Categories
Geografi Dasar

3 Perbedaan Skala Richter Dan Magnitudo

Selama ini kita pasti sering mendengar informasi mengenai gempa bumi yang pernah terjadi di suatu tempat. Besarnya intensitas gempa bumi biasanya diketahui dari seberapa besar skala gempa bumi yang telah tercatat dalam seismograf.

Perlu diketahui juga jika di dunia ini ada berbagai macam jenis skala gempa bumi, seperti skala Richter, skala Mercalli, skala Magnitudo, skala dan lain sebagainya. Setiap skala gempa bumi tersebut memiliki perbedaan di setiap skalanya termasuk pada skala Richter dan skala Magnitodo.

Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan mengenai perbedaan antara skala Richter dan skala Magnitudo.

Perbedaan Skala Richter Dan Skala Magnitudo

Penemu

Skala Richter

Skala Richter pertama kali diciptakan oleh Charles Richter pada tahun 1934. Skala Richter atau biasa disingkat SR menjadi skala gempa bumi yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Dikutip dari Survei Geologi Amerika Serikat, skala Richter juga dikenal dengan sebutan Magnitudo Lokal atau ML.

Skala Magnitudo

Skala Magnitudo diperkenalkan pertama kali oleh Tom Hanks dan Hiroo Kanamori pada tahun 1979 sebagai pengganti dari skala Richter. Skala Magnitudo atau dapat disingkat M menjadi skala gempa bumi paling akurat terutama bagi gempa bumi berskala besar.

Dasar Perhitungan

Skala Richter

Dasar perhitungan gempa menggunakan skala Richter menggunakan amplitudo. Namun perhitungan ini memiliki kelemahan yakni tidak dapat menggambarkan energi secara lengkap pada gempa terutama saat gempa bumi berada di atas kekuatan 6,0 maka perhitungan skala Richter tidak tepat atau tidak akurat.

Skala Magnitudo

Pada skala Magnitudo digunakan perhitungan berdasarkan pada sensor frekuensi broad band 0,002-100 Hz. Tidak heran jika skala Magnitudo memiliki keakuratan yang amat tinggi jika dibandingkan dengan skala Richter. Oleh karena itu BMKG telah menggunakan skala Magnitudo sejak tahun 2008, menggantikan skala Richter (SR).

Besarnya Skala

Skala Richter

Besarnya skala Richter antara lain:

  1. 2,0 atau kurang = gempa kecil dan tidak terasa.
  2. 2,0 – 2,9 = gempa tidak dapat dirasakan akan tetapi terekam oleh seismograf.
  3. 3,0 – 3,9 = terasa namun tidak dapat menimbulkan kerusakan.
  4. 4,0 – 4,9 = gempa dapat dirasakan dengan ditandai bergetarnya perabotan di ruangan, suara gaduh bergetar. Tingkat kerusakan tidak terlalu signifikan.
  5. 5,0 – 5,9 = umumnya terjadi kerusakan kecil pada bangunan yang memiliki konstruksi baik.
  6. 6,0 – 6,9 = dapat menyebabkan kerusakan hingga jarak 160 km.
  7. 7,0 – 7,9 = menimbulkan kerusakan serius dengan jangkauan kerusakan lebih luas.
  8. 8,0 – 8,9 = dapat mengakibatkan kerusakan serius sampai dengan ratusan mil.
  9. 9,0 – 9,9 = terjadi kehancuran hingga ribuan mil.
  10. 10,0 – 10,9 = dapat mengakibatkan kehancuran sebuah benua.

Skala Magnitudo

Sedangkan besarnya skala Magnitudo yakni:

  1. 2,5 atau kurang = umumnya tidak terasa, namun dapat direkam oleh seismograf.
  2. 2,5 – 5,4 = dapat dan sering dirasakan, akan tetapi hanya menyebabkan kerusakan kecil.
  3. 5,5 – 6,0 = dapat menyebabkan kerusakan ringan pada beberapa bangunan dan struktur lainnya.
  4. 6,1 – 6,9 = dapat menimbulkan banyak kerusakan pada daerah berpenduduk padat.
  5. 7,0 – 7,9 = terjadi gempa bumi besar dengan tingkat kerusakan serius.
  6. 8,0 atau lebih besar = gempa hebat, dapat menghancurkan komunitas yang berada dekat dengan pusat gempa.