Categories
Gunung

Gunung yang Dianggap Suci Oleh Penduduk Jepang

Negara Jepang dikenal sebagai salah satu negara maju di dunia. Berbagai macam teknologi telah berhasil diciptakan di negara yang mendapat julukan sebagai negara matahari terbit tersebut.

Dibalik kehidupan masyarakatnya yang modern, ternyata sebagian besar penduduk Jepang masih menjaga dan melestarikan kebudayaan serta tradisi yang telah ada sejak ribuan tahun yang lalu.

Tidak heran jika di negara ini masih banyak ditemukan rumah-rumah kuno hingga kuil yang dijadikan tempat berdoa, yang kondisinya masih terawat dengan sangat apik.

Jika diperhatikan lebih jauh, kepercayaan penduduk Jepang terhadap keberadaan dewa-dewa sangat kuat. Itulah mengapa ada banyak kuil dan bahkan beberapa diantaranya dianggap sakral yang sering dikunjungi penduduk Jepang untuk berdoa.

Tidak hanya kuil saja, penduduk Jepang juga menganggap benda-benda mati dianggap sebagai benda suci dan harus dihormati, salah satunya yakni gunung.

Bagi penduduk Jepang gunung merupakan tempat suci. Ada tiga gunung di Jepang yang dianggap gunung suci yakni Gunung Fuji, Gunung Tate, dan Gunung Haku. Ketiga gunung tersebut lebih dikenal dengan sebutan Sanreizan.

Sanzeiran sendiri diartikan sebagai tempat pemujaan sakral bagi penduduk yang menyembah gunung. Bahkan para penduduk Jepang percaya jika gunung Fuji, gunung Tate, dan gunung Haku mempunyai kekuatan spiritual yang mengalir dari gunung itu sendiri, untuk kemudian melewati sungai-sungai dan berakhir di kaki gunung lalu tersebar hingga ke dataran rendah di sekitarnya.

Untuk mengetahui lebih jauh gunung yang dianggap suci oleh penduduk Jepang, mari simak pembahasannya di bawah ini!

1. Gunung Fuji

Siapa yang tidak mengenal gunung Fuji. Gunung ini dianggap sebagai salah satu ikon penting negara Jepang yang terkenal hingga ke penjuru dunia. Bahkan banyak wisatawan lokal maupun internasional berkunjung ke gunung ini melakukan pendakian ataupun menikmati keindahan yang dimilikinya.

Gunung Fuji memiliki tinggi mencapai 3.775 meter di atas permukaan laut dan menjadikannya sebagai salah satu gunung tertinggi di Jepang. Bahkan gunung ini telah terdaftar sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO di tahun 2013.

Gunung yang berada di prefektur Shizuoka dan Yamanashi ternyata termasuk sebagai gunung berapi yang puncaknya selalu tertutup oleh salju.

Selama ribuan tahun, penduduk Jepang menganggap gunung Fuji sebagai tempat suci. Bahkan menurut legenda, seorang pertapa saleh dan terkenal bernama Hasegawa Kokugyo (1541-1646) melakukan pendakian hingga ke bagian puncak gunung sebanyak lebih dari 100 kali.

Pencapaiannya tersebut membuat terbentuknya Fuji-ko yakni kelompok pemuja gunung Fuji. Kelompok atau sekte tersebut membuat monumen batu serta melakukan puasa. Namun sekte tersebut dilarang oleh Keshogunan Tokugawa karena dianggap terlalu fanatik.

Meskipun begitu, hingga saat ini masih banyak masyarakat Jepang yang tetap mempertahankan tradisi untuk tetap memuja dan menghormati gunung Fuji.

2. Gunung Tate

Gunung Tate terletak di prefektur Toyama yang memiliki tinggi hingga puncak mencapai 3.015 meter di atas permukaan laut. Menurut sejarah, gunung Tate pertama kali didaki oleh Saeki no Ariyori selama periode Asuka Jepang.

Gunung Tate termasuk gunung berapi dan pernah mengalami letusan kecil dan tercatat letusan terakhir terjadi pada tahun 1839. Hal yang menarik dari gunung Tate yakni terdapat onsen atau tempat pemandian air panas di Murododaira.

Murodo sendiri telah dijadikan sebagai tempat meditasi dan berdoa bagi beberapa penduduk Jepang dalam rangka bentuk pemujaan terhadap gunung Tate. Tidak hanya itu saja, terdapat Mikurigaike yakni sebuah kolam yang airnya diyakini sebagai air suci untuk memasak makanan bagi para dewa gunung.

Uniknya air di Mikurigaike akan berubah warna menjadi biru kobalt dan memantulkan bayangan gunung Tate di sekitar bulan Juni.

Selain itu, gunung Tate mempunyai kawasan yang dikenal dengan sebutan Jigokudani atau Lembah Neraka. Di kawasan ini terdapat awan panas yang berasal dari gunung berapi serta bau sulfur yang amat kuat.

Pada bagian puncak gunung terapat sebuah kuil bernama Kuil Oyama yang sering dijadikan tempat berdoa oleh para pendaki yang datang mengunjungi gunung ini sambil menikmati sake hangat.

3. Gunung Haku

Gunung Haku merupakan gunung berapi aktif yang memiliki tinggi mencapai 2.702 meter di atas permukaan laut. Gunung ini bertipe stratovolkano yang terletak di perbatasan antara Fukui, Gifu, dan Ishikawa.

Gunung ini telah aktif sejak 300.000 hingga 400.000 tahun yang lalu dengan letusan terakhirnya terjadi pada tahun 1659. Dalam kanji Jepang, nama gunung ini diartikan sebagai Gunung Putih dan dianggap sebagai salah satu dari tiga gunung suci di Jepang.

Istilah Gunung Putih ini bukan tanpa sebab. Gunung ini selalu terlihat tertutup oleh salju sehingga membuat gunung Haku terlihat menjadi berwarna putih. Bagi para pecinta olahraga, gunung ini sering didatangi oleh para pemain ski dan snowboard baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Sejak zaman dahulu, penduduk Jepang telah menganggap gunung Haku sebagai tempat yang sakral. Menurut sejarah, gunung Haku pertama kali didaki oleh pengikut Shinto Taicho di tahun 717. Lambat laun kelompok ini memiliki banyak pengikut untuk memuja gunung Haku.

Bahkan di bagian puncak gunung Haku terdapat Shiraakawago yang dianggap sakral dan juga ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.

Tidak hanya itu saja, gunung Haku memiliki jalur pendakian yang sangat terkenal bernama Hakusan Super Rindo dengan panjang mencapai 33,3 km. Ini merupakan jalan tol pegunungan yang berada lebih dari 1.400 meter di atas permukaan laut.