7 Penyebab Kelangkaan Air Bersih yang Perlu Ditanggulangi

Apa saja yang menjadi penyebab kelangkaan air bersih? Kelangkaan air bersih atau yang biasanya dinamakan dengan krisis air bersih adalah sebuah kekurangan dari salah satu sumber utama kehidupan manusia. Setiap kali ada sebuah daerah yang mengalami krisis atau kelangkaan air, berarti ia sedang mengalami krisis air bersih.

Kurangnya air bersih yang ada di suatu daerah tersebut sudah tentu akan berdampak pada kehidupan dan aktivitas yang berlangsung di daerah itu. Selain itu, konsep dari kelangkaan air bersih ini juga bisa mengacu pada sulitnya untuk mendapatkan air bersih. Kesulitan tersebut bisa timbul karena memang air bersih di daerah tersebut sulit untuk ditemukan atau jarak untuk bisa mendapatkannya sangat jauh.

Beberapa faktor yang memiliki peran penting di dalam penyebab kelangkaan air bersih adalah iklim, peningkatan polusi, dan juga penggunaan air secara berlebihan. Tidak kurang dari 2,7 miliar masyarakat Indonesia memiliki potensi untuk mengalami kelangkaan air setiap tahunnya.

Lalu apa saja yang menjadi penyebab kelangkaan air bersih? Berikut ini akan kami berikan jawabannya.

1. Polusi air

Penyebab pertama mengalami suatu daerah mengalami kelangkaan air adalah karena polusi air. Polusi air ini juga bisa menjadi faktor penyebab lahan kritis oleh manusia dan juga alam. Salah satu sumber polusi air yang muncul adalah pestisida serta pupuk yang hanyut.

Selain itu, pencemaran air tanah tersebut juga bisa disebabkan oleh limbah industri dan juga sampah yang langsung dibuang ke sungai tanpa mengalami proses pengolahan sebelumnya. Masih ada faktor lain yang masih berhubungan dengan polusi air yaitu minyak yang ada di dalam tanah maupun juga kebocoran limbah yang berpotensi dapat meresap ke dalam tanah.

Jika kondisi ini terus menerus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin daerah tersebut akan mulai mengalami masalah kelangkaan air bersih. Maka dari, hindari melakukan aktivitas apapun yang berpotensi menimbulkan pencemaran air.

2. Overpopulasi

Peningkatan populasi atau yang disebut overpopulasi juga bisa menyebabkan suatu daerah mengalami kelangkaan air bersih. Ditambah lagi dengan pertumbuhan industri yang juga begitu cepat yang menyebabkan perubahan pada ekosistem air. Hal ini berdampak pada hilangkan keanekaragaman hayati.

Pada saat populasi sudah semakin meningkat, otomatis permintaan terhadap sumber daya pun juga akan meningkat. Hal ini membuat tekanan terhadap sumber daya yang tersedia, termasuk juga sumber daya air bersih yang ada di daerah tersebut. Maka dari itu, jika jumlah atau kuantitas atau kapasitas dari sumber daya air tidak dapat memenuhi kebutuhan populasi yang ada, maka dampaknya adalah kelangkaan air bersih.

3. Penggunaan air secara berlebihan

Seperti apa yang sudah kami jelaskan di atas bahwa salah satu penyebab kelangkaan air bersih adalah penggunaan air yang berlebihan. Mungkin masalah ini bisa dikatakan sebagai salah satu masalah besar yang kita hadapi saat ini. Bahkan, terkadang orang tidak sadar atau tidak peduli bahwa sebenarnya yang ia lakukan adalah membuang air yang bisa digunakan untuk kebutuhan yang lainnya.

Biasanya, penggunaan air secara berlebihan tersebut digunakan untuk hewan, tanah, maupun juga manusia. Selain itu, penggunaan air berlebihan ini  juga terkadang dilakukan oleh tempat rekreasi yang bertema air yang mungkin saat itu tidak sadar bahwa sedang mubazir air (membuang-membuang air).

4. Pertanian

Faktor pertanian juga bisa mengakibatkan kelangkaan air bersih. Perlu anda tahu bahwa mayoritas air tawan digunakan untuk pertanian. Hal yang mengejutkan adalah lebih dari 60% air terbuang untuk sektor pertanian yang kurang efisien dan juga karena sistem irigasi yang bocor. Bukan hanya itu saja, limbah pertanian yang terjadi juga bisa berupa pestisida dan juga pupuk.

Kedua limbah tersebut tersapu atau hanyut menuju sungai dan juga danau yang kemudian menyebabkan terpengaruhnya ekosistem air yang ada di daerah tersebut. Kondisi ini kemudian mengakibatkan terpengaruhnya populasi manusia dan juga hewan dimana mereka akan mulai kesulitan di dalam mendapatkan air bersih.

5. Konflik

Apakah anda juga tahu bahwa konflik juga menjadi salah satu penyebab kelangkaan air bersih? Konflik tersebut terjadi karena perebutan lahan. Mungkin kita sering mengetahui sengketa lahan yang terjadi di suatu daerah yang mana kondisi ini mengakibatkan sulitnya mengakses air di daerah yang mengalami sengketa atau konflik tersebut.

Bahkan, dalam kasus yang parah seseorang bisa melayang nyawanya alias mati jika ia sampai mengambil air di daerah sengketa. Ia akan menerima kekerasan jika sampai ketahuan mengambil air bersih di sana. Kondisi seperti ini juga bisa memicu terjadinya polusi air seperti yang sudah kami jelaskan di poin sebelumnya.

6. Jarak

Ada beberapa daerah, baik di Indonesia maupun juga di negara lain yang mana jarak antara daerah tersebut dengan air bersih sangat jauh. Bahkan, jarak yang harus mereka tempuh sampai lebih dari 15 km untuk bisa mendapatkan air bersih yang akan mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

Belum lagi akses jalan menuju tempat tersebut juga sangat buruk sehingga menyebabkan semakin sulitnya mendapatkan air bersih. Daerah yang terkenal jauh dengan akses air bersih adalah daerah yang terpencil atau pelosok dan juga gurun. Jika seperti ini, maka yang mereka butuhkan adalah bantuan pemerintah agar supaya bisa mendapatkan pasokan air bersih atau dibuatkan rute tercepat untuk mengakses air di tempat yang jauh tersebut.

7. Kekeringan

Penyebab kelangkaan air bersih yang terakhir adalah karena faktor kekeringan. Kekeringan disebabkan karena suatu daerah tersebut mengalami curah hujan yang jarang. Kondisi ini menimbulkan daerah tersebut semakin mengalami penipisan jumlah air yang semakin lama akan menipis untuk kebutuhan manusia.

Bahkan, ada beberapa daerah yang mendapatkan label sebagai daerah kering abadi. Sementara daerah lain mengalami kekeringan hanya di waktu tertentu saja, seperti musim kemarau. Kekeringan seperti ini bisa terjadi di hampir seluruh dunia.

Bagaimana cara mengatasinya? Sebenarnya tidak begitu banyak cara yang bisa dilakukan. Namun salah satu yang seringkali dijadikan solusi oleh pemerintah adalah membuat hujan buatan dengan mengguyurkan atau menuangkan air dalam jumlah yang sangat banyak dari atas.

, ,
Oleh :
Kategori : Hidrologi