Lapisan Stratosfer : Pengertian, Ciri-ciri, Suhu, dan Jenisnya

Kita semua mengetahui bahwa Bumi sebagai tempat tinggal kita mempunyai pelindung yang melindungi bumi kita dari berbagai bahaya yang datang dari luar angkasa, baik itu dari matahari maupun benda- benda langit pada sistem tata surya lainnya. Bumi kita ini memang perlu mendapatkan perlindungan dari hal- hal tersebut, hal ini karena bumi mempunyai sifat yang ringkih. Akan sangat berbahaya apabila sinar radiasi matahari dan atau benda- benda langit lainnya langsung mengenai bumi. Apalagi berbagai benda langit yang seringkali jatuh, maka akan sangat berbahaya apabila benda tersebut langsung mengenai permukaan bumi secara langsung. Hal ini akan berbahaya bukan hanya untuk bumi sendiri, melainkan bagi makhluk hidup yang ada di dalamnya.

Maka dari itu bumi mempunyai suatu pelindung yang sangat baik untuk menjaga bumi dari berbagai gangguan dan efek buruk benda langit. Pelindung bumi tersebut berupa lapisan udara yang dinamakan atmosfer. Atmosfer ini merupakan lapisan udara yang melindungi bumi, letaknya pun mengelilingi bumi. Atmosfer ini mempunyai berbagai macam lapisan yang menyususnnya. Lapisan- apisan atmosfer ini berbeda- beda dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi. Masing- masing lapisan atmosfer ini mempunyai ciri khasnya masing- masing. Selain itu setiap lapisan atmosfer ini mempunyai ketebalan yang berbeda- beda antara yang satu dengan yang lainnya.

Berbicara lapisan atmosfer ini akan menjadi topik yang sangat baik dan panjang apabila diceritakan secara langsung. Maka dari itu kita akan membahas mengenai lapisan atmosfer ini. Salah satu lapisan yang akan kita bedah atau akan kita ukur bersama adalah lapisan stratosfer. Artikel ini akan menjelaskan lebih detail mengenai lapisan astmosfer yang satu ini.

Pengertian Lapisan Stratosfer

Lapisan stratosfer merupakan salah satu lapisan dari atmosfer bumi. Lapisan stratosfer ini merupakan lapisan yang berada di urutan kedua terendah setelah lapisan pertama yakni troposfer. Lapisan stratosfer ini mempunyai letak yang tepat berada di atas lapisan troposfer. Bila diukur dengan jarak, maka lapisan stratosfer ini berada pada ketinggian 10 kilometer hingga 50 kilometer di atas permukaan bumi. Namun pada daerah kutub maka stratosfer ini bisa ditemui mulai pada jarak 8 kilometer dari permukaan kutub Bumi.

Ciri- ciri Lapisan Stratosfer

Sebagai udara yang menyelimuti dan juga melindungi Bumi, atmosfer merupakan benteng yang terdiri atas beberapa lapis. Lapisan atmosfer ini masing- masing mempunyai karakteristik serta fungsi yang berbeda- beda. Seperti halnya apisan- lapisan atmosfer yang lainnya, lapisan stratosfer ini juga memiliki karakteristik atau ciri- ciri yang berbeda- beda. Beberapa ciri atau karakteristik dari lapisan stratosfer antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Berada atau terletak pada ketinggian 10 hingga 50 kilometer dari permukaan Bumi.
  2. Tidak terdapat uap air, awan, ataupun debu- debu atmosfer
  3. Dapat menyerap radiasi yang dipancarkan oleh sinar ultraviolet
  4. Terdapat lapisan ozon di lapisan ini
  5. Terdapat stratifikasi suhu

Itulah beberapa ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh stratosfer. Karakteristik itu merupakan sifat yang khas yang hanya dimiliki oleh stratosfer dan tidak dimiliki oleh lapisan atmosfer yang lainnya.

Suhu di Lapisan Stratosfer

Jika berbicara mengenai suhu, sudah dipastikan bahwa suhu di permukaan bumi dengan suhu di beberapa kilometer diatas permukaan Bumi sudah dapat dipastikan berbeda. Sama halnya dengan masing- masing lapisan atmosfer ini. Sebagai beneteng yang mempunyai beberapa lapis, setiap lapisan atmosfer ini mempunyai suhu yang berbeda- beda. Lapisan stratosfer sudah pasti berbeda suhunya dengan lapisan troposfer yang ada di bawahnya, dan sebaliknya, lapisan stratosfer pun juga mempunyai suhu yang berbeda dengen lapisan yang ada di atasnya. Hal yang membedakan adanya perubahan suhu ini salah satunya dipengaruhi oleh ketinggian.

Sebagai salah satu lapisan atmosfer Bumi, stratosfer ini memiliki suhu yang berubah- ubah secara perlahan atau terstratifikasi dari atas ke bawah. Apabila kita semakin ke atas, maka kita akan menamui suhu pada lapisan stratosfer ini akan semakin tinggi suhunya. Pada bagian atas dari lapisan stratosfer ini mempunyai suhu yang mencapai sekitar -3 derajat Celcius, yakni sedikit di bawah titik beku pada air. Kenaikan suhu udara di lapisan stratosfer ini akan terhenti ketika sudah mencapai puncak dari lapisan stratosfer sendiri. puncak lapisan stratosfer ini dinamakan dengan stratopause, yakni lapisan batas antara lapisan stratosfer dengan lapisan yang berada di atasnya yakni lapisan mesosfer.

 Lalu apa alasan suhu yang dimiliki lapisan stratosfer ini bisa terstratifikasi atau berubah secara perlahan- lahan? Hal ini disebabkan karena keberadaan ozon di lapisan tersebut. Lapisan ozon yang berada di lapisan stratosfer ini dapat menyerap gelombang energi UVB dan juga UVC dari pancaran sinar matahari yang kemudian memecahnya menjadi oksigen atomik dan juga oksigen diatomik. Lalu, apa itu oksigen atomik dan oksigen diatomik? Oksigen atomik merupakan oksigen yang umumnya dapat kita temukan di bagian atas dari lapisan stratosfer. Sementara oksigen diatomik merupakan oksigen yang pada umumnya dapat kita temukan di bagian bawah lapisan stratosfer. Nah, kemampuan memecah dari lapisan ozon inilah yang menyebabkab lapisan stratosfer ini mempunyai suhu yang berubah secara perlahan- lahan.

Perubahan dari Troposfer ke Stratosfer
Keadaan yang terdapat pada lapisan troposfer ke lapisan stratosfer ini nampaknya perlu ada pembahasan tersendiri. Hal ini karena ada berbagai informasi mengenai keadaan yang berada di bagian ini. Beberapa hal yang akan dipengaruhi pada lapisan ini adalah mengenai suhu dan lain sebagainya.

Perubahan yang terjadi antara lapisan troposfer ke lapisan stratosfer ini dimulai secara bertahap. Perubahan ini dirasakan ketika sudah mencapai ketinggian 11 kilometer di atas permukaan Bumi. Suhu yang berada di lapisan troposfer paling bawah ini relatif tetap keadaannya dan sangat dingin, yakni sekitar -57 derajat Celcius. Pada lapisan yang paling bawah dari stratosfer ini merupakan sebuah bentuk peralihan dari lapisan troposfer dimana lapisan troposfer sendiri merupakan tempat segala peristiwa alam terjadi. Hal ini menyebabkan di lapisan paling bawah stratosfer ini juga masih ditemui beberapa perubacah cuaca atau peristiwa alam. Bentuk dari peryang terjadi pada lapisan ini adalah terjadinya angin kencang , atau bahkan sangat kencang dengan pola aliran tertentu. pada lapisan ini pula terkadang kita dapat menemukan awan jenis cirrus. Meskipun terkadang terjadi perubahan cuaca, namun hanya standar saja, tidak ada perubahan cuaca yang terjadi terlalu signifikan.

Jenis lapisan pada Lapisan Stratosfer

Sebagai salah satu lapisan dari atmosfer Bumi, lapisan stratosfer ini mempunyai lapisan- lapisan lagi yang berada di dalam lapisan stratosfer tersebut. Lapisan stratosfer ini terdiri dari tiga lapisan, yakni lapisan isotermis, lapisan panas, dan lapisan campuran teratas. Selain itu juga ada lapisan ozon di dalam lapisan stratosfer ini.

1. Lapisan Isotermis

Lapisan isotermis merupakan lapisan yang berada paling bawah di lapisan stratosfer. Lapisan isotermis ini berada dari lapisan paling bawah stratosfer hingga mencapai jarak 20 km. biasanya pada lapisan isotermis ini maka suhu udara atau temperatur yang ada di lapisan ini bersifat tetap. Sehingga dapat dikatakan dari lapisan paling bawah stratosfer hingga ketinggian mencapai 20 km mempunyai suhu udara atau temperatur yang tetap.

2. Lapisan panas

Setelah adanya lapisan isotermis, kemudian terdapat lapisan panas. Lapisan panas ini merupakan lapisan yang berada di atas lapisan isotermis. Pada lapisan ini sudah terjadi peningkatan suhu atau temperatur hingga ketinggian mencapai kurang lebih 45 kilometer. Kadanya kenaikan suhu pada lapisan ini karena adanya lapisan ozon yang menyerap sinar utraviolet yang dipancarkan oleh matahari. Maka dari itu lapisan ini akan terasa panas. Pada lapisan ini, kita tidak menemukan lagi yang namanya uap air, awan, maupun debu- debu atmosfer. Pada lapisan ini pula biasanya pesawat- pesawat dengan mesin jet diterbangkan. Alasan mengapa pesawat- pesawat tersebut diterbangkan pada lapisan ini karena menghindari adanya perubahan cuaca. Memang perubahan cuaca sudah tidak kita temui pada lapisan ini karena letaknya yang terlalu tinggi.

3. Lapisan campuran teratas

Lapisan yang paling atas yang akan kita temui dari lapisan stratosfer adalah lapisan campuran teratas. Karena letaknya yang paling atas, maka lapisan ini letaknya paling dekat dengan lapisan atmosfer yang berada di atas lapisan stratosfer, yakni lapisan mesosfer. Pada lapisan campuran teratas ini akan dapat kita temui lapisan stratopause, yakni batas pertemuan antara lapisan stratisfer dengan lapisan mesosfer.

Itulah beberapa lapisan yang terdapat dalam lapisan stratosfer ini. Lapisan- lapisan tersebut menjadi penyusun dari lapisan stratosfer ini. Maka dari itu kita dapat melihat dari gambar yang dibuat oleh manusia pada saat menggambarkan keadaan atmosfer bumi, disitu akan tampak lapisan udara yang jumlahnya berlapis- lapis.

Itulah gambaran yang terjadi ketika terjadi peralihan dari lapisan troposfer ke lapisan stratosfer. Dan demikianlah beberapa informasi yang dapat kami berika mengenai stratosfer, semoga bermanfaat bagi kita semua.

, , ,
Oleh :
Kategori : Meteorologi