8 Kota Terpadat di Indonesia dan Jumlah Penduduknya

Indonesia menjadi salah satu negara berkembang di Asia Tenggara yang keberadaannya cukup mendapat perhatian dunia. Setiap tahun terjadi peningkatan kegiatan ekspor dan impor barang yang cukup signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang terus bertambah setiap tahunnya.

Sehingga tidak heran, angka kepadatan penduduk di Indonesia juga mengalami peningkatan. Kepadatan penduduk di Indonesia sudah menjadi masalah yang selalu dibahas dan menjadi masalah klasik bagi Indonesia. Namun, kepadatan penduduk di Indonesia tidak terjadi di seluruh daerah, hanya beberapa tempat tertentu yang mengalami masalah kepadatan penduduk tersebut. Dan biasanya terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Kota-kota itu yaitu:

  1. Jakarta

Jakarta merupakan ibu kota dan juga termasuk kota terbesar di Indonesia. Kota yang lebih dikenal sebagai Kota Metropolitan ini memiliki luas sekitar 661,52 km² dengan jumlah penduduk sebesar 10.374.235 jiwa (pada tahun 2017). Jakarta juga merupakan pusat politik, kebudayaan, bisnis bagi beberapa perusahaan BUMN di Indonesia.

Jakarta memiliki beberapa taman kota yang berfungsi sebagai daerah resapan air. Salah satu taman tersebut yaitu Taman Monumen Nasional atau lebih dikenal dengan sebutan Monas. Monas merupakan bangunan yang menjadi icon Kota Jakarta. Sehingga tidak heran, jika sering diadakan berbagai acara di Monas. Pada tahun 2018 lalu, Jakarta dipilih sebagai tuan rumah untuk perayaan Asian Games.

  1. Surabaya

Ibu kota dari Provinsi Jawa Timur ini masuk sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta. Kota Surabaya memiliki jumlah penduduk 2.917.68 jiwa dengan kepadatan 8.684/km² (tahun 2018). Daerah metropolitan di Surabaya adalah Gerbang Kertosusila yang memiliki populasi sekitar 10 juta jiwa setelah Jabodetabek.

Letak Surabaya yang cukup strategis menjadi salah satu hub yang penting bagi kegiatan perdagangan di kawasan Asia Tenggara, tepatnya untuk kawasan Asia bagian selatan. Surabaya juga menjadi pusat kota untuk keuangan, bisnis dan ekonomi di Jawa Timur. Hal ini didukung dengan adanya pelabuhan yang terkenal yaitu Tanjung Perak sebagai pelabuhan perdagangan, peti kemas, dan penumpang terbesar kedua setelah Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.

Surabaya pernah memperoleh penghargaan dari ASEAN Environmentally Sustainable City Award pada tahun 2011 dan 2014 (Baca : Dampak Asean Bagi Indonesia). Tidak hanya itu saja, pada tahun 2018 Surabaya mendapat penghargaan Lee Kuan Yew City Prize, sebagai salah satu kota besar di dunia yang mampu mempertahankan dan mengelola kampung di tengah kota dengan menejemen pemerintah dan masyarakat yang baik.

  1. Bandung

Bandung atau dikenal dengan sebutan Paris Van Java ini menjadi ibu kota Provinsi Jawa Barat. Berlokasi 140 km sebelah tenggara Jakarta. Dengan jumlah penduduk 2.440.717 jiwa dan luas wilayah 171 km², menjadikan Kota Bandung sebagai kota terpadat di Indonesia. Bandung menjadi tempat berdirinya perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia (sekarang Institut Teknologi Bandung), tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 dan terpilih sebagai kota paling aman di dunia tahun 1990 oleh majalah Time. Tidak hanya terkenal dengan bangunan bersejarahnya saja, namun juga wisata kuliner dan surganya bagi pecinta belanja tidak diragukan lagi. Bandung terkenal dengan inovasi-invasi terbaru di segala bidang, jadi tidak heran setiap saat akan muncul trend terbaru dari kota kembang ini.

  1. Medan

Kota terbesar ketiga ini merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatra Utara. Kota Medan menjadi pintu gerbang untuk wilayah Indonesia bagian barat hal ini dikarenakan adanya Pelabuhan Belawan dan Bandara Internasional Kuala Namu yang merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia. Medan juga merupakan kota pertama yang mengintegrasi kereta api dengan bandara. Berbatasan langsung dengan Selat Malaka menjadikan Kota Medan sebagai pusat kota industri, bisnis dan perdagangan bagi Indonesia.

Kota Medan memiliki luas 265,10 km² atau sekitar 3,6% dari total keseluruhan wilayah di Sumatra Utara dengan jumlah penduduk 2.210.624 jiwa(tahun 2015), menjadikan kota ini masuk daftar kota terpadat. Sebagian besar masyarakat Medan berprofesi sebagai pedangang. Terutama untuk komoditas perkebunan. Beberapa di antaranya berprofesi sebagai pengacara, dokter dan wartawan.

  1. Bekasi

Bekasi merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Barat. Dan saat ini Kota Bekasi sudah berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan pusat dari industri. Kota Bekasi memiliki luas 210,49 km² dengan jumlah penduduk 2.431.480 (tahun 2018). Pada tahun 2010, kawasan Bekasi Utara menjadi daerah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi sekitar 12.237 jiwa/km². Namun, sekarang ini beberapa wilayah di Bekasi sudah diubah menjadi kawasan untuk masyarakat urban dengan membangun kota-kota mandiri. Hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah ke atas.

  1. Tangerang

Kota ini terletak di sebelah barat Kota Jakarta. Kota Tangerang termasuk kota terbesar di Provinsi Banten. Jumlah penduduk Kota Tangerang 2.139.891 jiwa (tahun 2017) dengan luas wilayah 153,93 km². Kota Tangerang merupakan pusat dari manufaktur dan industri. Banyak ditemukan perusahan-perusahaan internasional memiliki pabrik di kota ini. Seiring berjalannya waktu, terjadi peluasan masyarakat urban dari Jakarta ke Tangerang. Di Tangerang terdapat sebuah kawasan bernama Tangerang Raya yang menjadi penyangga bagi Jakarta. Banyak ditemukan penduduk Tangerang yang bekerja di Jakarta.

  1. Semarang

Ibu kota Jawa tengah ini memiliki luas wilayah 392 km2 dengan jumlah populasi 1.815.729 jiwa (tahun 2018). Semarang memiliki sebuah kawasan mega urban yang masuk ke dalam wilayah metropolitan Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kota Semarang dan Purwodadi serta Grobokan) yang dihuni oleh 7,3 juta jiwa. Hal ini juga membuat Kedungsepur sebagai wilayah metropolitan keempat di Indonesia.

Semarang memiliki pelabuhan yang bernama Tanjung Mas yang di terdapat terminal untuk peti kemas dari berbagai wilayah di Indonesia. Semarang juga menjadi pusat perdagangan dan bisnis yang berdampak pada meningkatannya perekonomian cukup tinggi. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah imigrasi yang masuk, pengangguran yang berkurang serta pembangunan infrastruktur di Kota Semarang.

  1. Palembang

Kota Palembang yang juga sebagai ibu kota Sumatera Selatan, termasuk kota tertua di Indonesia. Hal ini berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit yang berisi jika Palembang sudah menjadi kota sejak tanggal 16 Juni 688 Masehi. Selain dikenal dengan makanan khasnya yaitu empek-empek, Palembang juga mendapat julukan sebagai kota Venisia dari Timur oleh dunia Barat. Hal ini dikarenakan adanya sungai Musi yang mengalir di kota Palembang. Palembang memiliki populasi 1.573.898 jiwa (tahun 2018) dan luas wilayah 358,55 km². Dengan luas wilayah tersebut menjadikan Palembang sebagai kota terbesar kedua di Sumatra.

Itu tadi beberapa kota yang memiliki kepadatan cukup tinggi di Indonesia. Walaupun banyak kota yang padat penduduk di Indonesia, namun tidak termasuk dalam daftar kota terpadat di dunia. Apakah salah satu kota tersebut adalah kota Anda?

fbWhatsappTwitterLinkedIn