9 Faktor Penentu Lokasi Industri yang Perlu Diperhatikan

Ada beberapa klasifikasi industri di Indonesia. Keputusan untuk mendirikan suatu industri atau perusahaan di suatu tempat bergantung pada berbagai faktor. Keberadaan industri bisa terjadi karena adanya permintaan akan suatu barang dan jasa. Pertimbangan aksesibilitas lokasi industri serta faktor lain seperti kebijakan perusahaan hingga peraturan pemerintah mempengaruhi sebuah lokasi industri dalam memilih lokasi usahanya.

Dalam alur produksi, ketersediaan bahan baku dan energi mempengaruhi proses penentuan lokasi. Misalnya ketersediaan sumber energi seperti misalnya sumber pertanian dan jenis-jenis tanah maka akan mempengaruhi industri pengolahan hasil pertanian. Begitu pula sumber seperti air, minyak, emas, dan tembaga mempengaruhi industri yang berkaitan dengan faktor bahan baku. Begitu pula dengan industri jasa yang memilih perkotaan sebagai tempat untuk melangsungkan usaha jasa dan perdagangan.

Selain itu aksesibilitas berupa infrastruktur jalan, alat angkut seperti kapal laut juga mempengaruhi pemilihan tempat. Selain itu hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia yakni meliputi rencana tata ruang dan wilayah baik di tingkat lokal atau nasional mempengaruhi pemberian izin lokasi. Peraturan mengenai analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang cukup ketat di Indonesia membuat industri harus melengkapi sejumlah persyaratan berupa izin agar tidak hanya produktif namun ramah terhadap lingkungan.

Pada prinsipnya lokasi industri dapat dipengaruhi oleh pertimbangan ekonomi, lingkungan, kebijakan, dan ketersediaan sumber daya. Berikut adalah beberapa faktor penentu lokasi industri tersebut:

1. Bahan Baku

Ketersediaan bahan baku menjadi faktor yang penting sebab menjadi bahan dasar dalam menghasilkan suatu barang dan produk. Ketika suatu lokasi industri dekat dengan akses bahan baku, maka kelancaran produksi akan lebih terjamin. Sebagai contoh, lokasi industri semen idealnya dekat dengan penghasil batu kapur. Industri tembakau harus berada di daerah pegunungan, dan industri pengolahan ikan harus dekat dengan laut dan pelabuhan.

2. Topografi dan Iklim

Menentukan lokasi industri harus mempertimbangkan topografi dan kondisi lingkungan, seperti lokasi industri dengan topografi datar dan pegunungan yang berpengaruh dalam penentuan lokasi. Topografi daerah di Indonesia beragam yakni meliputi dataran rendah yang berada di daerah pesisir ataupun daerah pegunungan. Selain itu penentuan iklim yang harus diperhatikan pada industri pertanian dan peternakan.

3. Transportasi dan Infrastruktur

Lokasi industri sangat tergantung pada fasilitas transportasi dan infrastruktur. Misalnya mempertimbangkan lokasi dan jenis fasilitas transportasi untuk membawa material baku atau yang telah menjadi olahan seperti kereta api, truk, ataupun kapal laut. Biaya masing – masing transportasi juga perlu dilihat misalnya biaya perjalanan atau bongkar muat. Akses ke daerah pemasaran juga dibutuhkan misalnya akses ke perkotaan dan perdesaan dalam industri makanan, ataupun barang.

4. Ketersediaan Tenaga Kerja

Lokasi industri juga perlu mempertimbangkan tenaga kerja yang terampil untuk perkembangan industri. Selain itu kebijakan pemerintah mengenai upah minimum regional yang berbeda – beda satu sama lain dapat diperhatikan. Industri yang bergerak jauh dari pusat kota biasanya memiliki upah minimum yang lebih rendah dibandingkan dengan yang berada di pusat kota ataupun ibukota provinsi. Kualitas tenaga kerja harus direkrut berdasarkan keterampilan teknis yang memadai. Dalam beberapa contoh, terdapat industri yang membutuhkan suplai tenaga kerja yang banyak maka perlu diletakkan di daerah dengan ketersediaan jumlah penduduk di daerah tersebut. Karena berkaitan dengan kebijakan pemerintah lokal, terdapat aturan industri harus memberi lapangan pekerjaan kepada penduduk yang ada di daerah tersebut.

5. Layanan Publik

Keberadaan layanan publik yang memadai pada daerah industri mempengaruhi kehidupan industri dan pekerja yang ada. Kebutuhan akan penyediaan fasilitas pendidikan kesehatan, transportasi, pelatihan, pasar, dan akses yang memadai mempengaruhi ekonomi dan kesejahteraan pekerja yang ada.

6. Pasar dan Konsumen

Industri dibangun untuk memenuhi kebutuhan pasar yakni memproduksi barang dan jasa. Hal tersebut yang menjadi alasan mempertimbangkan faktor pasar dan konsumen dalam kegiatan industri. Jika konsumen membutuhkan banyak suplai produk atau jasa, berarti industri harus memenuhi kebutuhan dalam jumlah yang banyak dan cepat. Selain itu pemasaran yang dilakukan harus sesuai dengan target yakni kemampuan ekonomi konsumen yang ada dan kondisi geografis dari konsumen tersebut.


Dalam ilmu ekonomi, terdapat strategi pemasaran yang harus diperhatikan berdasarkan faktor yang mempengaruhi. Pertama adalah faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing, dan masyarakat. Kedua, faktor makro yaitu demografi, hukum dan kebijakan daerah, teknologi dan sosial budaya. Sedangkan strategi pemasaran dikenal dengan istilah 4P yakni promosi, place (tempat yang strategis), produk, dan price (harga yang kompetitif. Sedangkan dari sudut pelanggan dikenal dengan istilah 4C yaitu kebutuhan dan keinginan, biaya pelanggan, kenyamanan dan komunikasi.

7. Teknologi

Teknologi memiliki peranan dalam dunia industri. Teknologi industri berkaitan dengan cara atau metode yang terus diperbarui. Misalnya penggunaan mesin modern yang akan menaikkan produktivitas. Selain itu penggunaan teknologi di bidang jasa tentu membutuhkan tenaga terampil yang memahami tentang teknologi saat ini. Dalam era revolusi industri 4.0 di Indonesia, penggunaan teknologi telah merubah sistem industri yang ada. Dampaknya adalah penggantian tenaga kerja dengan mesin dan konsep baru seperti sharing economy.

8. Keterkaitan antar Jenis Industri

Berkumpulnya berbagai jenis industri dalam suatu lokasi mempengaruhi biaya eksternal bagi sejumlah perusahaan yang ada di lokasi tersebut. Konsep aglomerasi yakni penghematan terjadi karena faktor eksternal dapat dinikmati oleh semua industri yang ada di lokasi tersebut. Misalnya daerah pelabuhan tempat lokasi bongkar muat, serta daerah perkotaan yang memiliki akses infrastruktur yang memadai.

9. Kebijakan Pemerintah

Pendirian industri juga merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun kebijakan tata kota dan rencana tata ruang dan wilayah mempengaruhi lokasi industri. Pembagian daerah dan zonasi merupakan kebijakan yang ada di Indonesia. Selain itu dalam menentukan lokasi industri terdapat sejumlah perizinan yang harus dipenuhi oleh industri seperti izin prinsip, izin lokasi, izin gangguan (ho), analisis mengenai dampak lingkungan, dan surat tanda terdaftar perusahaan. Kebijakan tersebut diberikan oleh pemerintah agar industri juga melihat aspek lingkungan dan daerah yang ada agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Bagi industri yang memiliki limbah dalam bentuk besar, harus memperhatikan pengolahan limbah agar tidak mencemarkan lingkungan.

Demikian penjelasan mengenai faktor penentu lokasi industri yang harus dipertimbangkan. Semoga bermanfaat.

, , , ,