teknologi canggih dan maju sekalipun. Ada beberapa pekerjaan membutuhkan tenaga manusia terutama keahlian dan keterampilan pada bidang – bidang tertentu, seperti peneliti, pengerajin, dan lain sebagainya. Tidak heran jika tenaga kerja menjadi komponen yang amat penting guna menggerakan kehidupan ekonomi suatu negara. Hal ini disebabkan karena tenaga kerja merupakan orang – orang yang memiliki keterlibatan langsung pada proses produksi dari barang atau jasa.

Dan yang masuk dalam tenaga kerja yaitu semua penduduk yang telah memasuki usia kerja yakni berada pada rentang usia 18 sampai dengan 64 tahun. Sedangkan macam-macam tenaga kerja dapat dibedakan menjadi tiga jenis jika dilihat dari aspek kemampuan dan kualitasnya yaitu tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terampil, dan tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terampil.

  • Tenaga kerja terdidik merupakan jenis tenaga kerja dan untuk melakukan pekerjaan berdasarkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya, pengetahuan tersebut diperoleh dengan cara menempuh pendidikan baik formal maupun non formal, seperti dokter, guru, peneliti, arsitek dan masih banyak lainnya.
  • Dan untuk tenaga kerja terampil yakni tenaga kerja yang memiliki keahlian pada bidang tertentu saja biasanya berdasarkan pada pengalaman kerja dan untuk memperoleh keterampilan tersebut dibutuhkan latihan secara berkala hingga akhirnya dapat menguasai pekerjaan tersebut contoh tenaga kerja terampil yaitu ahli bedah, mekanik, apoteker, supir dan lain sebagainya.
  • Terakhir tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terampil, dalam melakukan pekerjaan meraka hanya mengandalkan tenaga saja tanpa ada keunggulan lain, meskipun begitu pekerjaan mereka sangat berjasa seperti kuli.

Namun ada kalanya sebuah negara mengalami masalah yang disebabkan oleh tenaga kerja, salah satunya kelangkaan tenaga kerja. Kita tahu jika kelangkaan merupakan suatu keadaan tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan. Dapat dikatakan bahwa kelangkaan terjadi jika alat pemuas kebutuhan berada dalam kondisi terbatas sedangkan kebutuhan terus meningkat. Kelangkaan sendiri bukan berarti sulit untuk memperoleh atau menemukannya, namun alat pemuas kebutuhan tersebut jumlahnya tidak seimbang atau setara dengan jumlah kebutuhan yang harus terpenuhi.

Lalu bagaimana dengan kelangkaan tenaga kerja? Tidak heran jika saat ini beberapa negara mulai mengalami kelangkaan tenaga kerja, sehingga tidak heran jika peran para pekerja mulai diambil alih oleh teknologi yang lebih modern seperti mesin dan robot. Apa itu kelangkaan tenaga kerja? Kelangkaan tenaga kerja adalah kondisi di mana sudah sulit menemukan tenaga kerja guna menjalankan proses produksi suatu produk atau jasa. Sehingga kegiatan ekonomi di suatu tempat menjadi terhambat dan jika terus dibiarkan bukan tidak mungkin daerah tersebut menjadi tertinggal.

Penyebab Kelangkaan Tenaga Kerja

Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi sampai dengan gaya hidup manusia juga mengalami perubahan. Tidak heran di beberapa sektor kehidupan juga telah mengalami pergeseran termasuk munculnya kelangkaan tenaga kerja. Lalu apa saja penyebab kelangkaan tenaga kerja?

  1. Usia Produktif Sudah Berkurang

Seperti yang telah disinggung di atas, manusia dikatakan produktif jika memasuki usia antara 18 hingga 64 tahun. Artinya tingkat perekonomian dari suatu tempat atau negara bergantung dari tenaga kerja yang memasuki usia kerja. Jika seseorang belum memasuki atau bahkan melewati usia kerja, tidak diharuskan untuk bekerja. Akan tetapi adakalanya jumlah usia tidak produktif atau tidak kerja melebihi usia kerja, maka bisa dipastikan kegiatan ekonomi akan berjalan lambat dan itu akan mempengaruhi perkembangan suatu negara. Hal ini mulai dapat dirasakan oleh beberapa negara maju seperti Jepang di mana usia tidak kerja melebihi jumlah usia kerja. Untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja, beberapa perusahaan di Jepang masih memperkerjakan para pekerja berusia lanjut sesuai dengan kemampuan setiap pekerja.

  1. Tingkat Kelahiran Yang Menurun

Di beberapa negara maju seperti negara Finlandia sedang menghadapi permasalahan sumber daya manusia yakni tingkat kelahiran yang terus mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena banyak pasangan yang baru menikah enggan untuk memiliki keturunan. Padahal selama ini, orang lanjut usia hingga para pengangguran ditanggung oleh negara. Tanggungan tersebut berasal dari pajak yang dibayar oleh para pekerja usia produktif. Jika jumlah kelahiran menurun, 10 hingga 20 tahun kedepan bisa jadi jumlah orang berusia lanjut lebih banyak daripada jumlah pekerja yang aktif. Untuk itu mencegah hal tersebut, pemerintah Finlandia mengizinkan para imigran untuk tinggal yang hidup di negara tersebut guna menambah populasi penduduk Finlandia.

  1. Upah Yang Tidak Sesuai

Tidak menutup kemungkinan jika upah memang menjadi salah satu faktor pekerja mau atau tidak mempertahankan pekerjaannya. Besarnya upah secara tidak langsung juga mempengaruhi mutu dan kualiatas dari pekerja. Akan tetapi banyak pekerja yang merasa tidak puas dengan upah yang diberikan sehingga mereka tanpa ragu untuk memutuskan keluar dari pekerjaan guna mencari pekerjaan lain dengan upah yang lebih tinggi. Tidak heran jika beberapa perusahaan sering melakukan pembukaan lowongan pekerjaan karena masih banyak lowongan kerja yang belum terisi. Akibatnya perusahaan masih terus mempertahankan tenaga kerja lama dengan imbalan insentif yang menarik.

  1. Kurang Tenaga Kerja Ahli

Saat ini tenaga kerja ahli sangat dibutuhkan terutama bagi yang pekerja yang dapat menyesuaikan pekerjaannya dengan kemajuan teknologi. Dalam beberapa kasus, seorang tenaga ahli profesional biasanya akan mengajukan pensiun dini. Sehingga banyak perusahaan berlomba – lomba mencari pengganti tanaga kerja ahli dan itu sangatlah tidak mudah karena masih belum sesuai dengan kualifikasi. Untuk mencegah hal tersebut, beberapa perusahan sudah mulai melakukan pelatihan – pelatihan kepada para tenaga kerja baru guna mempersiapkan diri mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.

  1. Kualitas Sumber Daya Manusia Rendah

Hampir sebagian besar negara berkembang mengalami krisis sumber daya manusia yang berkualitas. Banyak usia produktif yang kurang berpengalaman, kurang terampil bahkan kurang kreatif sehingga masih belum bisa memenuhi kualifikasi persyaratan bekerja. Ditambah jika pemerintah tidak dapat memanfaatkan bonus demografi, bisa dipastikan jumlah pengangguran negara tersebut akan meningkat dan terjadi krisis tidak hanya di bidang ekonomi namun juga merambah ke bidang lainnya seperti sosial.

Itulah tadi beberapa penyebab terjadi kelangkaan pada tenaga kerja. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Ilmu Sosial