Categories
Udara

Mengapa Awan Dapat Bergerak? Inilah Penjelasannya

Semua orang pasti pernah melihat awan. Gumpalan putih mirip kapas dan terlihat melayang di langit ini memang terlihat menarik karena terkadang membentuk beragam pola yang unik.

Seperti yang diketahui jika awan terbentuk dari adanya kumpulan titik-titik uap air yang berasal dari danau, laut, dan sungai di planet Bumi. Ketiga jenis perairan tersebut mengalami pemanasan oleh panas dari sinar matahari hingga akhirnya menguap.

Nantinya uap air yang ke atas sampai dengan ketinggian tertentu di langit akan mengalami penurunan suhu. Jika kumpulan uap air yang bergabung semakin banyak, maka terciptalah awan.

Awan terbentuk menjadi 3 jenis yakni awan Cumulus yaitu awan yang berbentuk seperti gumpalan-gumpalan dengan bagian dasar mendatar atau horizontal, awan cirrus dengan bentuk halus dan berserat seperti bulu dan tidak dapat menimbulkan hujan, dan awan stratus yakni awan berbentuk tipis dan tersebar luas hingga menutupi langit secara merata.

Mengapa Awan Dapat Bergerak?

Keberadaan awan tidak selalu tetap di suatu tempat. Jika diamati awan akan selalu bergerak atau berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Telah dijelaskan sebelumnya jika awan terbuat dari titik-titik uap air, meskipun begitu awan sangatlah ringan sehingga dapat bergerak. Awan bergerak disebabkan karena adanya hembusan angin yang membawa titik-titik uap air ini pergi ke suatu tempat.

Angin sendiri selalu ada di berbagai lapisan atmosfer mulai dari di atas permukaan tanah sampai dengan lapisan yang lebih tinggi daripada lapisan yang dapat dicapai oleh pasawat jet sekalipun. Pada suatu momen tertentu angin tidak berada di atas permukaan tanah, akan tetapi awan cirrus yang berada sangat tinggi di langit masih dapat bergerak karena adanya angin di tempat awan tersebut berada.

Kecepatan awan yang bergerak tergantung dari seberapa cepat angin tersebut berhembus. Meskipun begitu tidak semua awan dapat bergerak secara bersamaan. Ada banyak faktor yang menyebabkan pergerakan awan berbeda-beda, mulai dari tingkat kelembapan, tetesan air, kristal es pembentuk awan yang terlihat halus, hingga kepadatan awan yang dapat menahan kecepatan angin tinggi sekalipun.

Untuk awan dengan bentuk tipis sekali, terkadang hembusan angin yang terlalu kuat tidak hanya memindahkan awan namun juga dapat menghancurkannya.

Namun beberapa jenis awan seperti awan lentikular yang terbentuk di atas bukit, tidak dapat bergerak meskipun angin yang berhembus sangatlah kencang. Pada kenyataannya, awan lentikular ini tetap bergerak.

Uap air pada awan bergerak dengan sangat cepat mengikuti angin, namun titik uap pada awan baru selalu terbentuk di tempat yang sama, di mana udara didorong ke atas dekat bukit. Sehingga jika dilihat bagian depan awan akan terlihat diam tidak bergerak.

Pada bagian belakang awan tempat udara turun lagi dari bukit, tetesan air kembali menguap menjadi titik-titik uap air, sehingga pada bagian belakang awan lentikular juga tampat diam tidak bergerak. Salah satu contoh dari awan lentikular ini menjadi fenomena alam bernama caping gunung.

Biasanya awan terlihat bergerak secara horizontal. Apabila kita melihat awan berada di sisi kiri gunung selama semenit, tergantung dari kecepatan angin, ada kemungkinan awan akan bergerak ke sisi kanan. Gerakan horizontal ini juga disebabkan oleh angin.

Awan juga dapat bergerak secara vertikal. Pada kejadian tertentu kita dapat melihat awan yang berada jauh lebih rendah secara perlahan sedikit naik lebih jauh di langit. Hal ini disebabkan adanya konveksi yakni udara panas yang naik dari permukaan tanah bergerak ke atas. Udara ini juga menyebabkan awan bergerak ke atas dengan suhu udara yang lebih dingin.