4 Faktor Yang Mempengaruhi Tekanan Udara

Sebagai makhluk hidup, manusia membutuhkan oksigen untuk bernafas. Tidak hanya manusia saja, tumbuhan dan hewan yang juga hidup di planet bumi ini, juga membutuhkan oksigen. Oksigen tidak hanya dibutuhkan bagi makhluk hidup saja, ada berbagai macam peristiwa alam di setiap detiknya yang memerlukan bantuan oksigen ini, baik berupa proses fisika maupun kimia. Maka, tidak heran jika peran oksigen sangatlah penting bagi keberlangsungan kehidupan alam semesta.

Oksigen termasuk ke dalam molekul gas, dan dapat dikatakan jika gas merupakan suatu massa yang tidak bisa kita lihat ataupun kita raba namun kita dapat merasakannya. Selain oksigen ada berbagai macam bentuk gas di alam ini antara lain karbondioksida, nitrogen, hidrogen dan lain sebagainya. Jika gas – gas tersebut berkumpul menjadi satu, kita bisa menyebutnya sebagai udara. Keberadaan semua gas tersebut tidak terpisahkan dan itu sesuai demi menjaga keseimbangan alam.

Keberadaan udara tersebut berada di permukaan bumi. Akan tetapi udara menjadi semakin tipis atau bahkan tidak ada sama sekali saat berada di dekat lapisan troposfer. Komposisi percampuran gas ini jumlahnya tidak selalu konstan atau sama setiap waktunya. Hal ini dipengaruhi dari suhu dan juga cuaca. Meskipun keberadaannya tidak dapat kita lihat, udara juga memiliki massa yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Selain memiliki massa, udara juga memiliki tekanan dan ini berkaitan dengan berat dari udara itu sendiri.

Sebelumnya apakah kalian sudah tahu apa itu tekanan udara?

Tekanan udara merupakan suatu tenaga yang bekerja dalam menggerakan massa udara pada setiap satuan luas tertentu. Untuk mengetahui takanan udara, digunakan alat ukur khusus yang bernama barometer dan satuan untuk tekanan udara yaitu milibar (mb), atmosfer (atm), atau milimeter kolom air raksa (mmHg). Untuk mengetahui tekanan udara harus berdasarkan pada tekanan gaya pada suatu permukaan dengan luas tertentu, misal 1 cm2. Terdapat istilah lain berupa tekanan udara patokan atau tekanan udara normal yang merupakan tekanan kolom udara yang memiliki ketinggian setara dengan lapisan atmosfer bumi tepatnya berada pada garis lintang 450 dan suhu 0 derajat celcius.

Jenis – Jenis Tekanan Udara

Tekanan udara mempunyai dua jenis yaitu tekanan udara horizontal dan tekanan udara vertikal.

  1. Tekanan Udara Horizontal

Merupakan tekanan udara yang sangat dipengaruhi oleh suhu udara. Semakin tinggi suhu udara maka tekanan udara akan semakin rendah. Dan sebaliknya, jika suhu udara (Baca: Faktor Yang Mempengaruhi Suhu Udara) menjadi rendah maka tekanan udara yang dihasilkan akan semakin tinggi. Hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh dari garis lintang, pergeseran posisi matahari tahunan dan persebaran daratan dan lautan.

  1. Tekanan Udara Vertikal

Yaitu tekanan udara yang dibatasi oleh ruang dan waktu. Artinya tekanan udara akan berbeda – beda di setiap tempat dan di setiap waktu. Dapat dikatakan juga jika tekanan udara vertikal adalah tekanan udara yang tekanannya semakin turun jika semakin ke atas. Misal, pada ketinggian 0 kaki tekanan udara yaitu 1.013,25 sedangkan pada ketinggian 20.000 kaki tekanan udaranya sebesar 466,00.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Hal ini menjadi pertanda bahwa semakin tinggi suatu tempat maka massa jenis atau kerapatan udara menjadi semakin kecil, dan jumlah oksigen yang terkandung di dalam udara juga kecil. Tekanan udara selalu mengalami penurunan seiring dengan naiknya ketinggian suatu tempat, begitu pun sebaliknya. Perlu diketahui jika tekanan udara selalu turun 1/30 kali setiap kenaikan 300 meter atau per 1 mmHg setiap kali naik 11 meter di atmosfer lapisan bawah.

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tekanan Udara

Ada banyak faktor yang mempengaruhi perubahan dari tekanan udara. Faktor tersebut antara lain:

  1. Temperatur Atau Suhu

Salah satu faktor yang mempengaruhi tekanan udara yaitu suhu atau temperatur. Pada saat temperatur udara dalam kondisi tinggi, maka volume dan molekul udara pun akan ikut mengembang. Akibatnya tekanan udara akan menjadi rendah. Begitupun sebaliknya, ketika suhu udara rendah, maka tekanan udara menjadi tinggi.

  1. Ketinggian Tempat

Tempat yang berada di ketinggian tertentu seperti daerah gunung atau pegunungan seperti Gunung Everest (Baca: Fakta Gunung Everest), lapisan udara di sekitar daerah puncaknya memiliki persediaan udara yang sangat sedikit dan tipis serta renggang, akibatnya tekanan udara di tempat tersebut menjadi sangat rendah. Tentunya sangat berbeda saat berada di dataran rendah seperti di daerah pesisir, tekanan udara di daerah ini cukup tinggi sehingga kita merasa lebih nyaman untuk bernafas saat berada di dataran rendah dibandingkan saat kita berada di dataran tinggi.

  1. Letak Lintang Bumi

Tekanan udara juga dipengaruhi oleh lintang bumi. Perbedaan lintang bumi yang ada di setiap wilayah yang ada di permukaan bumi akan memberikan pengaruh pada perunaham tekanan udara. Seperti yang telah disinggung di atas, semakin tinggi suhu udara maka tekanan udara yang ada di sekitarnya menjadi semakin rendah. Akan tetapi, ketika suhu udara menjadi rendah atau dalam keadaan dingin, maka tekanan udara menjadi semakin tinggi. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa persebaran tekanan udara juga ikut mempengaruhi suhu udara. Pengaruh dari letak lintang bumi melalu suhu bisa menghasilkan pola dari tekanan udara yang ada di permukaan bumi berbentuk simetris, seperti yang terjadi pada daerah khatulisiwa di mana tekanan udara berada pada kondisi rendah jika dibandingkan dengan daerah yang lain. Daerah yang masuk ke dalam wilayah dingin atau kutub mempunyai tekanan udara paling tinggi dibandingkan daerah yang berada di wilayah tropis, subtropis maupun sedang.

  1. Persebaran Daratan Dan Lautan

Faktor persebaran daratan dan lautan memiliki peran penting terutama pada daerah yang berada di lintang bagian tengah. Pada saat musim dingin tiba, sebagian dari daratan menjadi lebih dingin dan menjadi pusat dari tekanan udara bertekanan tinggi. Sedangkan ketika musim panas, daratan akan menjadi lebih panas di saat yang sama tekanan udara menjadi lebih rendah dibandingkan saat musim dingin. Akan tetapi saat musim dingin, tekanan udara menjadi rendah saat berada di lautan dan ketika musim panas, tekanan udara di lautan menjadi tinggi.

Demikian penjelasan mengenai tekanan udara beserta faktor yang mempengaruhinya. Semoga dapat bermanfaat.

, , , , , , ,
Oleh :
Kategori : Udara