4 Perbedaan Stalaktit dan Stalagmit

Pernahkah kalian mempunyai tempat favorit untuk dikunjungi? Pada acara liburan misalnya, atau sekedar mengisi waktu kosong dan ingin pergi ke suatu tempat dimana kita bisa sangat dekat dengan alam? Pernahkah merasa seperti itu? Adakalanya rutinitas yang padat dan tidak jarang mebuat pusing dapat membuat kita menjadi stress. Untuk menghadapi hal yang demikian atau untuk sedikit menghilangkan kepenatan kita, bolehlah kita sekali- kali keluar dari rumah, dari tempat tinggal yang nyaman, atau dari kota untuk sejenak berbaur dengan alam, merasakan indahnya negeri Indonesia ini. Keindahan negeri Indonesia memang sangat disayangkan untuk dilewati begitu saja. Di luar sana banyak sekali tempat- tempat indah yang menakjubkan untuk kita datangi.

Untuk mengisi waktu luang atau liburan, salah satu alternatif yang dapat kita ambil adalah dengan berjalan- jalan di alam terbuka dan menikmati keindahan alam. Banyak jenis tempat yang dapat kita datangi untuk mengisi waktu luang, waktu senggang, atau liburan ini. Tempat- tempat di alam yang dapat kita datangi diantaranya seperti pantai, gunung, sungai, laut, danau, goa, candi dan masih banyak lagi tempat- tempat lain yang tidak dapat disebutkan satu demi satu. Salah satu tempat alternatif yang dapat kita kunjungi ketika berlibur atau sekedar jalan- jalan adalah goa atau gua. Gua ini dapat kita temui di daratan maupun di lautan atau perairan, karena gua ini bisa berada di sembarang jenis tempat.

Saat Anda memasuki gua, ada bermacam- macam yang dapat Anda temui disana. Gua memang lingkungan ataupun isi dari dalamnya memang bermacam- macam. Tidak semua gua isinya sama. Namun ada hal- hal yang selalu ada pada setiap gua, yaitu kegelapan dan juga udara yang lembab. Dua komponen ini memang selalu ada pada gua karena ini adalah sifat asli gua, yakni gelap dan juga lembab. Namun, beberapa gua juga mempunyai pemandangan- pemandangan tertentu yang tidak dimiliki oleh semua gua. Sebagai contoh adanya kelelawar. Kelelawar memang jenis binatang yang sangat suka tinggal di tempat yang basah atau lembab dan juga gelap, sehingga gua ini menjadi rumah yang sangat nyaman bagi kelelawar. Namun perlu Anda tahu bahwa tidak semua gua dijadikan rumah kelelawar. Hanya gua- gua terentu saja atau sebagian besar gua. Pemandangan yang kedua selain kelelawar yang dapat kita temui di gua adalah adanya stalagmit dan juga stalaktit. Stalaktit dan stalagmit ini merupakan kenampakan batu- batu alam yang ada di dalam gua yang menonjol-menonjol dan berbentuk lancip dan terbentuk dengan sendirinya karena proses alam. Namun untuk mengetahui lebih lengkap dan pastinya, kita perlu mengulas apa itu stalagmit dan stalaktit?

Pengertian stalaktit dan stalagmit

Perbedaan Stalaktit dan StalagmitStalaktit merupakan sebuah kata yang dalam bahasa Yunani artinya adalah menetes. Stalaktit ini merupakan suatu jenis speleothem atau mineral sekunder yang letaknya menggantung berada di langit- langit gua. Gua yang ditumbuhi stalaktit ini pun adalah gua kapur. Stalaktit ini keras dan termasuk ke dalam batu tetes. Stalaktit ini dapat terbentuk dari kalsium karbonat yang mengendap, dan juga mineral- mineral lainnya yang mengendap pada larutan air yang bermineral.  Sedangkan stalagmit merupakan pembentukan gua secara vertikal atau atas bawah. Stalagmit ini dapat terbentuk dari kumpulan kalsit. Kalsit- lasit ini berasal dari air- air yang menetes. Stalagmit ini dapat kita temukan di lantai gua. Dan biasanya dtalagnit ini berada di bawah stalaktit. Oleh karena saling beriringan, maka keduanya bak saudara kembar yang tidak dapat dipisahkan. Stalaktit dan stalagmit adalah hiasan gua yang maha indah.

Stalaktit dan stalagmit merupakan salah satu keindahan yang ada di gua. Keduanya mencerminkan kekayaan alam yang mempesona. Bentukan- bentukan alami tanpa pahatan, tanpa sentuhan tangan manusia berubah menjadi karya alam yang luar biasa. Stalaktit dan stalagmit adalah satu kesatuan yang mempunyai hubungan sebab akibat. Meskipun keduannya mempunyai bentuk yang mirip, dan perbedaan yang terlihat diantara keduanya hanya perbedaan diantara letak- letaknya saja, namun ternyata memang keduanya ini mempunyai perbedaan lainnya. Perbedaan stalaktit dan stalagmit ini tidak hanya ada pada letaknya saja, namun juga pada beberapa hal.

  1. Stalaktit merupakan batuan kapur yang tumbuh dari bagian atas gua dan menuju ke bagian dasar gua, sementara stalagmit sebaliknya. Stalagmit tumbuh menjulang ke atas, yakni dari bagian dasar gua menuju ke bagian atas gua.
  2. Stalaktit terbentuk terbentuk karena Ca (HCO3)2 yang sudah terurai dan sebelum menetes ke dasar gua, sehingga menjadi tertumpuk atau terjadi penumpukkan CaCO3 yang berada di atap gua. Sementara stalagmit terbentuk terbentuk karena Ca(HCO3)2 yang merembes ke dalam tanah, menetes ke dasar gua dan terurai menjadi CaHCO3, H2O, dan juga CO2. Ca(HCO3)2 ini terus menetes dan mengakibatkan penumpukkan CaCO3 yang kemudian disebut sebagai stalagmit.
  3. Di dalam gua yang tegolong gua kapur, terjadi tetesan yang berasal dari air hujan. Endapan batu kapur yang berapa pada atap gua disebut stalagtit. Sementara endapan dibawahnya disebut stalagmit.
  4. Stalaktit benbentuk lebih runcing dan berlubang- lubang, sementara stalagmit bentuknya berlapis- lapis di lantai gua dan tidak berlubang.

Itulah beberapa perbedaan stalaktit dan stalagmit. Dua istilah yang sering kita dengar apabila ada yang menyebut kata gua. Meskipun keduanya bak saudara kembar dan biasanya berada beriringan, namun keduanya ini mempunyai perbedaan yang dibentuk oleh alam, meskipun material yang membentuk keduanya adalah sama.