Sponsors Link

5 Klasifikasi Iklim Koppen: Pengertian dan Manfaatnya (Paling Lengkap)

Sponsors Link

Iklim di dunia (baca: iklim di Indonesia) memang berbeda- beda. Apabila kita menelusuri lebih dalam maka kita akan menjumpai berbagai jenis iklim yang berbeda- beda berdasarkan kategorinya masing- masing. Salah satu pengklasifikasian iklim yang sangat terkenal dan banyak digunakan manusia di dunia adalah pengklasifikasian iklim oleh Koppen. Pengklasifikasian iklim oleh Koppen ini didasarkan pada sistem klasifikasi iklim empiris vegetasi. Pengklasifikasian iklim ini disebut dengan koppen karena dikembangkan oleh seorang ahli botani- klimatologi Wadlimir Koppen yang berasal dari Jerman.

Tujuan Pengklasifikasian Koppen

Semua jenis pengklasifikasian iklim pastilah mengandung maksud dan tujuannya masing- masing. Seperti pengklasifikasian iklim oldeman yang digunakan dalam bidang pertanian, maka pengklasifikasian iklim Koppen ini juga memiliki manfaat. Klasifikasi iklim menurut Koppen bertujuan untuk merancang formula yang akan menentukan batas- batas iklim sedemikian rupa sehingga akan sesuai dengan mereka yang sedang berada di zona vegetasi atau bioma yang sedang dipetakan pertama kali selama hidupnya.

Klasifikasi Iklim Menurut Koppen

Wladimir Koppen merupakan seseorang yang sangat gigih memperjuangkan serta mengembangkan temuannya. Hal ini terbukti ketia ia menerbitkan skema pembagian iklim pertama pada tahun 1900 serta versi revisi pada tahun 1918, dan ia terus merevisi sistem klasifikasinya tersebut hingga akhir hidupnya pada tahun 1940. Klasifikasi iklim oleh Koppen ini berdasar pada rata- rata curah hujan dan temperatur, baik temperatur bulanan maupun tahunan. Hal tersebut disebabkan karena kedua unsur tersebut, yakni curah hujan dan temperatur, merupakan unsur yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan di permukaan Bumi.

Koppen sendirI menggunakan simbol huruf besar dan kecil untuk membedakan ciri- ciri antara curah hujan dan temperatur. bSimbol ini juga digunakan dalam menentukan pembagian daerah iklim berdasarkan temperatur bulan terdingin dan juga bulan terpanas. Berikut ini merupakan kode dari klasifikasi iklim Koppen:

  • A : iklim tropis
  • B : iklim kering
  • C : iklim sedang
  • D : iklim dingin
  • E : iklim kutub
  • f = selalu basah : hujan bisa jatuh dalam semua musim
  • s = bula kering pada musim panas di belahan bumi yang bersangkutan
  • w = bulan kering (winter)
  • m = hujan cukup/ medium

nah itulah beberapa simbol huruf besar dan huruf kecil yang berada di pengklasifikasian iklim menurut Koppen ini. Kemudian untuk mengetahui lebih jelas mengenai apa saja jenis iklim yang diklasifikasikan oleh Koppen, kita akan mempelajarinya secara lebih detail sebagai berikut:

  1. Iklim Hujan Tropis (A)

Wilayah hujan tropis merupaka wilyah yang memiliki temperatur bulanan terdingin sekitar 18 derajat Celcius. Iklim ini termasuk kategori iklim yang panas. Iklim ini dibagi lagi menjadi tiga tipe yakni Hutan hujan tropis (Af), Monsoon tropika (Am), dan Savana (Aw). Untuk mengetahui lebih detail ketiganya, sebagai berikut:

  • Hutan hujan tropis (Af), merupakan daerh tipe f pada bulan terkering, curah hujan rata- rata lebih dari 60 mm. daerah ini banyak memiliki hutan- hutan yang lebat, dan terdapat di beberapa wilayah Indonesia seperti Sumatera dan Kalimantan.
  • Monsoon tropika (Am), merupakan daerah peralihan yang mana jumlah hujan ketika bulan bsah dapat mengimbangi kekurangan hujan pada saat bulan kering. Daerah ini juga masih terdapat hutan- hutan yang cukup lebat, dan persebarannya antara lain di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat.
  • Savana (Aw), merupakan wilayah yang mempunyai musim kering yang panjang. Jumlh hujan pada bulan basah tidak akan mampu mengimbangi kekurangan hujan ketika bulan kering. Tidak bnyak vegetasi yang bisa tumbih di tempat seperti ini. beberapa tanaman yang tumbuh seperti rumput dan pepohonan yang jarang, dan persebarannya antara lain di Nusa Tenggara dan Madura.
  1. Iklim Kering (B)

Selanjutnya adalah iklim kering atau sub tropis, yakni daerah yang memiliki tingkat penguapan tinggi daripada curah hujan, dan temperatur pada bulan yang terdingin mencapai 18,3 derajat Celcius. Di iklim ini persediaan air bahkan tidak mendukung untuk kehidupan tanaman. Iklim ini dibagi menjadi dua tipe yaitu iklim stepa (Bs) dan juga iklim padang pasir (Bw). Tanaman yang bisa bertahan di iklim ini diantaranya adalah kaktus.


  1. Iklim Hujan Sedang (C)

Selanjutnya adalah iklim hujan sedang. Daerah yang beriklim ini memiliki suhu rata- rata di bulan terpanas lebih dari 10 derajat celcius. Sama seperti dua jenis iklim sebelumnya, iklim ini dibagi menjadi tiga tipe yaitu iklim sedang dengan musim panas yang kering (Cs), iklim sedang dengan musim dingin yang kering (Cw), serta iklim sedang yang lembab (Cf).

  1. Iklim Dingin (D)

Wilayah yang memiliki iklim dingin mempunyai temperatur atau suhu rata- rata di bulan- bulan terdingin kurang dari -3 derajat Celcius, sedangkan di bulan- bulan terpanas suhunya melebihi 10 derajat Celcius. Iklim ini dibagi menjadi dua tipe yakni iklim dingin dengan musim dingin yang kering (Dw) dan iklim dingin tanpa periode siang (Df)

  1. Iklim Kutub (E)

Iklim yang terakhir adalah iklim kutub. Daerah yang memiliki iklim kutub memiliki temperatur rata- rata di bulan terpanas kurang dari 10 derajat Celcius. Iklim kutub ini dibagi menjadi dua tipe iklim yakni iklim tundra (ET) dan iklim Es Salju Abadi (EF).

Nah itulah pembagian iklim menurut Koppen. Pembagian iklim menurut koppen merupakan yang paling umum kita kenal dan yang paling familiar. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Friday 27th, October 2017 / 10:30 Oleh :
Kategori : Meteorologi