Sponsors Link

Perbedaan Cuaca dan Iklim Beserta Contoh dan Unsurnya

Sponsors Link

Cuaca dan iklim merupakan gejala atau peristiwa alam yang sangat dekat dengan kehidupan manusia dan masing-masing mempunyai kesamaan. Kendati cuaca dan iklim mempunyai kesamaan, kedua peristiwa alam tersebut mempunyai perbedaan yang mendasar. Nah, sebagian orang masih mengira cuaca dan iklim mempunyai makna yang sama, karena belum mengetahui perbedaan mendasar antara cuaca dan iklim. Berikut ini akan dijelaskan mengenai perbedaan cuaca dan iklim beserta penjelasan dan contohnya.

Pengertian Cuaca dan Iklim

Cuaca adalah kondisi atau keadaan udara yang terjadi di suatu daerah atau wilayah dalam periode waktu tertentu. Cuaca dapat berubah-ubah dalam waktu singkat yaitu hanya beberapa jam saja dan ditandai dengan perbedaan siang dan malam. Cuaca terjadi karena perbedaan suhu dan kelembaban udara yang terjadi antara suatu tempat dengan tempat lainnya.

Ilmu yang digunakan untuk mempelajari tentang cuaca adalah meteorologi. Di Indonesia terdapat lembaga yang khusus mengamati cuaca yaitu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang berpusat di Jakarta. BMKG bertugas untu mencatat dan mengamati aktifitas udara, meliputi suhu dan tekanan udara, curah hujan, angin serta aktifitas awan. Selain berpusat di Jakarta, BMKG juga memiliki stasiun-stasiun pemantau cuaca yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Iklim adalah kondisi atau keadaan rata-rata cuaca pada suatu daerah yang luas. Iklim sendiri ditentukan berdasarkan perhitungan waktu yang biasanya mencapai 11 tahun hingga 30 tahun. Iklim pada suatu daerah dipengaruhi oleh letak geografis dan topografi wilayah tersebut, yang artinya perbedaan iklim pada suatu daerah dipengaruhi oleh posisi relatif matahari terhadap daerah tersebut di planet bumi. Matahari adalah sumber energi sekaligus pengendali iklim bagi bumi, sehingga posisi relatif matahari bisa menimbulkan gerak udara dan arus laut. Ilmu yang mempelajari tentang iklim adalah klimatologi.

Perbedaan Cuaca dan Iklim

Cuaca dan iklim mempunyai perbedaan yang mendasar, yaitu luas wilayah cakupan dan waktu pengamatan. Dari dua perbedaan mendasar tersebut dapat disimpulkan perbedaan cuaca dan iklim, sebagai berikut:

  • Cakupan wilayah dan pengamatan tentang cuaca lebih sempit dan terbatas, sedangkan cakupan wilayah dan pengamatan iklim lebih luas.
  • Waktu pengamatan terhadap cuaca di suatu daerah dapat dilakukan selama 24 jam, sedangkan waktu pengamatan iklim dilakukan selama kurun waktu 11-30 tahun.
  • Cuaca mempunyai sifat yang cepat berubah dan tidak stabil, sedangkan iklim mempunyai sifat yang stabil dan sulit berubah.
  • Prediksi mengenai cuaca mudah dilakukan, sedangkan prakiraan iklim sulit dilakukan.

Unsur Cuaca dan Iklim

Setelah mengetahui pengertian dan perbedaan antara cuaca dan iklim, alangkah lebih baiknya kita juga mengetahui unsur-unsur cuaca dan iklim. Cuaca dan iklim mempunyai unsur-unsur yang sama, yaitu sinar matahari, suhu, kelembaban udara, tekanan udara, angin, curah hujan dan awan. Pengetahuan mengenai unsur-unsur cuaca dan iklim sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, seperti pertanian, komunikasi, penerbangan, pelayaran dan perdagangan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai unsur-unsur cuaca dan iklim:

1. Sinar Matahari

Unsur cuaca dan iklim yang pertama adalah sinar matahari. Matahari merupakan pusat dalam sistem tata surya, dimana seluruh planet-planet di tata surya mengelilingi matahari. Proses planet bumi berputar pada porosnya disebut rotasi, sedangkan proses bumi beredar mengelilingi matahari dikenal dengan istilah revolusi. Kedua hal ini, baik rotasi maupun revolusi bumi berpengaruh bagi perubahan cuaca dan iklim. Matahari akan memancarkan sinarnya ke segala sudut bumi dengan dibantu proses rotasi dan revolusi, sehingga berpengaruh bagi cuaca dan iklim.


2. Suhu

Unsur cuaca dan iklim yang kedua adalah suhu. Suhu berhubungan dengan sinar matahari, karena perbedaan suhu di bumi disebabkan oleh perbedaan tingkat radiasi sinar matahari yang masuk ke permukaan bumi. Radiasi sinar matahari yang masuki ke permukaan bumi akan diserap oleh bumi dan sebagian lagi akan dipantulkan. Pantulan radiasi inilah yang mempengaruhi perbedaan suhu di bumi.  Selain itu, lamanya radiasi sinar matahari yang masuk ke permukaan bumi juga mempengaruhi suhu pada suatu kawasan.

3. Angin

Unsur cuaca dan iklim selanjutnya adalah angin. Angin adalah udara yang bergerak yang disebabkan adanya perbedaan suhu pada suatu wilayah. Perbedaan suhu di bumi mengakibatkan perubahan tekanan udara dan menyebabkan terjadinya angin. Tekanan udara di suatu daerah akan naik jika suhunya rendah, dan sebaliknya.

4. Awan

Unsur cuaca dan iklim selanjutnya adalah awan. Awan adalah titik- titik air atau kristal- kristal es halus di atmosfer yang berkumpul menjadi satu. Udara dari permukaan bumi yang naik akan menjadi dingin, sehingga menambah kelembapan udara. Udara akan mencapai titik jenuh dengan air da menjadi awan ketika mencapai ketinggian tertentu. Jumlah awan sangat dipengaruhi oleh perbedaan musim, misalnya musim kemarau jumlah awan hanya sedikit,  dan sebaliknya musim penghujan jumlah awan akan meningkat.


5. Kelembapan udara

Kelembapan udara merupakan unsur cuaca dan iklim selanjutnya. Kelembapan udara adalah jumlah uap air yang terdapat di udara. Kelembapan udara berpengaruh bagi pengendapan air di dalam udara  yang bisa berbentuk awan, kabut, embun serta hujan. Kelembapan udara terdiri dari dua macam, yaitu kelembapan relatif dan kelembapan absolut. Kelembapan udara pada suatu wilayah dapat diukur dengan menggunakan suatu alat yang disebut hidrografi.

6. Curah hujan

Unsur cuaca dan iklim yang terakhir adalah curah hujan. Curah hujan merupakan tingkat intensitas hujan pada suatu daerah. Proses terjadinya hujan diawali dengan penguapan air di sumber-sumber air, yaitu sungai, danau, laut dan samudera. Uap air tersebut naik ke udara dan semakin meninggi terbawa angin dan  berubah menjadi awan. Lalu awan akan melepaskan kandungan airnya ketika mencapai titik jenuh. Arah hujan di suatu tempat diukur dengan alat yang disebut obrometer.

Contoh Cuaca dan Iklim di Kehidupan Sehari-hari

Contoh cuaca dalam kehidupan sehari-hari:

  • Cuaca pagi hari di Yogyakarta hujan dan cuaca pada sore hari diperkirakan cerah
  • Cuaca siang hari di Jakarta mendung, tetapi tiba-tiba cuaca menjadi panas.

Contoh iklim dalam kehidupan sehari-hari:

Nah, itulah pembahasan mengenai perbedaan cuaca dan iklim beserta penjelasan dan contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , , ,
Post Date: Wednesday 08th, November 2017 / 07:51 Oleh :
Kategori : Iklim