Komet Lemmon: Awal Ditemukan, Ciri-Ciri dan Faktanya

Ada beragam benda langit yang dapat ditemukan di luar angkasa dalam sistem tata surya seperti planet, sabuk asteroid, meteoroid, komet dan lain sebagainya. Berbicara mengenai komet salah satu benda langit yang memiliki lintasan berbentuk elips ini memang sangat terkenal.

Salah satunya bernama Komet Halley yang muncul sekitar 75 tahun sekali untuk mengorbit penuh. Selain Komet Halley, baru-baru ini telah ditemukan komet baru yang diberi nama Lemmon.

Untuk mengenal lebih lanjut apa itu Komet Lemmon, mari disimak penjelasannya di bawah ini!

Awal Mula Penemuan Komet Lemmon

Komet Lemmon atau bisa juga disebut sebagai C/2012 F6 merupakan komet jangka panjang yang pertama kali ditemukan di rasi bintang Leo pada tanggal 23 Maret 2012 oleh A. R. Gibbs.

Pemberian nama Lemmon sendiri berdasarkan tempat ditemukan pertama kalinya komet tersebut yakni di puncak Gunung Lemmon tepatnya pada Pegunungan Santa Catalina bagian utara Tucson, Arizona, Amerika Serikat.

Saat pertama kali ditemukan, komet Lemmon dianggap sebagai asteroid atau planet kecil yang telah didaftarkan pada Minor Planet Center’s Near Earth Object. Hal ini berdasarkan pada gambar yang diperoleh oleh teleskop dengan pantulan 1,5-m mendapatkan hasil bahwa besar magnitudo komet Lemmon berkisar antara +20,6 dan +20,8.

Penelitian terus berlanjut hingga seorang astronom amatir bernama Peter Birtwhistle dari Great Shefford mengamati komet tersebut menggunakan teleskop pembiasan 40-cm dan juga gambar CCD (Charge Coupled Device). Diperkirakan besarnya komet Lemmon yakni +20,1 dengan panjang diameter sebesar 5 arc seconds (busur detik).

Sejak awal penemuannya, komet Lemmon tetap menjadi objek yang redup. Namun seiring berjalannya waktu komet Lemmon menjadi cerah untuk beberapa bulan ke depan.

Menurut catatan, komen Lemmon terakhir terlihat pada tanggal 14 Juni 2012 dengan magnitudo +19,0 sebelum akhirnya menghilang dalam cahaya matahari. Dan pada tanggal 25 Agustus 2012 dianalisis bahwa komet tersebut telah melewati 0,7 derajat dari Matahari.

Komet Lemmon dapat terlihat lagi pada tanggal 14 Oktober 2012 menggunakan Observatorium RAS (Remote Astronomical Society) yang berada di New Mexico, Mayhill dengan estimasi besaran magnitudo kecerahan sekitar +15,3.

Untuk pertama kalinya pengamatan visual terhadap komet Lemmon dilakukan tanpa menggunakan citra CCD oleh Juan Jose Gonzalez Suarez di Cantabria, Spanyol. Dia melakukan pengamatan pada tanggal 22 November 2012 dengan menggunakan reflektor 20 cm.

Seiring berjalannya waktu, penelitian mengenai Komet Lemmon terus dilakukan dengan menunjukan beberapa hasil visualnya. Di akhir tahun 2012 komet Lemmon mempunyai koma 5-7 arc minutes dan diperkirakan besarnya magnitudo sekitar +9.

Ciri-Ciri Komet Lemmon

Adapun ciri-ciri dari Komet Lemmon antara lain:

  1. Komen Lemmon mempunyai orbit yang sangat eksentrik, yakni berada pada 0,73 AU dari Matahari saat titik perihelion dan 973 AU dari Matahari ketika berada di titik aphelion.
  2. Periode mengorbitnya sekitar 8.000 tahun berdasarkan epoch2050.

Fakta Menarik Komet Lemmon

  1. Saat ini jarak Komet Lemmon dengan Planet Bumi berkisar 153.980.668 km atau sekitar 1,029297 AU (Astronomical Unit). Sedangkan untuk cahaya memakan waktu sekitar 8 menit 33,6242 detik untuk melakukan perjalanan dari komet C / 2019 U6 (Lemmon) untuk sampai lagi ke Bumi.
  2. Pada akhir bulan November 2012, komet Lemmon menjadi cukup cerah untu dapat dilihat teleskopik dan diperkirakan mempunyai magnitudo +9 di akhir tahun.
  3. Pada tanggal 24 Maret 2013, komet Lemmon mencapai titik perihelion orbital.
  4. Pada tanggal 20 April 2013, komet Lemmon melintasi khatulistiwa langit dan terlihat cukup jelas pada belahan bumi bagian utara.
  5. Pada tanggal 11 Agustus 2014, para astronom merilis studi menggunakan Atacama Large Millimeter / Submillimeter Array (ALMA) untuk pertama kalinya menemukan bahwa terdapat HCN, HNC, H2CO, dan debu yang terdapat pada komet Lemmon (C / 2012 F6) dan C / 2012 S1 (ISON).
  6. Komet Lemmon termasuk komet berperiode sangat panjang yakni 8.900 tahun dan akan melintasi pada titik perihelionya pada tanggal 18 Juni 2020 dengan magnitudo +5 serta dapat dilihat menggunakan teleskop kecil.
fbWhatsappTwitterLinkedIn