Categories
Ilmu Sosial

6 Manfaat Transmigrasi Penduduk

Secara definitif, transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah yang padat menuju daerah jarang. Indonesia merupakan salah satu negara yang pemerintahnya cukup sering menggalakkan program transmigrasi mengingat tidak meratanya persebaran penduduk. Berpusatnya penduduk di suatu titik, di antaranya di beberapa bagian di Pulau Jawa, menciptakan ketidakseimbangan dalam berbagai hal, semisal tersedianya lapangan pekerjaan, tingkat kesejahteraan masyarakat dan angka kemiskinan, tingkat pengangguran, pembangunan daerah, industri kecil dan menengah dan lain sebagainya.

Di Jawa, misalnya, lapangan pekerjaan merupakan barang yang relatif mahal karena satu jabatan diperebutkan banyak orang, sedangkan daerah lain kekurangan tenaga kerja dan justru kelebihan lapangan pekerjaan. Akibatnya, banyak lapangan pekerjaan di daerah yang tidak tersentuh sehingga memperlambat pembangunan daerah tersebut. Di Jawa, sebaliknya, persaingan yang tinggi untuk mendapatkan lapangan pekerjaan membuat angka pengangguran meroket tajam sehingga kesejahteraan masyarakat jauh dari merata.

Belakangan, program transmigrasi tampak kalah populer dibanding urbanisasi yakni perpindahan penduduk dari desa ke kota. Kota-kota besar di Indonesia seakan memiliki daya tarik yang amat besar bagi penduduk desa yang berkeinginan memiliki penghidupan yang layak. Demi tujuan tersebut, mereka rela menjadi perantau dan mengadu nasib di daerah lain bahkan di mancanegara. Karena itu, penting kiranya bagi kita untuk kembali menyegarkan ingatan tentang manfaat transmigrasi yang demikian besar baik bagi individiu secara pribadi maupun bagi bangsa Indonesia secara umum.

Beberapa di antara manfaat transmigrasi adalah sebagai berikut :

1. Mengurangi Kemiskinan

Berbeda dengan kaum migran yang berpindah kota atau negara secara mandiri dan atau dikordinir oleh agen tertentu, masyarakat yang menjadi anggota transmigran akan dibekali modal untuk mencari penghidupan di tempatnya yang baru. Modal ini biasanya berbentuk tanah dengan hak pakai penuh dan atau uang tunai. Selain itu, alokasi waktu di tempat baru tersebut juga ditentukan, sehingga para transmigran dapat mengatur segala sesuatunya dengan baik dan terkontrol. Dengan perencanaan dan program yang demikian teratur, transmigrasi terbukti cukup efektif dalam mengurangi kemiskinan.

Campur tangan pemerintah berupa insentif dan timeline yang teratur dan terencana tanpa menghalangi kreativitas transmigran semakin memudahkan upaya menekan angka kemiskinan. Ini utamanya terjadi karena para transmigran diarahkan sedemikian rupa untuk dapat merintis bisnis dan menjadi wirausahawan serta memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya. Mereka juga difasilitasi untuk bisa membuka usaha dan mengembangkan bisnis sehingga setelah menjalani program transmigrasi, anggota dapat dipastikan tidak lagi berada di bawah garis kemiskinan.

2. Menciptakan Tradisi Wirausaha

Seperti disinggung pada point sebelumnya, transmigrasi adalah program strategis yang digalakkan untuk menciptakan dan mengembangkan tradisi wirausaha di kalangan masyarakat. Jika selama ini bekerja lebih banyak diidentikkan dengan profesi karyawan atau buruh, transmigrasi merupakan salah satu terobosan yang digunakan pemerintah untuk mengubah pola pikir tersebut. Tentunya, pemerintah juga tidak main-main dengan tujuan mulya yang demikian sebab para transmigran tidak dibiarkan begitu saja. Mereka mendapat pelatihan yang memadai, modal yang cukup serta lingkungan yang kondusif untuk menjadi seorang wirausahawan.

3. Merangsang Pertumbuhan dan Pembangunan di Daerah

Sebab utama mengapa tujuan transmigrasi adalah daerah yang tergolong terpencil dan jauh dari pusat keramaian adalah untuk merangsang pertumbuhan dan pembangunan di daerah tersebut. Daerah-daerah yang demikian biasanya memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa besar, termasuk lahan yang luas, akan tetapi tidak banyak digarap karena minimnya jumlah maupun skill penduduk. Untuk itulah, transmigrasi diupayakan dapat menjawab ketimpangan tersebut agar kekayaan sumber daya alam maupun luasnya lahan dapat digunakan sebaik-baiknya dan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan dan pembangunan daerah tersebut, semisal industri pariwisata dan sektor-sektor ekonomi lain.

4. Menekan Angka Pengangguran

Angka pengangguran di daerah padat penduduk sudah menjadi masalah klasik yang tak kunjung berakhir. Di sini, transmigrasi menawarkan solusi nyata berupa desentralisasi penyebaran penduduk sehingga mereka yang belum settle di kawasan padat penduduk bisa memeroleh pekerjaan di kawasan jarang penduduk. Tak hanya berkaitan dengan persoalan persaingan dan kesempatan kerja, manfaat satu ini juga amat nyata dirasakan sebab anggota transmigran juga mendapat pendidikan dan pelatihan seputar hal-hal yang berkaitan dengan lapangan pekerjaan, langkah perintisan, pengembangan dan lain sebagainya.

Selain berkaitan dengan pembangunan dan pengembangan daerah tertinggal, manfaat satu ini juga bisa menjadi solusi nyata untuk mengurangi ketimpangan sosial, meningkatnya angka kriminalitas serta persoalan-persoalan lain yang berkait erat dengan pengangguran. Selama ini angka pengangguran yang tinggi di daerah-daerah padat penduduk diakui menjadi masalah bersama yang menciptakan berbagai masalah baru baik dalam aspek sosial maupun ekonomi.

5. Menaikkan Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat

Kesejahteraan masyarakat yang merata juga merupakan manfaat utama yang ditawarkan transmigrasi. Karena itu, pemerintah juga tidak sembarangan memilih kandidat anggota transmigran. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar seseorang dianggap memiliki kualifikasi sebagai seorang anggota transmigran, mulai dari kualifikasi fisik, administrasi hingga produktivitas kerja. Ini sedikit banyak menunjukkan bahwa transmigrasi memang diarahkan untuk menanggulangi kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan masyarakat yang merat. Mereka yang direkrut adalah masyarakat yang berada dalam masa produktif dan siap bekerja sehingga perubahan berupa pemerataan kesejahteraan masyarakat dapat benar-benar diwujudkan.

6. Memperkuat Persatuan melalui Pembauran

Manfaaat terakhir dari transmigrasi yang tak kalah penting adalah memperkuat persatuan antarsuku. Ketika seorang transmigran dan keluarganya meninggalkan kampung halaman dan memulai hidup baru di tempat baru, mereka berhadapan dengan suasana dan budaya baru, mulai dari tetangga, budaya, adat dan kebiasaan setempat. Pembauran yang demikian sangat potensial menciptakan kerukunan dan komunikasi yang harmonis antarsuku bangsa yang berbeda sehingga persatuan dapat terus dijaga dan diperkuat. Selama ini, stigma-stigma negatif tentang sutu suku tertentu lebih banyak disebabkan tidak adanya komunikasi yang sehat dan judgment yang terlalu terburu-buru.

Transmigrasi memungkinkan adanya pembauran yang demikian sehingga stigma-stigma negatif dapat dikurangi bahkan dihilangkan dengan hidup bersama dalam suasana yang harmonis. Anggota transmigran maupun masyarakat di tujuan transmigrasi juga dapat saling memelajari kebudayaan masing-masing sehingga kekayaan budaya Indonesia dapat semakin dikenal oleh rakyat Indonesia sendiri dan tidak kalah bersaing dengan budaya luar yang bebas masuk dan dalam beberapa hal cukup dominan.