Kenapa di Indonesia Tidak Ditemukan Fosil Dinosaurus?

Planet Bumi yang kita huni saat ini telah mengalami berbagai macam proses perubahan. Para ahli berpendapat jika perubahan tersebut dapat diketahui dari bentuk dan struktur batuan – batuan yang ada saat ini. Dari sana juga didapat berbagai macam informas termasuk tentang asal usul dari Planet Bumi. Para ahli percaya jika pada awal terbentuknya Planet Bumi hanya mikroorganisme primitif yaitu bakteri dan ganggan saja yang dapat hidup di Bumi. Hal ini didukung dari penemuan batu yang berusia 3,8 milyar tahun atau dapat dikatakan sebagai Masa Arkeozoikum.

Bumi terus mengalami perkembangan hingga menjadi suatu planet yang ideal untuk dapat dihuni oleh beberapa makhluk hidup. Menurut skala waktu relatif, proses perkembangan Bumi terbagi menjadi 4 kelompok besar, yaitu dimulai dari zaman Arkeozoikum, masa Paleozoikum, masa Mesozoikum dan yang terakhir adalah masa Kenozoikum. Dari keempat masa atau era tersebut tentu memiliki ciri hingga makhluk hidup yang berbeda – beda di setiap zamannya. Salah satu makhluk hidup yang terkenal dan pernah menjadi penghuni Bumi yaitu dinosaurus.

Sebagian besar dari kita sudah tidak asing dengan makhluk hidup yang satu ini. Meskipun kita tidak pernah melihatnya secara langsung wujud asli dari hewan tersebut, kita masih dapat melihatnya serta memvisualisasikannya dalam bentuk fosil yang telah disimpan di museum ataupun animasi – animasi yang telah ada. Dinosaurus sendiri digolongkan sebagai makhluk bertulang belakang (vertebrata) golongan reptil. Pada akhir tahun 2015 setidaknya ada lebih dari 1.600 genera dari dinosaurus yang telah diketahui.

Bukti tentang adanya makhluk purba yang pernah hidup di Bumi yaitu dengan ditemukannya tulang dinosaurus pertama pada tahun 1677 oleh Robert Plot. Namun, saat itu Plot menduga bahwa tulang yang dia temukan merupakan tulang manusia raksasa. Pada tahun 1824, seorang profesor geologi dari Universitas Oxford yang bernama Wiliam Buckland mengatakan jika tulang seperti gigi, rahang dan juga tungkai yang ditemukan merupakan tulang dari kadal karnivora dan Buckland menamainya dengan sebutan Megalosaurus. Lalu jika muncul pertanyaan kapan istilah dinosaurus digunakan?

Penelitian mengenai fosil – fosil terus berlanjut hingga muncullah seorang ilmuwan dari Inggris yang bernama Richard Owen. Owen telah melakukan penyelidikan mengenai fosil tersebut sejak tahun 1930-an dan mandapatkan hasil bahwa terdapat fosil – fosil kadal raksasa yang belum mempunyai nama. Hingga akhirnya pada tahun 1942, Richard Owen mengkelompokkan fosil kadal – kadal tersebut dalam grup Dinosauria. Sejak itulah semua hewan yang telah punah dikenal dengan nama dinosaurus.

Menurut sejarah, dinosaurus ada pada Era Mesozoik atau masa Mesozoikum yaitu sekitar 252 sampai dengan 66 juta tahun yang lalu. Sedangkan untuk masa Mesozoikum sendiri terbagi menjadi 3 periode yaitu periode Triassic (252 sampai dengan 201 juta tahun yang lalu), periode Jurassic (201 sampai dengan 145 juta tahun yang lalu) dan periode Cretaceous (145 sampai dengan 66 juta tahun yang lalu). Namun, kemunculan dinosaurus ternyata sudah ada sejak periode Triassic di mana pada periode tersebut sudah banyak muncul hewan – hewan di darat.

Di periode yang sama, kondisi Bumi saat itu terdiri atas sebuah daratan yang berukuran sangat luas dan besar diberi nama Benua Pangea. Adanya gerak lempeng bumi, Benua Pangea terbagi menjadi 2 bagian saat periode Jurassic menjadi Benua Laurasia untuk daratan yang berada di bagian utara dan Benua Gondwana untuk di bagian selatan. Di saat yang sama makhluk hidup seperti dinosaurus mengalami perkembangan menjadi hewan dengan ukuran tubuh yang besar. Maka tidak heran jika dinosaurus menjadi penguasa daratan terbesar saat itu. Memasuki periode Cretaceous keanekaragaman makhluk hidup mulai banyak terjadi, tidak heran jika di periode ini sudah banyak ditemukan serangga, mamalia dan reptil.

Hingga menjelang akhir milenium fosil – fosil dinosaurus sendiri banyak ditemukan di Benua Afrika dan beberapa di wilayah Serbia. Namun hal mengejutkan datang dari Benua Asia yaitu adanya penemuan fosil Dilong yang diperkirakan berusia 130 juta tahun lalu. Sebagian besar fosil – fosil di Benua Asia banyak ditemukan di kawasan Gurun Gobi yang terbentang dari sebelah barat daya China (sekarang Tiongkok) hingga Iran.

Mengapa Tidak Ditemukan Fosil Dinosaurus Di Indonesia?

Dinosaurus pernah hidup dan menguasai daratan di bumi selama kurang lebih 135 juta tahun atau sejak periode Trias hingga akhir periode Cretaceous. Hingga kini punahnya dinosaurus masih terus diperdebatkan. Namun dugaan punahnya dinosaurus yang paling populer yaitu disebabkan oleh jatuhnya asteroid ke Bumi. Jatuhnya asteroid tersebut menyebabkan munculnya sebuah kawah kuno yang ada di Semenanjung Yukatan, Meksiko sekitar 65 juta tahun yang lalu. Akibat jatuhnya asteroid tersebut timbullah gempa bumi yang mencapai 12,5 SR dan sudah tentu jarak 300 km dari posisi jatuhnya asteroid menyebabkan wilayah tersebut menjadi hilang atau musnah. Tidak berhenti sampai di situ, hempasan tersebut juga mengakibatkan terciptanya tsunami dengan tinggi lebih dari 10 meter. Tsunami tersebut mengakibatkan satu benua tersapu gelombang hanya dalam waktu 2 jam, itulah mengapa banyak makhluk hidup termasuk dinosaurus yang mati saat itu.

Sebelum punah, apakah dinosaurus pernah hidup di Indonesia?

Saat dinosaurus hidup, daratan Indonesia belum terbentuk jadi kemungkinan ditemukannya fosil dinosaurus di Indonesia sangat kecil. Menurut penelitian, daratan Indonesia terbentuk sekitar 30 juta tahun yang lalu. Sedangkan dinosaurus punah sekitar 65 juta tahun yang lalu hingga tidak heran jika fosil dinosaurus sulit untuk ditemukan. Di Masa Mesozoikum, sebagian besar daratan Indonesia masih berada di bawah lautan. Hanya fosil reptil yang berasal dari laut saja yang ditemukan di Indonesia seperti Ichthtyosaurus ceramenis di Pulau Seram hingga Globidens timorensis dan Mixosarus timorensis di Nusa Tenggara Timur. Selain itu sebagian besar fosil yang ditemukan di Indonesia berasal dari masa Kenozoikum dan Kuarter.

Ada satu bagian di Indonesia yang menjadi bagian dari Eurasia atau Benua Gondwana yaitu Pulau Kalimantan. Namun ada sebuah studi menjelaskan alasan dinosaurus menghindari wilayah ekuator atau khatulistiwa yaitu pada masa Mesozoikum wilayah ekuator cukup panas dan kering, sehingga hanya beberapa pohon besar saja yang tumbuh dan kelompok kecil dinosaurus pemakan daging dengan tubuh kecil. Ditambah dengan tingkat karbon dioksida yang tinggi di wilayah tersebut menyebabkan sering terjadi kebakaran alami.

Demikian penjelasan dan alasan mengapa tidak ditemukannya fosil dinosaurus di Indonesia. Semoga penjelasan di atas bisa menjawab rasa keingintahuan kalian.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Biogeografi
Video Edukasi

Bulan adalah satelit alami Bumi satu-satunya dan benda langit yang paling terang setelah Matahari. Bagaimana bila bumi tidak memiliki bulan? Simak videonya!

Rekomendasi Film

Inilah rekomendasi film science fiksi yang bikin kamu cerdas seketika karena bikin mikir banget!