Fenomena Super Blue Blood Moon, Peristiwa Alam Paling Langka

Fenomena yang sedang banyak dibicarakan dan dinantikan oleh masyarakat. Tepatnya di penghujung akhir Januari 2018, akan terjadi gerhana total yang meliputi Eropa Utara, Eropa Timur, Asia, Australia, Amerika, Pasifik, Atlantik, Samudra Hindia, Artktik dan juga Artantika. Sedangkan untuk gerhana bulan totalnya akan terjadi pada tanggal 27 atau 28 Juli 2018 mendatang.

Lalu, sebenarnya apa itu super blue blood moon?

Nama yang cukup sulit, namun secara sederhananya bisa kita katakan gerhana bulan. Istilah super blue blood moon merupakan julukan yang diberikan oleh NASA atau Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat.

Mengapa dinamakan super blue blood moon?

Ini karena terdapat 3 fenomena yang sangat dinantikan dan terjadi langsung dalam 1 waktu. Fenomena itu adalah super mon yang akan ditandai dengan posisi bulan yang dekat dengan bumi. Blue moon, yang titandai dengan adanya bulan purnama kedua di dalam waktu 1 bulan serta blood moon yang ditandai dengan adanya bulan berwarna merah. Bulan adalah satelit miliki Bumi dan  planet di tata surya lainnya juga masing-masing memiliki satelit.

Namun sebenarnya ada 2 definisi bulan biru atau blue moon yang berbeda. Yaitu yang sebelumnya sudah dijelaskan bahwa blue moon adalah bulan ke dua. Sedangkan pengertian lainnya adalah purnama ketiga dimusim astronomi dengan kehadiran 4 bulan secara penuh.

Hingga saat ini masih ada perdebatan dalam pemakaian istilah tersebut. Sebab, anggapan cuaca dari perbedaan wilayah yang berbeda bisa saja malah membuat citra bulan yang muncul juga berebeda.

Fenomena Super Blue Blood Moon di Dunia

Terjadinya gerhana bulan seperti ini sudah terjadi satu setengah abad yang lali. Peristiwa ini terjadi tepatnya pada tanggal 31 Maret 1866, artinya sudah 152 tahun jika dihitung antara perbatasan waktu dengan terjadinya super blue blood moon pada tanggal 31 Januari 2018.

Blue blood moon juga bisa dikatakan sangatlah langka sebab hanya terjadi setiap 2 atau 32 tahun sekali. Pada 1100 tahun antar 1550 dan 2650 (UTC), aka nada 408 blue moon musiman serta bulanan blue moon. Sedangkan, double blue hanya akan terjadi 3-5 kali dalam 1 abad. Ditahun berikutnya yang mempunyai 2 bulan dengan 2 penuh dan masing-masing akan terjadi di tahun 2037.

Berdasarkan informasi waktu di atas sudah jelas bahwa fenomena blue blood moon sangatlah langka karena waktunya memang sangat terbatas. Bahkan bisa dikatakan orang-orang kemungkinan hanya bisa melihat 1 kali fenomena blue blood seumur hidupnya atau bahkan tidak bisa melihatnya sama sekali.

Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Gerhana bulan adalah salah satu kejadian yang akan terjadi pada bulan dan matahari. Dimana kedudukan antara matahari, bulan dan bumi ada pada garis lurus yang sejajar. Akibatnya bayangan bumi akan menutupi sebagai atau bahkan secara keseluruhan bulannya.

Proses terjadi peristiwa alam ini dimulai ketika bumi ada di antara bulan dan matahari. Sehingga sinar matahari tidak bisa sampai ke bulan sebab terhalang oleh bumi.


Waktu terjadinya gerhana bulan akan lebih lama jika dibandingkan dengan gerhana matahari. Berikut adalah proses terjadinya gerhana bulan:

  1. Diawali saat bulan mulai bersinar terang kemudian meredup sedikit demi sedikit oleh adanya bayangan hitam yang tidak lain dan tidak bukan merupakan bayangan dari bumi.
  2. Kemudian, lama-kelamaan kondisi bulan yang berbentuk bulat akan mulai tertutut secara perlahan hingga bagian bulan semakin lama semakin menyabit dan disebut juga dengan macam macam fase bulan.
  3. Setelah menjadi bulan sabit, maka lama-kelamaan bulan juga akan hilang sementara karena ditutupi oleh bayangan bumi. Saat proses inilah manusia tidak bisa melihat adanya bulan.
  4. Setelah semua bulan sudah benar-benar tertutup dan terlihat seperti hilang dari padandangan maka seiring berjalannya waktu jika kita menunggu maka bulan akan kembali muncul terlihat. Kemunculannya pun akan perlahan-lahan.

Itulah proses terjadinya gerhana bulan dari awal sampai akhir. Durasi waktu gerhana bulan bisa terjadi dalam hitungan menit atau bisa juga berjam-jam. Saat terjadi proses ini manusia diseluruh penjuru dunia yang memang sangat menantikan gerhana bulan akan dengan rela menanti fenomena alam yang langka ini terjadi.


Fakta Menarik Mengenai Super Blue Blood Moon

Terjadi gerhana bulan blue blood moon ini juga mengundang banyak fakta menarik yang cukup melekat dikalangan masyarakat. Memang, terjadinya peristiwa blue blood moon ini kerap kali membawa sesuatu yang lainnya, yang kadang-kadang belum pernah sebagian orang dengar. Apalagi jenisnya memang gerhana bulan darah atau blue blood moon. Gerhana bulan dengan warna bulan merah menyala yang terlihat menakjubkan sekaligus mengerikan.

1. Masyarakat beranggapan bahwa super blue blood moon adalah tanda-tanda kiamat

Ya, ini adalah salah satu fakta yang bisa kita temui di masyarakat mengenai fenomena super blue blood moon. Fenomena ini bahkan disampaikan seorang Pastur Hagee bahwa benar adanya tanda kiamat dari blue blood moon.

2. Dari blood moon jadi supermoon

Fenomena blood moon atau dinamakan gerhana bulan darah yang biasanya akan terjadi setiap beberapa puluh tahun sekali kadang-kadang juga mengalami perbedaan. Salah satunya adalah saat blood moon akan terlihat lebih besar dibandingkan dengan biasanya dan akan berubah menjadi fenomena super moon yang baru saja terjadi di Indonesia. Secara ilmiah alasan terjadinya fenomena ini karena gerhana bulan ketika itu sedang dalam posisi bulan paling dekat dengan bumi. Kondisi inilah yang akan membuat gerhana bulan terlihat lebih besar dibandingkan dengan biasanya.

3. Blood moon ini tidak berbahaya

Salah satu hal yang perlu masyarakat ketahui bahwa blood moon tidaklah berbahaya ini hanyalah fenomena alam. Tidak sedikit orang merasa takut dengan peristiwa blood moon ini. Namun, NASA sudah pernah menyampaikan bahwa terjadinya fenomena ini tidak akan memberikan dampak apapun bagi manusia di Bumi. Karena warna merah yang muncul disebabkan karena adanya pantulan bayangan dari bumi.

Itulah informasi lengkap mengenai fenomena super blue blood moon. Di Indonesia, 31 Januari 2018 tentunya menjadi hal yang sangat dinantikan oleh sebagian orang. Bagaimana tidak, nyatanya Indonesia adalah salah satu negara yang bisa melihat kejadian alam tersebut secara langsung. Asalkan langit tidak mendung maka Anda bisa menyaksikannya dengan sempurna.

Bahkan fenomena super blue blood moon juga bisa Anda nikmati dengan mata telanjang. Namun, tentunya jika sangat ingin mengabadikan momen langkanya akan lebih baik jika Anda bisa menggunakan kamera DSLR dengan lensa telephoto yang ukurannya 300 mm atau memakai telescope ring adapter yang bisa tersambung ke kamera. Bisa juga dengan smarthphone yang memang sudah tersambung ke adapter.  Bahkan jauh lebih bagus lagi jika ternyata fenomena ini bisa Anda bidik memakai kolase berurutan dari awal hingga akhir.

Sangat menarik untuk dinantikan, karena kapan lagi kita bisa melihat fenomena alam gerhana bulan yang sangat menakjubkan secara langsung?

, ,
Oleh :
Kategori : Fenomena Alam