5 Daerah Penghasil Bijih Besi Terbesar di Indonesia

Seiring berjalannya waktu, jumlah penduduk terus mengalami peningkatan. Hal tersebut didukung oleh peningkatan pembangunan di segala bidang. Untuk meningkatkan dan mendukung segala macam bentuk kegiatan manusia, sudah pasti perlu dukungan segala macam pihak untuk bisa mewujudkannya. Tidak terkecuali di bidang pertambangan. Minyak bumi dan batu bara selama ini keduanya dinilai mempunyai peran yang amat penting dalam memajukan perekonomian di Indonesia. Namun, masih ada hasil pertambangan lain yang sama – sama mempunyai nilai dan fungsi yang amat penting bagi pembangunan negara, yaitu bijih besi.

Hampir semua kegiatan pembangunan tidak terlepas dari kebutuhan akan besi. Besi memiliki pengaruh yang amat penting bagi kegiatan manusia, di samping kebutuhan akan minyak bumi dan batu bara. Penggunaan besi bisa kita lihat penggunaannya dalam konstruksi bangunan, rangka kendaraan, pipa, jalur kereta api dan masih banyak lagi kegunaannya.

Di rumah kita bisa menemukan barang – barang yang berbahan dasar besi. Tahukah Anda jika benda – benda tersebut awal mulanya berasal dari bijih besi. Bijih besi yang diperoleh dari hasil tambang selanjutnya diolah untuk kemudian dicetak membentuk plat, batang ataupun kawat yang nantinya diolah kembali sesuai dengan kebutuhan. Perusahaan pengolahan bijih besi terbesar di Asia Tenggara dan termasuk perusahaan milik negara atau BUMN yaitu PT. Krakatau Steel yang berada di kota Cilegon, Banten.

Ternyata biji besi sendiri terbagi menjadi 3 jenis antara lain, bijih besi magnetik hematit (Kalimantan Tengah), bijih besi lateritik (Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah), dan bijih besi titan (Pantai Cilacap, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Aceh, Pelabuhan Ratu, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat). Untuk mendapatkan besi yang bisa kita ketahui, bijih besi yang masih mengandung atom oksigen dan besi yang terikat dalam molekul perlu direduksi untuk menghilangkan kandungan oksigen di dalamnya dengan cara dilebur.

Besi yang diperoleh biasanya dalam bentuk magnetit (Fe3O4), limonit atau siderit, hemafit (Fe2O3), dan goethit. Sedangkan untuk bijih besi yang didapat masih banyak dengan besi oksida sehingga mempunyai warna yang cukup banyak seperti ungu tua, kelabu tua, kuning muda dan merah karat. Hingga saat ini persediaan bijih besi masih cukup banyak, akan tetapi seiring bertambahnya kebutuhan akan bahan baku bijih besi tidak menutup kemungkinan ketersediaannya akan berkurang.

Di Indonesia persebaran tambang bijih besi hampir bisa ditemukan di seluruh kepulauan. Namun, sebagian besar pengolahan bijih besi masih dilakukan di luar daerah penambangan, sebut saja perusahaan spengolahan bijih besi yang nantinya diubah menjadi baja bisa ditemukan di Cilegon, Banten. Sedangkan daerah penghasil bijih besi terbesar di Indonesia antara lain:

  1. Sumatera

Menurut Dudi Nasrudin, pulau Sumatera mempunyai deposit atau cadangan bahan tambang bijih besi sekitar 158 juta ton dan juga 62.800 meter kubik terutama di Provinsi Sumatera Barat per tahun 2007. Daerah di Sumatera Barat tersebut bisa ditemukan di Tanah Datar, Pasaman, Pasaman Barat, Solok, Padang Pariaman, Sijunjung, Agam, dan Katiangan Pasaman. Selain di Sumatera Barat, Provinsi Lampung juga terdapat penambangan bijih besi yang bisa ditemukan di Kabupaten Tanggamus dan juga Gunung Tegak.

  1. Jawa

Di Pulau Jawa banyak ditemukan berbagai macam bahan tambang dan salah satunya yaitu bijih besi dan pasir besi. Di sepanjang pantai selatan pulau Jawa banyak ditemukan pasir besi. Di Jawa Barat tempat penambangan pasir besi berada di Cipatujuh, Tasikmalaya yang mempunyai kandungan besi mencapai 30% – 40%. Di tempat lain, tempat penambangan pasir besi dan bijih besi terbesar berada di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya berada di Cilacap. Pada tahun 1960 – 1972, eksploitasi pasir besi dilakukan oleh PT. Aneka Tambang dan dilakukan di sepanjang panti selatan di Kabupaten Cilacap.

Dari hasil eksploitasi didapatkan hasil berupa pasir besi sebanyak 2.655.236 ton dengan kandungan rata – rata 51,7% Fe. Sedangkan pada tahun 1971 – 1978 telah diproduksi sebanyak 300.000 ton konsentrat biji besi per tahun dalam memenuhi target ekspor ke Jepang. Namun, sejak tanggal 1 Oktober 2003 kegiatan oprasional penambangan dihentikan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batu Bara – Badan Penelitian dan Pengembangan DESDM.

  1. Kalimantan

Sumber daya alam di Kalimantan tidak perlu diragukan lagi. Dari sektor pertanian, banyak ditemukan perkebunan kelapa sawit dan beberapa perusahaan minyak goreng di samping terdapat hutan produksi. Tidak hanya pertanian, Kalimantan terkenal juga akan hasil tambangnya. Selain batu bara dan minyak bumi, Kalimantan juga terdapat penambangan bijih besi. Beberapa daerah penambangan bijih besi tersebut berada di Kotabaru, Tanah Laut, Tapin, Tanah Bumbu dan Balangan. Sejak dibuat Undang – Undang Mineral dan Batu Bara, sudah banyak smelter yang dibangun. Undang – undang tersebut dibuat untuk melarang kegiatan ekspor mineral sebelum dilakukan pengolahan. Pembangnan fasilitas pengolahan hasil tambang atau smelter tersebut untuk meningkatkan kandungan logam pada mineral.

  1. Sulawesi

Tahukah kalian jika nama Sulawesi berasal dari kata sula yang artinya pulau dan mesi yang berarti logam. Sehingga jika diartikan menjadi pulau yang mempunyai sumber logam di dalamnya. Salah satu logam tersebut yaitu bijih besi yang bisa ditemukan di Kabupaten Bone, Kabupaten Toli – Toli, Dusun Pake, Luwu Timur, Lengkabana dan Pegunungan Verbeek. Di Provinsi Sulawesi Selatan tepatnya di Toli – Toli berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Hary Utoyo, kandungan bijih besi di kabupaten tersebut mencapai 61,98%, sedangkan kandungan bijih besi di Pake mencapai 52,35%. Di Palu, tepatnya di Desa Uekuli, Kabupaten Tojo Una – Una, bijih besi bisa diperoleh sebanyak 50 ribu MT dalam tiga bulan pertama.

  1. Papua

Sudah dari dahulu jika Papua menyimpan kekayaan bahan tambang yang melimpah. Jumlahnya sangat banyak jika dibandingkan dengan cadangan bahan tambang di pulau – pulau lain di Indonesia. Bijih besi dan pasir besi dapat ditemukan di Tembagapura, Sarmi, dan Jayapura. Akan tetapi untuk pasir besi yang terdapat di Papua masih bercampung dengan tanah disekitar sehingga perlu pengolahan khusus untuk memperoleh bijih besi yang berkualitas.

Demikian informasi persebaran daerah penghasil bijih besi terbesar di Indonesia. Semoga bermanfaat.

, , , , ,
Oleh :
Kategori : Geologi
Video Edukasi

Bulan adalah satelit alami Bumi satu-satunya dan benda langit yang paling terang setelah Matahari. Bagaimana bila bumi tidak memiliki bulan? Simak videonya!

Rekomendasi Film

Inilah rekomendasi film science fiksi yang bikin kamu cerdas seketika karena bikin mikir banget!