Negara Suriname, Satu-Satunya Negara yang Menggunakan Bahasa Belanda di Amerika Selatan

Negara Suriname memiliki luas wilayah sekitar 163.265 km persegi dan termasuk negara pesisir yang memiliki panjang pantai mencapai 275 km. Suriname berada di kawasan Amerika Selatan dan termasuk salah satu tiga negara kecil selain Republik Guyana dan Uruguay. Negara Suriname berbatasan dengan negara Guyana Perancis di bagian timur dan negara Guyana di bagian barat. Untuk bagian utara berbatasan dengan Samudra Atlantik dan di bagian selatan berbatasan dengan negara Brazil. Berdasarkan letak astronomisnya, negara Suriname berada di 1o – 6oLU dan 54o – 58oBB.

Berdasarkan topografinya, Suriname dibedakan menjadi tiga bagian yakni:

  1. Daerah pesisir atau pantai, memiliki tekstur tanah berupa tanah liat pekat serta campuran dari pasir pantai dan gugusan karang berada di bagian bawah permukaan laut untuk pantai muda. Sedangkan pantai tua wilayahnya sebagian besar berada di atas permukaan laut.
  2. Daerah savana, yaitu daerah yang ditutupi pasir dan sangat gersang. Hanya tumbuhan berupa rumput yang dapat hidup di wilayah ini.
  3. Daerah dataran tinggi, berada di bagian selatan, merupakan batas alami dengan negara Brazil. Mayoritas daerah ini berupa hutan tropis dengan kualitas kayu unggul.

Sesuai dengan iklim yang berada di Amerika Selatan, Suriname juga memiliki iklim tropis dengan temperatur rata – rata mencapai 28,3 derajat celcius. Curah hujan cukup tinggi yakni sekitar 225 cm per tahun dan kelembaban mencapai 66 Hg. Untuk musimnya sendiri terbagi menjadi empat bagian, yaitu musim hujan pendek yang berlangsung antara November hingga Februari, musim kemarau pendek antara bulan Februari – Maret, musim hujan panjang yang terjadi pada Maret – Juli, dan terakhir musim kemarau panjang pada bulan Juli – November.

Negara Suriname beribu kota di Paramaribo di mana kota ini termasuk kota terbesar di sana. Sedangkan bahasa resmi Suriname menggunakan bahasa Belanda dan mata uang berupa Dolar Suriname. Berdasarkan sejarah, Suriname merupakan negara yang dikuasai oleh Belanda selama beberapa abad hingga akhirnya menjadi negara merdeka di tanggal 25 November 1975. Tidak heran jika bangsa Belanda memiliki pengaruh yang amat kuat di Suriname maka bahasa resmi di negara inipun tetap menggunakan bahasa Belanda.

Pemerintahan Negara Suriname

Dalam sistem pemerintahan di Suriname, menggunakan sistem republik campuran di mana kepala negara dan kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang presiden. Pemerintah tetap bergantung pada parlemen untuk menjalankan fungsi eksekutifnya. Sistem pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan dengan cara dipilih oleh sebagian besar dua per tiga anggota Majelis Nasional Suriname dengan masa jabatan 5 tahun. Sedangkan untuk badan legislatif terdiri atas Majelis Nasional (badan tertinggi) beranggotakan 51 orang yang dipilih melalui pemilu dengan masa jabatan 5 tahun.

Penduduk Negara Suriname

Penduduk di negara Suriname berasal dari berbagai kelompok minoritas dengan kelompok mayoritas berupa Hindustani. Berdasarkan data dari Biro Pusat Administrasi Kependudukan Suriname, terjadi peningkatan jumlah penduduk dengan rata – rata pertumbuhan sekitar 1,3%. Penduduk Suriname terdiri atas bangsa Hindustani, Kreol, Bushnengro dan Marun, Jawa, dan kelompok minoritas seperti Cina, India, Boeroes, Yahudi, Lebanon dan Brazil. Namun dari total keseluruhan penduduk di negara Suriname sekitar 6,6% tidak terdata dan 12,5% merupakan campuran.

Di bidang agama, Kristen menjadi agama mayoritas sisanya memeluk agama Hindu, Islam, kepercayaan dan agama lainnya, dan tidak beragama. Hampir sebagian besar masyarakat Suriname menggunakan bahasa Belanda dan menjadi bahasa resmi negara ini mengingat negara ini merupakan daerah jajahan Belanda. Di beberapa daerah masih ditemukan orang – orang berkomunikasi dengan bahasa daerah seperti Hindustani, Jawa Suriname, Karibia, Arawakan, India Suriname, sedangkan bahasa Inggris digunakan secara luas terutama di fasilitas umum dan toko – toko yang sering didatangi oleh turis.

Budaya Negara Suriname

Seperti halnya di negara – negara lain di seluruh dunia, Suriname juga memiliki beragam budaya dan beberapa diantaranya di lakukan pada hari – hari besar. Keberagaman budaya ini tidak terlepas dari ada berbagai macam suku dan bangsa yang datang serta tinggal di Suriname. Mereka masih membawa tradisi leluhur mereka kemudian diterapkan kembali di negera ini.

  1. Owru Yari

Ini adalah salah satu kegiatan menyambut akhir tahun dengan menyalakan petasan di siang hari pada tanggal 31 Desember di pusat Kota Paramaribo. Petasan yang dinyalakan memiliki panjang sekitar kurang lebih 2 km, berada di tengah kerumunan orang – orang, dinyalakan bersamaan dengan suara marching band. Tidak ada toko yang buka selama perayaan berlangsung. Menjelang pukul 12 malam petasan dinyalakan kembali. Mereka percaya jika suara petasan akan mengusir roh jahat dari rumah atau tempat usaha.

  1. Dag der Imhenseen

Pada tanggal 9 Agustus, menjadi hari libur nasional negara Suriname dan diperingati sebagai Hari Penduduk Asli atau Day of The Indigeneous People. Perayaan ini dilakukan untuk mengakui dan menghormati penduduk asli Suriname baik dalam gaya hidup maupun budayanya. Tanggal 9 Agustus juga diperingati oleh hari pertama kali keturunan Jawa atau Indonesia tiba di Suriname pada tahun 1890.

  1. Srefidensi Dey

Negara Suriname mendapatkan kemerdekan dari Belanda di tanggal 25 November 1975, sehingga pemerintah Suriname menetapkan tanggal tersebut sebagi Hari Kemerdekaan atau Srefidensi Dey. Untuk memperingatinya biasanya dilaksakanan pada salah satu distrik secara bergantian dan akan diisi oleh marching band serta pawai militer.

Fakta – Fakta Negara Suriname

  1. Penduduk pertama Suriname merupakan Indian Surinen (menjadi cikal bakal nama Suriname). Namun mereka digantikan oleh Suku Indian Amerika Latin di abad 16.
  2. Bangsa Eropa pertama yang datang ke Suriname yakni Spanyol di tahun 1593. Kemudian Belanda mulai mendarat di tahun 1602 dan disusul oleh Inggris.
  3. Belanda membawa sekitar 33.000 tenaga kerja dari Indonesia untuk mengganti pekerja Indian. Saat Belanda berkuasa, Suriname lebih dikenal dengan sebutan Dutch Guiana.
  4. Negara di Amerika Selatan yang menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa resminya. Bahasa lokal yang digunakan meliputi Hindi, Srana Tongo, Jawa, Sarnami, Inggris, Hakka, dan Melayu.
  5. Suriname memiliki 2 gunung yaitu Gunung Bakhusys dan Gunung Van Asch Van Wijck. Sedangkan puncak tertinggi di Suriname berada di Puncak Juliana di ketinggian 1230 mdpl.
  6. Meskipun menjadi tanah jajahan, namun Suriname memiliki kedekatan dengan Belanda. Hal ini bisa dibuktikan dari bahasa resmi yang digunakan kemudian pemberian nama tempat serta nama orang, masih menggunakan bahasa Belanda.
  7. Untuk menikah, calon pengantin harus mendapatkan persetujuan tertulis dari orang tua terutama bagi calon pengantin yang berusia di bawah 30 tahun.

Demikian penjelasan mengenai negara Suriname yang perlu diketahui. Semga bermanfaat.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Ilmu Sosial