5 Contoh Fenomena Biosfer dan Penjelasannya

Semua komponen ekosistem yang ada di sekitar kita memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya. Seperti yang kita ketahui jika komponen – komponen penyusun tersebut terbagi menjadi 2 golongan yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Keduanya saling berhubungan untuk menjaga keseimbangan kehidupan yang ada di bumi ini. Seperti contoh sederhananya yaitu hubungan tanaman dengan sinar matahari. Tanaman dalam hal ini termasuk komponen biotik, membutuhkan sinar matahari (komponen abiotik) untuk melakukan fotosintesis. Hasil fotosintesis tersebut nantinya bisa dimanfaatkan oleh makhluk hidup lain seperti manusia atau hewan. Itulah mengapa hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya tidak dapat dipisahkan.

Sudah menjadi hakekatnya jika terdapat organisme yang mampu bertahan hidup pada suatu lingkungan. Bukan menjadi permasalahan bagi organisme tersebut untuk tidak pindah ke tampat lain. Selama lingkungan tersebut menyediakan segala macam kebutuhan yang diperlukan demi kelangsungan hidupnya. Tempat yang sesuai dengan kondisi organisme inilah yang dinamakan dengan biosfer.

Apa itu Biosfer?

Bila kita kaji, biosfer berasal dari 2 kata yaitu “bios” yang memiliki arti hidup dan “sphare” yang  berarti lapisan. Sehingga jika kita gabungkan kedua kata tersebut menjadi lapisan hidup. Dengan kata lain bahwa biosfer adalah suatu sistem yang terdapat kehidupan organisme makhluk hidup (manusia, tumbuhan, dan hewan)yang saling berhubungan dengan lingkungan tempat tinggalnya membentuk interaksi. Biosfer sendiri telah ada di planet Bumi ini sekitar 3,5 milyar tahun. Hingga saat ini, bumi dijadikan sebagai satu – satunya tempat yang sesuai untuk mendukung kehidupan.

Lalu Apa Itu Fenomena Biosfer?

Fenomena merupakan suatu kejadian atau peristiwa. Sehingga fenomena biosfer merupakan suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi di lapisan yang bernama biosfer. Fenomena biosfer sendiri berbeda – beda di setiap tempatnya. Hal ini tergantung dari beberapa faktor yang ikut mempengaruhi. Karena kita tahu, jika tidak semua tempat yang ada di Bumi ini dapat ditempati oleh makhluk hidup.

Keberadaan makhluk hidup dapat ditemukan di kedalaman kurang lebih 9 km sampai ketinggian 8 km di atas permukaan laut. Selebihnya tidak akan ditemukan makhluk hidup yang tinggal dan hidup pada lingkungan tersebut. Namun, tidak menutup kemungkinan jika kedepannya ditemukan makhluk hidup yang dapat bertahan hidup lebih dari batasan biosfer tersebut.

Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Kehidupan?

Salah satu fenomena biosfer tersebut yaitu persebaran makhluk hidup yang tidak merata. Persebaran yang tidak merata ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.

  1. Perbedaan Iklim, menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi jenis dan macam tumbuhan serta hewan. Seperti contoh, suhu yang terlalu tinggi atau rendah, udara yang basah atau kering, curah hujan, dan angin.
  2. Perbedaan kondisi tanah. Tekstur, kandungan mineral, humus, kandungan udara, air tanah, dan tingkat kelembapan.
  3. Tinggi rendahnya permukaan bumi. Berpengaruh pada pola penyinaran matahari.
  4. Kegiatan manusia, mengubah struktur atau relief bumi. Seperti mengubah hutan menjadi lahan pertanian, penebangan hutan, perburuan satwa dan lain sebagainya.

Contoh Fenomena Biosfer

  1. Persebaran Flora Dan Fauna Yang Tidak Merata

Contoh sederhana yaitu komodo yang hanya bisa ditemukan di pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Kita tidak dapat menemukan komodo ditempat lain di belahan bumi manapun sebab di sanalah tempat atau habitat yang sesuai oleh komodo. Contoh lain yaitu beruang kutub yang hanya ditemukan di lingkungan yang tertutup es sepanjang tahun. Tidak hanya fauna saja, persebaran yang tidak merata juga dialami oleh flora, seperti contoh budidaya rumput laut yang hanya bisa dilakukan di sepanjang pantai yang tidak berombak besar. Dan juga tanaman lumut dan paku – pakuan yang hanya mampu tumbuh di lingkungan bersuhu rendah (Baca: Faktor Penghambat Persebaran Flora Dan Fauna).

  1. Perbedaan Konsumsi Bahan Pangan

Di Indonesia sendiri sebagian besar masyarakatnya mengkonsumsi padi menjadi makanan pokok. Namun, di beberapa tempat di Indonesia bagian timur, makanan pokok mereka berupa jagung atau sagu. Hal ini dipengaruhi dengan ketersedian bahan pokok yang ada dan tumbuh di lingkungan tersebut.

  1. Kerusakan Flora Dan Fauna

Tidak mengherankan jika beberapa tahun belakangan ini kerusakan flora maupun fauna semakin meningkat. Seperti contoh, perburuan gading gajah yang mengakibatkan semakin berkurangannya populasi gajah di dunia saat ini. Tidak hanya itu saja, sampah – sampah yang ada di lautan juga ikut berperan dalam merusak flora dan fauna di laut. Penggunaan bom dan pukat berakibat rusaknya terumbu karang. Seperti yang kita ketahui jika terumbu karang merupakan tempat tinggal bagi berbagai macam jenis ikan.


Tidak hanya itu saja, kerusakan flora dan fauna bisa menjadi awal kepunahan bagi beberapa flora dan fauna yang ada. Kepunahan tersebut bisa disebabkan oleh:

  • luas lahan yang terus berkurang
  • lahan yang rusak
  • eksploitasi besar – besaran
  • penggunaan teknologi yang tidak sesuai dengan kondisi alam atau lingkungan
  • penggunaan pestisida secara berlebihan
  • perburuan liar yang tidak terkendali
  • pencemaran lingkungan (sampah dan limbah industri)

Jika hal tersebut terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi kehidupan manusia nanti. Bisa dibayangkan jika seandainya manusia kekurangan bahan pangan.

  1. Berkurangnya Luas Lahan Dan Menjadi Sempit

Di pedesaan mungkin kita masih bisa melihat lahan – lahan terbentang cukup luas. Namun, jika kita pergi ke perkotaan, akan sangat sulit menemukan lahan di sana. Jika pun ada ukurannya cukup kecil dan sempit. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi luas lahan, yaitu:

  • Pemukiman penduduk yang semakin luas, hal ini berdampak pada kurangnya ketersediaan lahan untuk ditanamai tanaman. Tidak hanya itu saja, hewan pun ikut terkena dampaknya dan terancam kehilangan tempat tinggal.
  • Jumlah populasi manusia yang terus meningkat. Setiap tahun angka kelahiran di dunia ini terus mengalami peningkatan. Peningkatan ini berdampak pada ketersediaan lahan yang ada. Semakin tinggi jumlah populasi manusia, akan semakin berkurangnya lahan kosong yang tersedia.
  • Pembangunan bangunan dan pabrik. Seiring bertambahnya populasi manusia, memaksa mereka berpikir untuk meningkatkan taraf hidupnya. Salah satunya dengan membangun pabrik dan bangunan. Hanya saja pembangunan tersebut biasanya memanfaatkan lahan pertanian yang luas. Sehingga, tidak jarang banyak tanaman dan hewan yang berada di lahan tersebut ikut hilang dan musnah.
  1. Dampak Akibat Kerusakan

Setelah terjadi kerusakan dan berkurangnya lahan kosong, akan timbul permasalahan baru yaitu dampak yang akan muncul suatu hari nanti. Saat ini, sudah terjadi banyak kejadian sebagai akibat rusaknya ekosistem. Seperti contoh:

  • Terjadinya bencana alam berupa tanah longsor dan banjir bandang di area perbukitan atau pegunungan akibat penebangan hutan yang tidak terkendali atau eksploitasi. (Baca : Gangguan Keseimbangan Lingkungan)
  • Punahnya fauna dan flora akibat hilangnya habitat mereka tinggal.
  • Jika sudah begitu akan berdampak pada aspek lain seperti berkurangnya ketersediaan pangan bagi manusia dan hewan dan juga hilangnya mata pencaharian bagi petani.

Itulah tadi beberapa contoh fenomena biosfer. Semoga informasi ini bisa bermanfaat.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Meteorologi