9 Komponen Siklus Hidrologi dan Penjelasannya

Air adalah komponen dari alam yang jumlahnya ada banyak sekali. Bahkan jumlah air di planet Bumi lebih banyak daripada jumlah ekosistem darat di Bumi. Maka dari itulah air merupakan komponen yang sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga Bumi menjadi planet yang sangat cocok untuk ditinggali oleh makhluk hidup, seperti manusia, binatang dan tumbuh- tumbuhan. Air memiliki banyak fungsi dan juga kegunaan. Manusia saja memerlukan air untuk keperluan yang sangat banyak, seperti untuk minum, untuk mandi, mencuci, masak, berproduksi, dan lain sebagainya. Sementara itu binatang dan tumbuh- tumbuhan memerlukan air untuk bertahan hidup, yaitu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Selain itu masih banyak lagi segudang fungsi air.

Setiap orang, bahkan makhluk hidup setiap hari pasti mengonsumsi air. Apabila setiap orang setiap hari mengonsumsi 5 liter air untuk minum, mandi, dan keperluan lainnya, bisa kita bayangkan berapa liter air yang dikonsumsi setiap harinya? Lalu, mengapa air di Bumi ini tidak habis, bahkan setelah dipakai setiap hari? Jawabannya tentu adalah karena adanya siklus hidrologi. Siklus hidrologi merupakan siklus yang menggambarkan perputaran air yang ada di Bumi. Air di Bumi mengalami sebuah siklus sehingga ketersediaannya tidak dapat habis meskipun digunakan sehari- hari dalam jumlah yang banyak. Siklus hidrologi yang ada di Bumi akan kita pelajari di bawah ini.

Siklus Hidrologi

Siklus air adalah peristiwa perputaran air dari sumbernya, kemudian menjadi hujan dan turun menjadi air tanah lagi dan sebagian mengalir kembali ke laut. Beberapa tahapan dari siklus hidrologi antara lain sebagai berikut:

  • Evaporasi

Evaporasi merupakan peristiwa yang mengawali terjadinya siklus hidrologi. Evaporasi berupa penguapan yang terjadi pada sumber- sumber air di Bumi seperti macam- macam laut, macam- macam danau , sungai, waduk, rawa, dan lain sebagainya. Seperti sifat air yang apabila dipanaskan maka akan menguap, seperti inilah evaporasi itu terjadi. Namun yang mengalami penguapan ternyata bukanlah evaporasi saja, namun juga lainnya seperti tumbuhan yang mana penguapannya disebut dengan transpirasi dan juga dari manusia yang dikenal dengan respirasi.

  • Terbentuknya awan

Setelah terjadinya penguapan yang telah disebutkan di atas, selanjutnya adalah terbentuknya awan. Uap air yang dihasilkan dari penguapan akan naik ke atas karena dibawa oleh angin atau udara. Di atas, uap iair ini berkumpul menjadi satu dan terbentuklah awan yang mengandung banyak uap air atau yang biasa kita kenal dengan mendung. Awan yang terbentuk jumlahnya ada yang banyak dan ada pula yang sedikit, tergantung tingkat penguapan.

  • Kondensasi

Setelah proses terbentuknya awan, kemudian awan- awan tersebut semakin naik ke atas. Ketika di atas, awan- awan tersebut mencapai suatu kejenuhan atau titik jenuh yang menyebabkan uap air yang terkandung di dalamnya berubah menjadi titik- titik air hujan. Peristiwa inilah yang disebut dengan kondensasi.

  • Presipitasi

Ketika titik- titik air dari awan mendung semakin besar, maka saat itulah tahap presipitasi yaitu tahap hujan turun. Hujan yang turun bisa lebat, sangat lebat, sedang atau gerimis. Hal ini tergantung pada kondisi awan sebelumnya.

  • Infiltrasi

Air hujan yang turun dari awan mendung tersebut jatuh ke permukaan Bumi. setelah sampai di permukaan Bumi, ada dua hal yang akan terjadi. Pertama, air tersebut akan mengalir ke permukaan sebagai air permukaan, dan kedua, air tersebut akan terserap masuk ke dalam tanah melalui pori- pori tanah. Air permukaan maupun yang terserap ke dalam tanah ini pada akhirnya sebagian akan mengalir ke laut dan sebagian lagi akan kembali menguap hingga terjadilah siklus selanjutnya.

Nah itulah beberapa tahapan dari siklus hidrologi. Tahap- tahap ini terjadi dengan sangat teratur hingga akhirnya seluruh cadangan air di Bumi selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dari keterangan tersebut, maka kita dapat menemukan bahwa ada komponen- komponen dari siklus hidrologi. Komponen- komponen tersebut akan kita bahas di bawah ini.

Komponen- komponen Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi adalah suatu perputaran air di Bumi sehingga ketersediaannya selalu ada untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dalam siklus hidrologi, kita menemukan beberapa komponen yang akan kita bahas bersama. Beberapa komponen dari siklus hidrologi antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Evaporasi

Komponen pertama dari siklus hidrologi adalah evaporasi atau penguapan yang berasal dari air yang berada di permukaan Bumi. Evaporasi, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa evaporasi merupakan penguapan yang berasal dari sumber air yang ada di permukaan Bumi. Sumber air yang ada di laut dan juga darat mengalami penguapan karena sinar matahari, yang kemudian berubah menjadi uap air yang tidak terlihat di atmosfer. Uap air inilah yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya hujan dan mengawali siklus hidrologi.

  1. Transpirasi

Penguapan selain berasal dari sumber air, baik itu air laut maupun yang ada di daratan, juga berasal dari tumbuh- tumbuhan. Penguapan yang berasal dari tumbuh- tumbuhan dinamakan dengan trabspirasi. Penguapan dari tumbuhan ini perupakan pelepasan uap air yang berasal dari tumbuhan, terutama dari stomata atau mulut daun. Penguapan dari tumbuhan ini juga tidak terlihat di atmosfer.

  1. Evapotranspirasi

Komponen siklus hidrologi selanjutnya adalah evapotranspirasi, yaitu gabungan dari penguapan air dengan penguapan yang berasal dari tumbuh- tumbuhan.

  1. Kondensasi

Komponen selanjutnya adalah kondensasi, atau peristiwa terbentuknya titik- titik air, embun, salju atau es. Peristiwa ini terjadi karena uap air yang naik ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi akan mengalami pendinginan sehingga uap air akan mengalami perubahan wujud dari bentuk gas menjadi ke bentuk padat maupun cair. Embun, titik- titik air, salju maupun es ini merupakan bahan- bahan pembentuk kabut dan awan.

  1. Presipitasi

Komponen selanjutnya adalah presipitasi atau terjadinya hujan. Titik- titik embun, salju atau es ini kemudian semakin membesar dan semakin deras sehingga kita dapat merasakannya sebagai hujan. Hujan dapat berupa hujan air, hujan salju, hujan es dan lain sebagainya sesuai dengan kondensasi yang sudah terjadi sebelumnya. Presipitasi atau pembentukan hujan ini berasal dari awan. Kumpulan awan- awan tersebut bergerak keliling dunia yang diatur berdasarkan aliran udara hingga jatuh ke suatu tempat.

  1. Adveksi

Adveksi merupakan proses pengangkutan air dengan gerakan horizontal, seperti perjalanan panas maupun uap air yang berasal dari satu lokasi ke lokasi yang lainnya yang digerakkan oleh gerakan udara mendatar. Adveksi merupakan salah stu komponen dari siklus hidrologi.

  1. Infiltrasi (perlokasi)

Air hujan yang telah jatuh ke permukaan Bumi, khususnya di daratan kemudian akan meresap ke dalam tanah dengan cara mengalir secara infiltrasi melewati celah atau pori- pori tanah dan juga batuan, sehingga akan mencapai muka air tanah dan akan menjadi air bawah tanah.

  1. Surface run off

Air dapat bergerak akibat aksi dari kapiler atau air juga dapat bergerak secara vertikal maupun horizontal di bawah permukaan air tanah, hingga air tersebut akan memasuki kembali sistem air permukaan. Air permukaan ada yang tergenang seperti danau, waduk, rawa, dan lainnya dan ada pula yang mengalir kemudian kembali lagi ke laut.

  1. Intersepsi

Hujan yang jatuh di area hutan terkadang tidak langsung sampai ke tanah karena tertahan oleh daun- daun maupun oleh batang pohon. Hal ini akibat dari intersepsi.

Itulah beberapa komponen dari siklus hidrologi. Komponen- komponen ini seperti halnya tahapan yang terjadi dalam siklus hidrologi. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

fbWhatsappTwitterLinkedIn