6 Daerah Rawan Kebakaran Hutan Di Dunia

Bencana alam sering tidak bisa kita hindari keberadaannya. Hampir di setiap tempat di muka bumi ini pernah merasakan kedahsyatan dari bencana alam. Akan tetapi tidak semua tempat mengalami bencana alam yang serupa, seperti contoh bencana tsunami yang hanya terjadi di daerah dekat dengan lautan dan tempat bertemunya lempeng bumi. Negara atau tempat yang pernah mengalami peristiwa tersebut yaitu Indonesia dan Jepang. Di Amerika Serikat bencana alam yang sering terjadi yaitu angin tornado yang dapat menghancurkan rumah, mengangkat pohon dan mobil hingga merusak gedung. Selain tornado beberapa negara yang berada di daerah sub tropis hingga sedang pasti mengalami musim dingin, namun tidak jarang musim dingin bisa menjadi bencana alam jika telah berubah menjadi badai salju.

Salah satu bencana alam yang juga berbahaya yaitu kebakaran. Kebakaran bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Pemicu dari kebakaran sendiri dapat berasal dari alam atau bahkan ulah manusia itu sendiri. Biasanya sebagian besar kebakaran sering terjadi pada musim kemarau atau panas dan kebakaran tersebut terjadi di kawasan lahan, perkebunan hingga hutan. Meskipun kebakaran tersebut bisa dicegah atau diantisipasi, namun tetap saja bencana alam tersebut tetap terjadi.

Di Indonesia, kebakaran sudah menjadi bencana alam yang sering terjadi setiap tahunnya. Salah jenis kebakaran yang terjadi yaitu kebakaran hutan. Indonesia mempunyai area perhutanan yang cukup luas, sehingga ada kemungkinan kebakaran hutan bisa terjadi di sini. Berikut ini daftar daerah di Indonesia yang rawan terjadi kebakaran hutan, antara lain:

  1. Sumatera

Bukan sesuatu yang baru jika mendengar terjadi kebakaran hutan di Sumatera. Hampir sebagian besar tanah di Sumatera berjenis gambut. Tanah gambut merupakan tanah yang mengandung bahan organik yang sangat tinggi namun belum membusuk atau melapuk secara sempurna, dan ketebalan tanah gambut  itu sendiri bisa mencapai beberapa meter. Di Sumatera, daerah yang rawan mengalami kebakaran hutan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau dan Jambi.

Kebakaran hutan yang sering terjadi di Sumatera biasanya terjadi pada musim kemarau dan efek dari kebakaran hutan tersebut banyak menimbulkan asap yang sangat mencemari udara bahkan asap tersebut bisa mencapai negara terdekat yaitu Singapura dan Malaysia. Meskipun telah dilakukan pemadaman, asap tetap saja muncul. Hal ini disebabkan oleh sifat tanah gambut yang belum sempurna dalam menyimpan bahan organik, bahan organik yang terkubur di bagian bawah tanah ini yang masih menyimpan bara api. Pemadaman hanya terjadi di bagian permukaan tanah saja, sedangkan air tidak sampai masuk ke dalam untuk bisa memadamkan api.

  1. Kalimantan

Sama seperti Sumatera, sebagian tanah di Kalimantan juga berjenis gambut. Maka tidak heran jika ditemukan beberapa titik api setiap musim kemarau tiba di pulau Kalimantan. Daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Selain lahan gambut, kebakaran hutan bisa terjadi akibat adanya penambangan batu bara yang banyak dilakukan di Kalimantan. Saat musim kemarau dan tidak ada hujan yang turun, panas matahari dapat membakar batu bara dengan sangat mudah, akibatnya kebakaran hutan pun terjadi. Namun, hal tersebut bisa dicegah oleh pemerintah dengan cara membuat kanal kebakaran batu bara supaya api tidak cepat merambat ke tempat lain, misalnya hutan atau pemukiman warga.

  1. Papua

Ternyata tidak hanya pulau Sumatera dan Kalimantan saja yang sering mengalami kebakaran hutan, salah satu pulau di sebelah timur Indonesia, Papua juga termasuk daerah rawan kebakaran hutan. Setelah diselidiki kebakaran hutan terjadi sebagai akibat dari pembukaan lahan besar – besaran. Dan semakin merambat akibat tanah di Papua termasuk tanah gambut yang mengandung banyak mineral. Karena ingin membuka lahan dengan cepat, metode yang dilakukan yaitu dengan cara membakar hutan. Tindakan tersebut tentu tidak dibenarkan, akibatnya di Papua banyak ditemukan titik api khususnya di Kabupaten Mappi dan Merauke. Luasnya hutan serta cukup sulit untuk dijangkau dan keterbatasan prasarana menjadi faktor penghalang mengapa kebakaran hutan di Papua sulit untuk dipadamkan.

  1. Australia

Negara persemakmuran Inggris ini juga menjadi negara yang rawan mengalami kebakaran hutan. Kebakaran hutan yang baru – baru ini terjadi  terletak di negara bagian Queensland, Tasmania, dan Victoria. Beberapa penyebab kebakaran hutan yang terjadi di Australia disebabkan oleh tingginya gelombang panas sehingga meningkatkan suhu, ditambah dengan angin yang berhembus dengan kuat, mempercepat persebaran api ke daerah terdekat. Selain itu, kebakaran hutan di Australia bisa disebabkan akibat tersambarnya pohon oleh petir sehingga menimbulkan percikan api yang berubah menjadi kebakaran hutan.

  1. Amerika Serikat

Kebakaran hutan yang terjadi di California, Amerika Serikat pada tahun 2018 ternyata telah memakan korban jiwa. Setidaknya ada sekitar 71 korban jiwa sedangkan lebih dari 1.000 orang dinyatakan hilang dalam peristiwa kebakaran hutan tersebut. Menurut pakar lingkungan setempat mengatakan jika kebakaran hutan disebabkan oleh cuaca, perubahan iklim hingga peningkatan jumlah penduduk di California. Biasanya kebakaran hutan terjadi pada musim panas, namun kebakaran hutan bisa terjadi kapan saja sepanjang tahun. Kebakaran hutan dapat terjadi jika kelembaban rendah, permukaan tanah kering tanpa hujan serta suhu angin yang terus meningkat.

  1. Eropa

Negara yang terkenal dengan sejarah dewa dewinya ini ternyata pernah mengalami kebakaran hutan yang menewaskan 91 jiwa. Api telah membakar hutan pinus yang berada di sebelah barat ibukota Athena. Angin yang berhembus cepat membuat kobaran api terus merambat hingga ke area tepi laut di mana di sana banyak dihuni oleh penduduk, kebakaran hutan menyebabkan suhu meningkat hingga 40 derajat celcius.

Hutan pinus memang sangat mudah terbakar karena kandungan terpentin yang ada di dalam batang dapat mudah terbakar meskipun dalam keadaan basah sekalipun. Selain di Yunani, Swedia juga mengalami kebakaran hutan. Kebakaran hutan ini sebagai akibat dari adanya gelombang panas dan juga kekeringan yang terjadi di wilayah Nordik, sehingga api dapat dengan mudah menyebar ke beberapa tempat di sekitar area kebakaran.

Itulah tadi daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan. Oleh karena itu kita wajib menjaga sikap seperti tidak sembarangan membakar sampah atau bermain api di wilayah yang mudah terbakar. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat.

, , ,
Oleh :
Kategori : Hutan
Video Edukasi

Bulan adalah satelit alami Bumi satu-satunya dan benda langit yang paling terang setelah Matahari. Bagaimana bila bumi tidak memiliki bulan? Simak videonya!

Rekomendasi Film

Inilah rekomendasi film science fiksi yang bikin kamu cerdas seketika karena bikin mikir banget!