4 Proses Terjadinya Badai Matahari dan Dampaknya

Matahari adalah suatu bola gas yang pijar yang merupakan pusat dari sistem tata surya di Galaksi Bima Sakti. Matahari ini mempunyai komposisi utama berupa gas sebesar 92,1 % dan komposisi lainnya seperti gas hidrogen dan helium. Matahari terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit, yaitu lapisan fotosfer, kromosfer dan korona.

Bagian bagian matahari

Setiap bagian – bagian Matahari tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda, diantaranya adalah sebagai berikut ini.

  • Inti, Inti Matahari merupakan bagian paling dalam yang terdapat pada lapisan Matahari dengan ukuran ¼ jarak dari pusat ke permukaan. Inti Matahari ini mempunyai suhu sekitar 15.000.000 °C.
  • Fotosfer, merupakan lapisan matahari yang dapat kita lihat dari Bumi karena cahaya yang dikeluarkan oleh lapisan fotosfer sangat terang dan dapat mengalahkan lapisan korona yang merupakan lapisan terluar matahari sehingga menyebabkan cahaya dari lapisan korona tidak dapat terlihat.
  • Kromosfer, merupakan lapisan gas tipis pada lapisan atmosfer matahari yang berwarna merah cemerlang di sekitar fotosfer. Lapisan kromosfer terletak pada kedalaman 2.000 km diatas fotosfer dengan suhu sekitar 4.500 °K. Tetapi warna dari kromosfer ini biasanya tidak terlihat karena tertutup cahaya terang yang dihasilkan oleh lapisan fotosfer.
  • Korona, merupakan lapisan terluar dari lapisan matahari yang memiliki ciri-ciri massa jenis rendah dan temperatur tinggi serta memiliki tebal lapisan mencapai 2,5 x 106 km.

Matahari ini dapat bersinar karena adanya pertukaran zat hidrogen dengan zat helium yang terkandung dalam matahari melalui reaksi fusi nuklir. Matahari dapat memancarkan segala jenis radiasi, dari mulai radiasi yang dapat dimanfaatkan tanaman untuk fotosintesis sampai partikel energi tinggi yang dapat menghancurkan apapun yang dilalui. Misalnya saja seperti badai matahari.

badai3Badai matahari adalah suatu proses terjadinya pelepasan energi magnetik yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan suhu plasma matahari dan partikel – partikel lainnya  yang terbentuk di lapisan atmosfer matahari. Pelepasan energi matahari ini menyebabkan ledakan dahsyat ke luar angkasa dengan kecepatan lebih dari satu juta mil per jam.

Ledakan yang terjadi tersebut menyemburkan awan elektron, ion, dan atom melalui korona ke ruang angkasa. Dan jika cukup besar, awan elektron yang disemburkan akan mencapai bumi dalam satu atau dua hari. Total energi yang dilepaskan pada saat terjadinya badai matahari ini adalah setara dengan jutaan bom hidrogen berukuran 100 megaton.

Proses terjadinya badai matahari

Proses terjadinya badai matahari ini dimulai dari beberapa proses, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Pada dasarnya, matahari memiliki aktivitas tersendiri, diantaranya adalah adanya rotasi dan aliran massa atau konveksi yang terjadi dalam perut matahari yang mempengaruhi gaya magnetnya,
  2. Lalu ketika matahari berada pada periode solar maksimum, matahari berada dalam keadaan aktif, plasma matahari pun mengalami peningkatan suhu hingga jutaan derajat celcius. Pada saat seperti ini, gaya magnet dapat berputar hingga terpelintir menembus permukaan matahari dan membentuk kaki-kaki, yang terlihat seperti bintik hitam,
  3. Dan ketika mencapai suhu tertentu, plasma matahari tersebut akan meledak dan menyemburkan berbagai partikel seperti elektron, proton dan ion dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.
  4. Selain itu, pada periode solar maksimum, bagian – bagian yang berbeda dari matahari berotasi dengan kecepatan berbeda – beda yang menyebabkan garis bidang magnetik pada matahari menjadi kacau sehingga menyebabkan terbentuknya Solar Flare (Lidah Api Matahari) dan sering terjadi bersamaan dengan luapan massa korona (Coronal Mass Ejection).

Badai matahari sering menciptakan aurora langka berwarna merah. Proses terjadinya aurora ini adalah ketika partikel yang dibawa oleh lontaran massa korona yang bergerak menuju bumi menghantam magnetosphere.

Badai matahari biasanya terjadi sekitar sebelas tahun sekali. Dengan demikian, badai matahari bukan peristiwa aneh yang langka, tetapi merupakan bagian normal dari siklus kehidupan matahari dan merupakan fenomena alam yang menakjubkan.

Catatan Terjadinya Badai Matahari

Badai matahari pertama kali tercatat pada tanggal 1 september 1859 oleh ahli astronomi yang bernama Richard C. Carrington dan Richard Hodgson ketika mereka sedang mengobservasi bintik matahari melalui teleskop di tempat terpisah. Frekuensi terjadinya badai matahari sangat bervariasi, dari mulai seminggu sekali sampai beberapa kali sehari, mengikuti siklus 11 tahunan matahari.

Dan sampai saat ini sudah ada enam badai matahari yang menyebabkan gangguan. Diantaranya yaitu sebagai berikut.

  1. Tahun 1859. Pada tahun ini, badai matahari yang terjadi menampakkan aurora besar yang dapat dilihat hingga wilayah Karibia dan menyebabkan komunikasi telegraf global terganggu dan memicu terjadinya kebakaran.
  2. Tahun 1972. Pada tahun ini, badai matahari tercatat terjadi pada tanggal 4 Agustus dan menyebabkan gangguan telekomunikasi di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Ilnois.
  3. Tahun 1989. Pada tahun ini, badai matahari yang terjadi mengakibatkan terganggunya transmisi tenaga listrik dari stasiun penghasil listrik Hydro Quebec dan melelehkan beberapa transformator daya di New Jersey sehingga menyebabkan listrik di wilayah Kanada mengalami pemadaman selama kurang lebih sembilan jam.
  4. Tahun 2000. Badai matahari yang terjadi tepat pada tanggal 14 Juli 2000 dan menyebabkan sirkuit satelit memendek dan beberapa radio di Perancis padam.
  5. Tahun 2003. Badai matahari yang terjadi pada tanggal 28 Oktober 2003 ini mengakibatkan sensor pesawat ruang angkasa tidak sanggup mengukur kekuatan badai matahari karena badai yang terjadi cukup besar.
  6. Tahun 2006. Pada tanggal 5 Desember 2006, badai matahari yang terjadi mengakibatkan adanya gangguan pada komunikasi satelit daratan dan sinyal navigasi GPS selama 10 menit serta merusak instrumen imager sinar X matahari pada satelit GOES 13.

Dampak Terjadinya Badai Matahari

Badai matahari ini menyebabkan dampak yang merugikan kehidupan manusia, diantaranya yaitu:

  • Arus listrik dari matahari dapat menyebabkan hancurnya peralatan pada pembangkit listrik
  • Partikel yang berenergi tinggi membahayakan manusia, terutama pada astronot yang sedang melakukan kegiatan di luar angkasa
  • Badai matahari menimbulkan gangguan pada fungsi atmosfer bumi, yaitu di lapisan ionosfer, sehingga mengakibatkan komunikasi yang menggunakan gelombang radio terganggu
  • Ledakan partikel energetik pada saat badai matahari yang membawa medan magnet matahari mengakibatkan adanya gangguan pada proses migrasi burung yang menggunakan medan magnet sebagai pemandu arahnya
  • Radiasi dari badai matahari mengganggu operasional satelit, yang memungkinkan terjadinya gangguan pada penggunaan telepon seluler, siaran TV, komunikasi data perbankan dan yang lainnya yang menggunakan teknologi satelit
  • Terjadinya gangguan akurasi pada navigasi berbasis pengertian satelit seperti GPS
  • Hewan yang sensitif terhadap rekuensi dapat menjadi lebih agresif saat gelombang frekuensi terganggu, hewan tersebut misalnya seperti kelelawar, anjing atau kucing.
  • Energi yang dihasilkan oleh badai matahari yang sampai di bumi dapat menyebabkan perubahan iklim bumi dalam jangka panjang
  • Badai matahari menyebabkan proses terjadinya aurora.
, , , ,