Selain Perburuan Liar, Inilah 7 Penyebab Kelangkaan Hewan Di Indonesia

Seiring berjalannya waktu, Planet Bumi juga mengalami perubahan. Perubahan tersebut sangat erat kaitannya dengan kegiatan manusia. Dahulu manusia melakukan berbagai macam pekerjaan hanya dengan menggunakan alat sederhana dan selalu mementingkan kelestarian alam. Setelah ditemukan teknologi, segala macam pekerjaan manusia menjadi lebih mudah dan cepat. Namun teknologi yang terus berkembang ternyata memberikan dampak negatif terutama terhadap lingkungan. Banyak alam menjadi rusak akibat kegiatan manusia yang dilakukan secara terus menerus. Tidak terkecuali yang dialami oleh Indonesia. Dari dahulu Indonesia dikenal dengan keragaman flora dan faunanya yang bahkan beberapa diantaranya termasuk endemik. Akan tetapi beberapa spesies sudah sangat sulit untuk ditemukan di alam bebas, bahkan beberapa sudah masuk dalam kategori langka termasuk hewan. Badak bercula satu, macan kembang, burung cendrawasih merupakan beberapa contoh hewan asli Indonesia yang statusnya berada pada level langka. Lalu apa saja penyebab langkanya hewan – hewan tersebut? Berikut penyebabya:

  1. Rusak Dan Hilangnya Habitat Tempat Tinggal

Seperti yang kita ketahui jika hutan merupakan rumah bagi sebagian besar hewan yang ada di muka bumi ini. Seiring bertambahnya populasi manusia, kebutuhan akan tempat tinggal juga mengalami peningkatan. Tidak heran jika banyak hutan mengalami pengalihan fungsi menjadi wilayah pemukiman. Pengalihan fungsi hutan berdampak pada rusaknya lingkungan terutama hutan (Baca: Dampak Positif dan Negatif Pengalihan Lahan Hutan Untuk Perumahan). Kerusakan hutan bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti penebangan pohan secara liar hingga cara paling mudah yakni membakar hutan. Merusak hutan tentunya berdampak pada hilangnya tempat tinggal bagi sebagian besar hewan. Bahkan kebakaran hutan sendiri bisa membunuh hewan – hewan yang hidup di dalam hutan dan mereka tidak sempat untuk menyelamatkan diri. Akibatnya banyak hewan menjadi sulit untuk ditemukan dan keberadaanya sangat langka, sebab rumah tempat tinggal mereka telah rusak bahkan hilang.

  1. Perburuan Liar

Dahulu manusia melakukan perburuan hewan untuk mencari sumber makanan demi bertahan hidup. Tentu zaman tersebut alat berburu yang digunakan sangat sederhana yakni busur panah atau tombak. Seiring berkembangnya zaman, berburu hewan bukan lagi sekedar memenuhi kebutuhan hidup saja, namun juga menjadi hobi. Bahkan alat yang digunakan juga mengalami perubahan menjadi senjata api. Sebagian besar hewan yang diburu biasanya ditangkap dalam kondisi hidup atau sudah mati, tergantung dari seberapa penting hewan tersebut memberikan manfaat. Seperti harimau yang diburu untuk diambil bagian kulit yang menjadi ciri khasnya, gajah yang diambil gadingnya saja, ular sanca yang dimanfaatkan kulitnya, burung cendrawasih yang diburu untuk dijadikan hewan peliharaan atau diawetkan dan lain sebagainya. Namun tidak jarang, beberapa orang melakukan perburuan hewan tertentu karena dianggap sangat berbahaya, padahal hewan tersebut hanya berusaha mencari tempat tinggal baru atau sedang mencari makanan.

  1. Bencana Alam

Bencana alam juga turut menjadi penyebab mengapa hewan – hewan yang terdapat di Indonesia menjadi langka. Gunung meletus, kekeringan, tsunami, banjir hingga tanah longsor merupakan beberapa contoh bencana alam yang bisa menjadi penyebab langkanya hewan di alam bebas. Banyak hewan tidak dapat bertahan hidup untuk menyelamatkan diri saat bencana alam terjadi. Jikapun ada yang dapat bertahan hidup, jumlahnya tidak akan banyak. Tidak heran jika jumlah populasi hewan di alam menjadi semakin sedikit dan bahkan terancam punah.

  1. Perdagangan Ilegal

Sebagian besar hewan yang diburu tergolong hewan yang unik serta sudah sangat jarang ditemukan di alam. Semakin langka dan dilindungi hewan tersebut, maka semakin mahal harga jualnya. Sebagian besar hewan yang jual belikan ini biasanya dijadikan hewan peliharaan, diambil bagian tubuhnya (kulit, gading, tadukk, atau cula) bahkan dikonsumsi oleh pihak – pihak tertentu. Bahkan di negera tertentu, bisnis perdaganan hewan langka dan liar ini cukup banyak, bahkan peraturan yang diberlakukan tidak terlalu ketat tentu diperjual belikan secara ilegal.

  1. Meningkatnya Hewan Predator

Predator memiliki peran yang amat penting guna menjaga keseimbangan alam. Namun apa jadinya jika jumlah predator yang terjadi di alam semakin meningkat. Tentu keseimbangan alam menjadi terganggu. Seperti yang terjadi saat ini, menurut ilmuwan anjing merupakan salah satu predator terburuk ketiga setelah tikus dan kucing. Keberadaannya mengancam kurang lebih 200 spesies hewan termasuk hewan yang terancam punah. Anjing yang tidak dipelihara atau liar kemungkinan menyerang hewan lain sangat tinggi. Bahkan di untuk anjing peliharaan yang dibebaskan oleh pemiliknya juga sama – sama mengancam. Di Chili, Amerika Serikat, hampir 88 persen penduduk mengatakan jika anjing menyerang rusa dan dianggap wajar. Namun jika anjing menyerang pudu yakni spesies rusa terkecil di dunia dan keberadaannya mulai langka, maka pemilik anjing bisa dikenakan sanksi.

  1. Perubahan Iklim

Para ahli biologi memberikan peringatan terkait masalah perubahan iklim yang dapat mengancam keberlangsungan hidup hewan – hewan di seluruh dunia. Planet Bumi telah melewati beberapa fase dari panas menjadi dingin selama jutaan tahun. Perubahan ini juga berpengaruh pada musnahnya beberapa spesies hewan, meskipun begitu masih ada beberapa hewan yang mampu bertahan hidup karena mampu beradaptasi dengan baik. Akan tetapi kenaikan suhu yang berlangsung dengan cepat saat ini membuat hewan – hewan sulit melakukan adaptasi. Perubahan suhu ini mempengaruhi sistem reproduksi hewan serta migrasi. Biasanya hewan akan berkembang biak ketika memasuki musim semi atau ketika iklim mulai menghangat. Namun saat ini musim semi terjadi lebih awal sehingga ekosistem menjadi terganggu.

  1. Penyakit

Perubahan iklim juga bisa memberikan dampak lain terhadap hewan yakni munculnya beragam penyakit. Dalam sebuah penelitian internasional menemukan bahwa penyakit jamur menyababkan penurunan populasi amfibi lebih dari 500 jenis dalam kurun waktu 50 tahun terakhir. Bahkan ada sekitar 90 spesies mengalami kepunahan. Penyakit ini bernama chytridiomycosis, menyerang bagian kulit amfibi bahkan menyebabkan kematian sporadis. Ada sekitar 60 negara yang terjangkit penyakit tersebut. Jamur ini kemungkinan besar berasal dari Asia sedangkan amfibi lokal sudah cukup kuat menghadapi jamur tersebut. Akan tetapi amfibi yang tidak bisa bertahan hidup seperti spesies langka bisa mengalami kepunahan.

Itulah tadi beberapa penyebab kelangkaan hewan – hewan yang terjadi di Indonesia. Semoga dengan informasi di atas kita bisa menjadi lebih bijak dan mencintai hewan agar tidak punah dikemudian hari.

fbWhatsappTwitterLinkedIn