7 Daerah Rawan Gempa Bumi di Dunia

Terdapat beberapa daerah yang merupakan titik rawan gempa di dunia. Beberapa titik-titik gempa tersebut sudah bertahun-tahun dipelajari dan dicatat oleh para ilmuwan menggunakan alat pencatat getaran gempa yang perlu Anda ketahui lebih lanjut yakni pengertian seismograf. Berikut merupakan 7 daerah rawan gempa bumi di dunia.

1. Asia (Asia Timur dan Asia Tenggara)

Peta titik-titik gempa mulai dari tahun 1900-2017. Terdapat pola konsisten mengenai tempat gempa seringkali muncul. Biasanya sepanjang pantai di Samudera Hindia dan Pasifik. Titik berwarna hitam merupakan tempat dimana gempa terjadi paling parah.

Asia merupakan daerah yang sangat sering terjadi gempa bumi, terutama di Indonesia dan Jepang. Di kawasan Asia timur, Jepang merupakan negara dengan aktivitas gempa bumi terbanyak yang pernah tercatat. Hal ini disebabkan karena Jepang terletak di antara tiga lempeng dunia.

Gempa yang terjadi di wilayah Asia Timur biasanya mencakup wilayah Tiongkok hingga Jepang. Gempa paling besar yang pernah tercatat dalam sejarah adalah pada tanggal 23 Januari 1556, gempa di Provinsi Shaanxi yang merenggut 830.000 jiwa.

Kemudian terjadi lagi gempa bumi hebat pada tahun 1976 di Tangshan yang merenggut antara 240.000-650.000 jiwa, dimana gempa ini merupakan gempa paling mematikan di sepanjang abad ke 20.

Kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan yang cukup rawan gempa bumi karena letaknya berada di lingkaran cincin api dan merupakan titik pertemuan antara dua lempeng dunia jika dilihat dari struktur bumi yang ada. Oleh karena itu gempa bumi merupakan sesuatu yang tak terelakkan di sini.

Wilayah cincin api. Terlihat pada gambar, bahwa seluruh wilayah Selandia Baru, Indonesia, Filipina, Jepang, West Coast Amerika Serikat, Meksiko, dan sepanjang sisi barat Chilli merupakan daerah yang rawan terjadinya guncangan dari dalam bumi.

Salah satu gempa terkuat yang pernah terjadi di Asia Tenggara adalah gempa dan tsunami Aceh pada bulan Desember tahun 2004. Gempa ini mengakibatkan tsunami yang menghantam sebagian besar wilayah Aceh dan merenggut banyak korban jiwa.

Rusia juga tidak luput dari serangan gempa. Pernah terjadi gempa yang berkekuatan 9 skala richter di Semenanjung Kamchatka tahun 1952, dan gempa lain yang tidak kalah besar berkekuatan 8,6 skala richter di Tibet tahun 1950. Guncangan ini bahkan terasa sampai ke Norwegia.

Kawasan Asia tengah adalah kawasan yang paling sering terkena gempa di dunia. Aktivitas paling besar muncul sepanjang wilayah Asia Tengah. Mulai dari pesisir pantai timur Laut Hitam, melewati Iran dan perbatasannya dengan wilayah Pakistan sepanjang pesisir selatan dari lautan Kaspia.

2. Amerika Selatan

Gempa bumi terkuat yang pernah ada adalah gempa bumi Valdivia yang terjadi pada tanggal 22 Mei 1960. Sekalipun gempa ini memiliki episentrum yang ada di dekat Canete, Chilli, namun wilayah yang terkena dampak paling besar adalah Valdivia. Pengertian episentrum merupakan gelombang yang merupakan hasil perambatan dari hiposentrum, dimana pengertian hiposentrum adalah titik pusat terjadinya gempa bumi. Gempa ini berkekuatan magnitudo 9,5 skala richter. Karena gempa bumi ini, lebih dari 2 juta orang di sana menjadi tunawisma dan korban jiwa nyaris mencapai 5.000 orang. Gempa ini menimbulkan bencana tsunami besar yang menghantam wilayah lain selain Chili seperti Selandia Baru, Australia, Filipina, Jepang, Kepulauan Aleut dan Alaska.

Pada tahun 2010, terjadi gempa lagi yang sangat kuat, bermagnitude 8,8 skala richter mengguncang kota Conception. Peristiwa ini menimbulkan 500 korban jiwa dan 800.000 orang kehilangan tempat tinggal. Gempa ini terasa sampai ibukota Chilli, Santiago dimana terjadi kerusakan serius di beberapa area. Bahkan, wilayah Peru juga turut mengalami peristiwa ini.

3. Amerika Utara

Pernah terjadi gempa hebat di Alaska pada tanggal 27 Maret 1964 yang berpusat di Prince William Sound. Gempa tersebut mencapai kekuatan magnitude 9,2 skala richter.

Zona gempa bumi lainnya di daerah Amerika Utara menyebar dari BC ke Baja Mexico dimana lempengan Pasifik bergesekan dengan lempengan Amerika Utara. Jurang tengah Kalifornia, San Francisco dan beberapa daerah lainnya telah mengalami banyak peristiwa gempa bumi, termasuk yang berkekuatan hingga 7,7 skala richter di tahun 1906.

Di Meksiko, zona gempa yang aktif berada di sisi barat Sierras, sisi selatan dekat Puerta Vallarta, menuju pesisir pantai Pasifik di perbatasan Guatemala. Kebanyakan pesisir pantai barat Amerika Tengah cukup banyak terjadi aktivitas gempa bumi karena adanya gesekan antara Lempeng Cocos dengan Lempengan Karibia. Dibandingkan dengan mereka, sisi timur dari Amerika Utara cukup jauh dari gempa bumi. Andaipun ada aktivitas gempa, paling-paling ada di daerah kecil di sekitar Sungai St. Lawrence di Kanada.

4. Eropa (kecuali daerah bagian utara)

Wilayah Eropa, terutama di sisi utara secara umum bebas dari zona gempa bumi, kecuali bagi daerah di sekitar Islandia sisi barat yang terkenal akan aktivitas gunung berapinya. Risiko aktivitas seismik meningkat pada daerah di selatan Turki dan beberapa bagian dari pesisir pantai Mediterania.

Aktivitas gempa bumi yang terjadi di daerah-daerah tersebut diakibatkan oleh lempeng benua Afrika yang menjorok ke atas lempengan Eurasia dibawah Laut Adriatik (laut yang memisahkan semenanjung Italia dengan semenanjung Balkan).

Gempa berkekuatan 8,7 skala richter tercatat pernah mengguncang ibukota Portugal, Lisbon di tahun 1755. Ini merupakan salah satu gempa terkuat yang tercatat. Selain itu, bagian tengah wilayah Italia dan bagian barat wilayah Turki juga sering menjadi pusat gempa.

5. Afrika

Afrika merupakan daerah yang dapat dikatakan lebih bebas gempa dibandingkan benua lainnya. Walaupun di daerah dekat sisi timur pesisir Mediterania, terutama Libanon seringkali terjadi aktivitas gempa. Di sana, lempeng Arabia bertumbukan dengan lempeng Eurasia dan lempengan Afrika.

Daerah tanduk Afrika, yang terletak di timur benua Afrika itu juga merupakan wilayah aktif gempa. Salah satu gempa paling kuat yang tercatat pernah terjadi di Afrika terjadi pada bulan Desember 1910, berkekuatan 7,8 skala richter, mengguncang sisi barat dari Tanzania.

6. Selandia Baru

Seluruh wilayah Australia mungkin memiliki risiko gempa yang sangat kecil bahkan nyaris tidak ada. Namun Selandia Baru yang terletak di sebelahnya itu merupakan salah satu wilayah di dunia yang paling sering diguncang oleh gempa bumi. Hal ini terjadi karena Selandia Baru terletak di daerah panas cincin api. Gempa di New Zealand yang paling kuat terjadi pada tahun 1855, tercatat gempa itu berkekuatan 8,2 skala richter. Menurut para sejarawan, gempa Wairarapa sampai mengubah bentuk lansekap tersebut, naik hingga ketinggian 20 kaki.

7. Antartika (Perbatasan Lempeng Antartika dan Lempeng Scotia)

Dibandingkan dengan enam benua lainnya, Antartika adalah daerah yang paling tidak punya aktifitas gempa bumi. Alasannya adalah karena kecilnya massa tanah yang berhubungan dengan lempengan-lempengan benua di sekitarnya. Satu perkecualian adalah daerah di sekitar Tierra del Fuego di Amerika Selatan, dimana lempeng Antartika bertemu dengan lempengan Scotia. Gempa bumi terhebat yang pernah terjadi di Antartika berkekuatan 8,1 skala richter, terjadi pada tahun 1998 di Pulau Balleny, selatan dari Selandia Baru.

Demikianlah penjelasan mengenai daerah rawan gempa bumi di dunia. Semoga kita selalu dalam lindunganNya.

, , , ,