Categories
Gunung

6 Gunung di Nusa Tenggara, Salah Satunya Pernah Tergambar di Uang Kertas

Pulau – pulau di Indonesia memberikan pesona serta keindahan tersendiri yang belum tentu bisa ditemukan di tempat lain. Untuk mempermudah pengelompokkannya, dibagilah menjadi beberapa bagian dan salah satunya bernama kelompok Sunda Kecil. Kelompok Sunda Kecil ini meliputi pulau yang berada di sebelah timur Pulau Jawa yaitu Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Jika mendengar ketiga pulau tersebut pasti yang terlintas di benak kita yaitu keindahan pantainya. Padahal kenampakan alam yang mereka miliki tidak hanya pantai atau dataran rendah saja, namun juga terdapat kenampakan alam lain seperti gunung.

Sama seperti di Bali, gunung – gunung yang ada di Nusa Tenggara juga beberapa diantaranya masuk ke dalam gunung api. Dan tentunya memiliki karakteristik gunung yang berbeda antara satu dengan lainnya. Tidak heran jika bagi para pecinta alam sejati pasti tidak akan melewatkan momen untuk melakukan pendakian tersebut. Jika sebelumnya telah dibahas mengenai Gunung di Bali, kali ini kita akan membahas gunung – gunung yang terdapat di Nusa Tenggara beserta penjelasannya. Ada gunung apa saja? Mari kita simak!

1. Gunung Rinjani

Siapa yang tidak kenal gunung yang satu ini. Gunung yang berada di Nusa Tenggara Barat ini ternyata masuk ke dalam daftar gunung tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatra dan Gunung Puncak Jaya di Papua. Tinggi Gunung Rinjani mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut dan cukup mendominasi pulau Lombok di bagian utara. Maka tidak heran jika setiap tahunnya banyak pendaki baik yang berasal dari dalam maupun luar Indonesia berkunjung untuk menaklukkan serta menikmati keindahan Lombok dari atas.

Jika berhasil sampai di atas puncak Gunung Rinjani, bisa dilihat di bagian barat terdapat kaldera yang cukup luas yang berukuran 3.500 x 4.800 meter yang terbentang dari arah timur hingga barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak yang begitu mempesona yang memiliki luas sekitar 11.000.000 m2 dan kedalaman 230 meter. Pesona keindahan Segara Anak ini pernah tergambar pada pecahan uang 10 ribu yang pernah dikeluarkan oleh Bank Indonesia di tahun 1998.

2. Gunung Kelimutu

Keindahan dari Gunung Kelimutu sudah tidak diragukan lagi keberadaannya. Gunung Kelimutu berada di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, memiliki tinggi sekitar 1.639 meter di atas permukaan laut. Nama Kelimutu sendiri berasal dari dua kata yaitu “keli” yang artinya gunung dan “mutu” berarti mendidih. Yang menjadi daya tarik dari Gunung Kelimutu ini yaitu terdapat 3 danau yang terbentuk dari letusan Gunung Kelimutu beberapa waktu yang lalu. Masing – masing danau memiliki warna yang berbeda yaitu merah, biru dan putih, seiring berjalannya waktu danau – danau tersebut juga mengalami perubahan warna. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, danau tiga warna tersebut merupakan tempat tinggalnya para roh yang telah meninggal, selain itu mereka juga percaya jika danau mengalami perubahan warna, penduduk sekitar harus memberikan sesajen untuk diberikan kepada para arwah orang yang telah meninggal.

3. Gunung Tambora

Gunung Tambora memberikan catatan tersendiri bagi perkembangan sejarah di dunia. Bagaimana tidak, saat meletus di tahun 1815 abu yang berasal dari dalam Gunung Tambora menyebar hampir ke seluruh dunia bahkan suhu udara mengalami penurunan antara 0,4 – 0,7 derajat celcius sebab sinar matahari terhalangi oleh debu selama beberapa hari. Dampak lain yang dihasilkan yaitu kelaparan akibat gagal panen serta penyakit, jika ditotal seluru korban akibat letusan Gunung Tambora baik langsung maupun tidak langsung sekitar 71.000 hingga 100.000 jiwa. Diketahui tinggi Gunung Tambora sebelum meletus yaitu 4.300 meter dan sekarang telah berkurang menjadi 2.722 mdpl. Meskipun begitu keindahan Gunung Tambora bisa kita rasakan seperti hutan dataran rendahnya hingga pegunungannya. Pada tanggal 11 April 2015 Gunung Tambora yang berada di Sumbawa ini telah tercatat sebagai Taman Nasional Tambora.

4. Gunung Sangeang Api

Gunung Sangeang Api berada di sebelah timur laut Sumbawa di Laut Flores dan masuk di kawasan pulau Sangeang yang secara administratif termasuk wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Gunung Sangeang Api yang memiliki dua kerucut vulkanik yaitu Doro Api dengan tinggi 1.949 meter dan Doro Mantoi yang memiliki tinggi 1.795 meter, termasuk gunung berapi paling aktif. Letusan pertama pernah terjadi pada tahun 1512 dan di tahun 1989 pernah mengalami letusan hingga 17 kali. Dan pernah meletus kembali di tahun 2012 di bulan Desember dan Mei 2014.

5. Gunung Egon

Gunung Egon pernah menjadi gunung api yang pernah meletus dengan cukup dasyat, hal itu terbukti dari adanya kawah yang cukup luas dan lebar. Gunung Egon berada di wilayah timur Maumere atau sekitar 30 km dari pusat ibu kota, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Letusan dasyat terakhir pernah terjadi di tahun 1925 dan pernah meletus lagi di tahun 2008, dan sempat dinaikkan ke level siaga pada tahun 2016 lalu akibat menaiknya aktivitas vulkanis. Meskipun terdaftar sebagai gunung berapi aktif, Gunung Egon masih mempunyai daya tarik tersendiri bagi para pecinta alam yang ingin mencoba mendaki gunung tersebut. Dengan tinggi mencapai 1.703 meter terdapat dua jalur pendakian jika ingin mencoba mendaki gunung ini, pertama melewati Posko Pengamat Gunung Egon dan yang kedua melalui Desa Blidit.

6. Gunung Rokatenda

Gunung yang berada di Pulau Palu’e, sebelah utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur ini memiliki nama lain yaitu Gunung Paluweh. Gunung Rokatenda mempunyai tinggi sekitar 875 meter dan termasuk tipe gunung strato. Pernah mengalami letusan hebat pada tanggal 4 Agustus hingga 25 September 1928 dan mengakibatkan tsunami disusul oleh gempa vulkanik. Letusan kembali terjadi di tanggal 23 Maret 1985 dan menghasilkan debu vulkanis mencapai 2 km dan mengeluarkan material dari dalam perut bumi hingga 300 meter di atas puncak gunung. Terakhir Gunung Rokatenda meletus di tahun 2013 dan menewaskan sebanyak 6 orang akibat awan panas, letusan itu juga disertai semburan batu kerikil, abu vulkanik dan gempa vulkanik.

Itulah tadi beberapa gunung yang terdapat di Nusa Tenggara. Tidak heran jika semua gunung tadi termasuk gunung api sebab wilayah Sunda Kecil berada di kawasan Cincin Api atau Ring of Fire. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat.