Categories
Hutan

6 Ciri Ciri Hutan Hujan Tropis di Indonesia dan Persebarannya

Hutan tersebar hampir di seluruh dunia, mulai wilayah beriklim sedang hingga daerah khatulistiwa, jenis hutan pun bermacam macam mulai dari hutan homogen yang sering dijumpai di daratan eropa dan amerika utara hingga hutan tropica atau lebih dikenal dengan nama hutan hujan tropis. Karena hutan merupakan sekumpulan tumbuhan yang membentuk sebuah bioma, maka tentu saja memerlukan sinar matahari dalam perkembangannya.

Bumi berputar pada sumbunya dengan kemiringan hingga 23.5 derajat, hal ini menyebabkan matahari tidak selalu menyinari wilayah yang berada pada garis lintang tinggi sehingga terjadinya berbagai musim seperti semi, panas, gugur dan dingin. Sementara itu, untuk wilayah disekitar garis khatulistiwa menerima sinar matahari stabil sepanjang tahun dan hal ini menjadikan daerah tropis memiliki hutan dengan keanekaragaman hayati tinggi.

Pengertian Hutan Hujan Tropis

hutan hujan tropisHutan hujan tropis merupakan sekumpulan pohon dan berbagai tanaman yang membentuk sebuah bioma hutan dengan suhu hangat, lembab dan curah hujan tinggi dan terletak di sekitar garis khatulistiwa yakni antara 23.5 derajat LU hingga 23.5 derajat LS. Namun berdasarkan pengamatan hutan hujan tropis terkonsentrasi terutama antara 10 derajat LU hingga 10 derajat LS.

Dengan melihat posisi berdasarkan garis lintang, maka hutan hujan tropis hanya berada di wilayah asia tenggara terutama Indonesia, malaysia dan thailand, wilayah afrika terutama di negara kongo sekitarnya serta pada wilayah lembah sungai amazon yang meliputi negara brazil, venezuela, kolombia dan bolivia.

Karena kondisi wilayah khatulistiwa sangat mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup maka sumber daya hayati yang ada didalamnya sangat banyak, lebih dari setengah spesies flora dan fauna dunia tersebar di hutan hujan tropis, sebagian dari tumbuh tumbuhan yang ada disana dapat dikembangkan menjadi obat obatan. Itulah kenapa hutan tropis sering dijuluki “Laboratorium farmasi terbesar dunia” karena 25 persen obat modern bersumber dari tanaman yang ada di hutan tropis ini.

Karakteristik Hutan Hujan Tropis

Wilayah tropis selalu terkena sinar matahari sepanjang tahun karena posisinya tepat berada ditengah sehingga cenderung tidak terpengaruh oleh gerak semu tahunan matahari. Pada bulan desember ketika sinar matahari dominan di belahan bumi selatan, daerah khatulistiwa tetap dapat dijangkau oleh sinar matahari, begitu juga sebaliknya pada bulan juni ketika belahan bumi utara dominan terkena sinar matahari.

Suhu yang selalu hangat ditambah curah hutan tahunan yang tinggi (200 hingga 350 cm) menyebabkan semua jenis tumbuhan dapat hidup, begitu juga dengan hewan. Berikut ciri ciri hutan hujan tropis beserta penjelasannya.

1. Memiliki Pohon Tinggi Berdaun Lebat

Karena penyinaran matahari berlangsung sepanjang tahun maka memungkinkan pepohonan dapat tumbuh dengan optimal sehingga memiliki batang yang tinggi serta berdaun lebat membentuk kanopi. Ketinggian pohon yang terdapat pada hutan hujan tropis bisa mencapai 50 meter dan berdiamater besar dan memiliki tingkatan atau strata mulai dari paling atas hingga tingkatan terrendah berupa tanaman pendek penutup lantai hutan.

2. Kelembapan Udara Tinggi

Faktor yang menyebabkan-nya yakni curah hujan tinggi dan relatif rata sepanjang tahun sehingga tidak memiliki musim kemarau yang nyata dan umumnya bulan kering kurang dari 3 bulan. Tanah hutan hujan tropis menyimpan cadangan air yang berlimpah. Tingkat kelembapan yang tinggi sebenarnya disebabkan oleh banyaknya uap air yang berasal dari daun menguap ke atmosfer, selain itu kerapatan vegetasi dan suhu hangat menjadi salah satu faktor pemicu tingkat kelembapan udara.

3. Memiliki Vegetasi Tanaman Berlapis

Pada hutan hujan tropis hampir tidak ditemukan celah kosong antara lantai hutan dan pepohonan tinggi, karena diantaranya juga terdapat berbagai tanaman dengan ketinggian yang berbeda membentuk tingkatan/ strata A hingga E. Pada tingkat A terdiri atas pohon dengan ketinggian lebih dari 30 meter, pohon berbatang lurus dan bersifat tidak menyukai naungan.

Sementara itu tingkatan B terdiri dari pohon pohon yang memiliki banyak cabang dan bersinggungan satu sama lain dan membentuk semacam kanopi/ penutup, memiliki ketinggian berkisar antara 20 hingga 30 meter. Pada tingkatan C tersusun atas pohon dengan ketinggian antara 4 hingga 20 meter, memiliki banyak ranting yang membentuk tajuk pohon sangat rapat.

Selanjutnya pada tingkatan D terdiri atas anak pohon, berbagai macam tanaman herba, palm dan paku pakuan besar dan memiliki ketinggian hingga 4 meter dari atas permukaan tanah, dan yang terakhir tingkatan E yang merupakan lapisan tanaman pendek yang berperan sebagai penutup lantai hutan seperti lumut, jamur dan jenis perdu.

4. Sinar Matahari Tidak Mampu Menjangkau Dasar Hutan

Karena tersusun atas berlapis lapis vegetasi mulai dari strata A hingga E dan membentuk kanopi dan tajuk yang sangat rapat membuat sinar matahari tidak mampu menjangkau lantai hutan sehingga menjadikan tanah sangat lembap dan banyak ditumbuhi lumut dan jamur.

5. Terdapat Genangan Air Di Dasar Hutan

Terutama sering terjadi pada saat musim hujan dimana hampir setiap hari air hujan mengguyuri hutan dan tanah sudah dalam kondisi jenuh untuk menyerap air sehingga membentuk suatu genangan yang juga terdapat biota didalamnya.

6. Memiliki Daya Regenerasi Tinggi

Secara alamiah hutan hujan tropis memiliki kemampuan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi, misalnya terdapat pohon tumbang karena terjangan angin membuat tajuk tersibak/ terbuka sehingga sinar matahari dapat mencapai dasar hutan, kondisi seperti ini menyebabkan tumbuhnya berbagai semak, terna dan anakan pohon yang kelak menjadi tinggi dan membentuk tajuk rapat seperti sebelumnya.

Namun perlu digarisbawahi, regenerasi seperti itu dapat terjadi jika kerusakan terjadi dalam skala kecil oleh alam, bukan kerusakan yang disebabkan oleh intervensi manusia. Hutan juga tropis yang rusak karena tindakan manusia maka siklus regenerasi seperti diatas akan terhenti.

Persebaran

Hutan hujan tropis di Indonesia banyak tersebar di daerah kalimantan dan daerah papua yang memiliki hutan yang sangat luas.

Penutup

Hutan hujan tropis memiliki iklim bertipe A dan B (berdasarkan klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson), sehingga dapat dikatakan selalu berada pada daerah yang basah dan umumnya memiliki jenis tanah Latosol, Podsol, Regosol, dan Aluvial. Memiliki drainase yang baik dan jauh dari daerah pantai.

Hutan hujan tropis merupakan salah satu vegetasi tertua dunia yang sudah ada sejak zaman Devon (350 juta tahun yang lalu), memiliki kekayaan hayati yang sangat beragam dan menjadi rumah bagi sebagian besar hewan darat terutama hewan endemik dan langka. Untuk itulah eksistensi hutan hujan tropis perlu dijaga dari berbagai kerusakan terutama dari campur tangan manusia.

Mengingat fungsi hutan yang vital, maka seluruh masyarakat harus menjaga salah satu jenis sumber daya alam yang dapat diperbaharui ini. Pemerintah berperan penting dalam pelestarian hutan hujan tropis dengan membuat peraturan yang ketat dan tegas terkait pelanggaran yang menyebabkan kerusakan pada hutan hujan tropis, selain itu hewan hewan langka di ada disana juga perlu dilindungi dengan melakukan pemberdayaan masyarakat dan mengajak untuk bersama sama menjaga kelestarian hutan.