Polusi Cahaya : Pengertian – Penyebab – Dampak – Cara Penanggulangannya

Melihat pemandangan langit pada malam hari memang terasa lebih indah jika suasana di sekitar tempat pengamatan berada pada kondisi gelap. Mungkin, bagi masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan akan sangat mudah untuk menemukan ratusan bintang-bintang di langit pada malam hari. Lalu bagaimana dengan yang di daerah perkotaan? Mungkin masih terlihat satu atau dua bintang yang tampak, itupun hanya bintang yang terdekat dengan bumi atau bintang yang memiliki cahaya sangat terang. Kenapa bintang tidak terlihat di kota? Jawabannya satu yaitu akibat adanya polusi udara. Lalu apa itu polusi udara? Untuk mengetahui lebih jelas apa itu polusi udara, di bawah ini penjelasannya.

Bagi sebagian orang, polusi cahaya masih jarang sekali terdengar. Sama halnya dengan polusi udara atau polusi air, polusi cahaya juga sama – sama memberikan kerugian. Polusi udara sendiri berkaitan dengan penggunaan cahaya buatan seperti lampu yang tidak tepat atau secara berlebihan. Dengan kata lain bahwa polusi cahaya merupakan pemakaian cahaya artifsial yang tidak sesuai atau tepat yang memberikan efek negatif pada lingkungan.

Bisanya cahaya artifisial yang digunakan sangat berlebihan dan dipancarkan ke atas atau langit, untuk dihamburkan oleh aerosol seperti kabut atau partikel kecil ke atmosfer. Hasilnya akan terlihat cahaya yang berpendar jika dilihat dari jarak jauh. Dan jika dilihat dari tempat tinggi, akan terlihat mirip kubah di atas perkotaan.

Mengapa di perkotaan?

Sebab di perkotaan, akan sangat mudah menemukan gedung bertingkat, lampu jalan, papan iklan yang bercahaya dan lain sebagainya. Masing – masing cahaya tersebut akan menghasilkan sinar yang ternyata memberikan pengaruh pada pencahayaan ke langit pada malam hari. Pantulan sekunder yang berasal perkotaan menyumbang lima puluh persen pantulan sekunder dan hanya sepuluh persen berasal dari pedesaan.

Lalu cahaya artifisial apa yang berkontribusi dalam memberikan polusi cahaya? Sumber cahaya terbagi menjadi 4 kelompok yaitu:

  1. Light trespass, atau cahaya tumpahan merupakan cahaya yang tidak diperlukan atau tanpa sengaja masuk untuk menerangi rumah ataupun tempat lain. Light trespass adalah bentuk polusi cahaya yang subjektif, sebab tidak terdapat pendoman dalam menentukan di mana, kapan atau banyaknya cahaya yang tidak diinginkan. Cahaya ini menyebabkan seseorang kesulitan untuk tidur, menghilangkan gelap yang alami, dan juga menghalangi jarak pandang.
  2. Clutter, adalah pengelompokkan sumber cahaya buatan yang terdapat di perkotaan. Akibatnya dapat membuat kebingungan serta pandangan mudah teralih dari objek di sekitar. Contohnya terdapat pada lampu jalanan, lampu taman, lampu reklame dan lain sebagainya.
  3. Glare, cahaya pendar serta menyilaukan dan merupakan cahaya yang berlebih sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada penglihatan. Cahaya silau ini tergantung dari intensitas, persepsi warna dan lain sebagainya.
  4. Sky glow, cahaya yang dipancarkan secara langsung ke atmosfer, baik sengaja maupun tidak sehingga cahaya tersebut tersebar secara difusi melalui debu atau molekul gas, akibatnya tercipta cahaya orange mirip kubah yang menutupi langit di malam hari. Sky glow inilah yang menyebabkan penduduk di perkotaan tidak dapat melihat bintang-bintang di langit saat malam hari.

Penyebab Terjadinya Polusi Cahaya

Kita perlu tahu apa penyebab dari munculnya polusi cahaya itu sendiri. Berbeda dengan polusi udara yang disebabkan oleh partikel gas pembuangan yang berasal dari hasil pembakaran kendaraan bermotor atau kegiatan industri, polusi cahaya bukan disebabkan oleh suatu partikel – partikel yang “bercahaya”. Namun, wujud dari polusi ini berupa cahaya yang jumlahnya sangat berlebihan atau tidak efisien dan terkontrol dalam menggunakan cahaya. Maksudnya, dalam menggunakan cahaya tidak sesuai dan tidak efektif sesuai dengan kebutuhan dan penggunaan. Hal ini bisa ditemukan pada penggunaan lampu yang arah sorot pencahayaannya mengarah pada area yang tidak diperlukan, contohnya seperti mengarah ke tembok atau ke langit.

Selain itu, polusi cahaya biasanya berasal dari papan iklan, pabrik, stadion, lampu jalan, bangunan bertingkat, dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil pengamatan dan penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti, polusi cahaya tertinggi terjadi pada wilayah atau daerah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk dan kegiatan industrial yang tinggi, seperti yang terjadi di Amerika Utara, Jepang, Eropa, kota – kota besar di Timur Tengah dan Kairo. Meskipun begitu, sebagian kecil masyarakat sadar akan adanya polusi cahaya yang sudah tidak bisa dikatakan normal atau berada pada tingkat sangat tinggi. Hal ini diperparah dengan semakin tingginya tingkat populasi penduduk yang berada di perkotaan sehingga mengakibatkan sulitnya untuk melihat benda – benda langit dan galaksi Bima Sakti di daerah perkotaan.


Hal lain yang menyebabkan terjadinya polusi cahaya antara lain:

  • Perencanaan yang buruk – penempatan tanda (papan reklame, papan iklan) dan lampu jalan harus sesuai dengan kondisi lingkungan di sekitar. Jika tidak, sumber cahaya tersebut bisa menciptakan glare, light clutter dan light trespass.
  • Penggunaan yang tidak bertanggung jawab – lampu yang bergemerlapan memang indah jika dipandang dan tidak sedikit yang menyukai lampu ini. Namun, jika membiarkan lampu – lampu tersebut dalam keadaan menyala terus menerus, bisa dikatakan itu merupakan tindakan pemborosan energi. Pemborosan energi menjadi sumber polusi cahaya.

Dampak Dari Polusi Cahaya

Pencahayaan yang berlebihan terutama di daerah perkotaan, memberikan dampak langsung terutama bagi para pengamat bintang atau astronom. Kota yang sangat terang saat malam hari ternyata menghalangi pemandangan langit sehingga sulit untuk mengamati bintang – bintang. Akibatnya para astronom harus berpindah tempat ke tempat yang gelap dan jauh dari sumber cahaya untuk dapat mengamati bintang. Tidak hanya itu saja, polusi cahaya juga berkaitan dengan fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan manusia, perubahan perilaku hawan dan serangga hingga menurunkan kualitas lingkungan dan keselamatan di malam hari.

  • Pada Hewan

Dampak polusi cahaya yang terjadi pada malam hari juga dialami yang pada hewan. Ketika malam hari tiba, seharusnya dimanfaatkan untuk hewan – hewan nokturnal untuk memulai aktivitasnya. Namun akibat adanya sinar yang berasal dari lampu diperkotaan mengakibatkan perubahan perilaku hewan seperti berkembang biak, imigrasi, pola tidur dan mencari makan. Sehingga jumlah populasi hewan nokturnal khususnya akan semakin berkurang.

Bagi hewan amphibi akan kesulitan mencari makan akibat hilangnya insting dalam menyadari kehadiran mangsanya. Burung – burung yang mencari mangasa di malam hari juga akan kesulitan untuk mencari makanan, yang biasanya dapat dengan mudah menemukan mangsanya jika dalam keadaan gelap. Sudah terjadi beberapa kasus mengenai burung yang mati akibat menabrak bangunan yang memiliki sumber cahaya.


  • Pada Manusia

Penelitian menyebutkan bahwa kondisi gelap dan terang sangat diperlukan untuk memproduksi hormon tertentu, menjaga jam istirahat tubuh untuk mempertahankan fungsi sel dan otak. Cahaya yang berlebihan terutama pada malam hari, berdampak buruk pada manusia, yaitu kesulitan untuk tidur atau lebih dikenal dengan istilah insomia. Cahaya yang menyilaukan akan juga berpengaruh pada kemampuan mata untuk beradaptasi pada gelap dan terang terutama saat mengemudikan kendaraan. Seperti yang telah disinggung di atas, cahaya yang berlebihan akan membuat kontras yang jelas antara tempat yang terang dan gelap, akibatnya daerah yang tidak terlalu terang menjadi sulit untuk dilihat, hal tersebut bisa dimanfaatkan oleh orang tertentu untuk melakukan tindakan kriminal.

Cara Penanggulangan Polusi Cahaya

Untuk menanggulangi polusi cahaya ada beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu:

  1. Menggunakan tudung lampu yang akan mengarahkan cahaya ke arah yang tepat dan tidak mengarah ke cahaya langit.
  2. Gunakan sumber cahaya artifisial sesuai dengan kebutuhan.
  3. Melakukan efisiensi lampu yang terdapat di halaman, perumahan dan gedung yang tidak terpakai.
  4. Mengatur penggunaan lampu pada papan reklame atau papan iklan untuk dapat dimatikan saat tengah malam.
  5. Menggunakan cahaya amber bukan cahaya putih.
  6. Pilih lampu hemat energi.
  7. Tanam pohon di sekitar sumber cahaya artifisial untuk memblokir atau menghalangi cahaya ke langit.

Itulah tadi penjelasan mengenai polusi cahaya. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Ilmu Sosial