Diastropisme: Pengertian, Proses Terjadinya dan Dampaknya

Bumi merupakan tanah yang memiliki berbagai macam lapisan tanah. Di dalam lapisan bumi ini terdapat batuan penyusun lapisan bumi. Lapisan- lapisan bumi ini ternyata memiliki berbagai aktivitas karena di dalam Bumi juga terdapat tenaga- tenaga tertentu yang memiliki banyak energi. Energi atau tenaga yang terdapat dari dalam bumi disebut sebagai tenaga endogen. Tenaga endogen ini akan menyebabkan berbagai macam akibat yang pada akhirnya akan menimbulkan bentukan di permukaan Bumi. Adapun salah satu satunya adalah diastropisme. Diastropisme akan kita paparkan lebih dalam di kesempatan kali ini. Namun sebelum membahas mengenai diastropisme, alangkah baiknya apabila kita mengetahui terlebih dahulu mengenai tenaga endogen.

Pengertian Tenaga Endogen

Tenaga endogen merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi yang pada akhirnya akna menyebabkan pada perubahan lapisan kulit bumi atau kerak Bumi. Tenaga endogen bisa terjadi dengan kekuatan yang bervariasi, ada kekuatan yang besar ada pula kekuatan sedang maupun kekuatan kecil. Perlu kita ketahui bersama bahwasannya tenaga endogen ini pada akhirnya akan menyebabkan bentuk permukaan Bumi menjadi tidak rata. Hal inilah mengapa di kulit bumi atau kerak bumi, kita menemukan adanya pegunungan, jurang, bukit, gunung palung dan lain sebagainya. Permukaan bumi yang tidak rata ini tidak hanya terjadi di daratan saja namun juga terjadi di dasar perairan. Jadi, mungkin saja ada suatu daerah yang dulunya rata, setelah ada tenaga endogen yang kekuatannya agak besar lalu tempat tersebut menjadi tidak rata. Misalnya jadi ada pegunungan, bukit, jurang, gunung dan lain sebagainya yang menyebabkan tinggi rendahnya tidak sama.

Pengertian Diastropisme

diastropismeTenaga yang dari dalam Bumi ada banyak sekali. Salah satu jenis dari tenaga Bumi adalah diastropisme. Diastropisme merupakan salah satu jenis tenaga tektonisme. Definisi diastropisme menurut para ahli ahli, menyatakan bahwa diastropisme merupakan proses pembentukan relief muka bumi oleh tenaga endogen namun tanpa disertai oleh aktivitas magma.

Terjadinya diastropisme di daerah yang luas disebut dengan epirogenese. Namun apabila diastropisme meliputi daerah yang tidak terlalu luas disebut dengan orogenese. Diastropisme bisa terjadi di wilayah yang luas maupun yang sempit dan bisa terjadi dimana saja di atas muka bumi.

Proses Terjadinya Diastropisme

Tenaga yang berasal di dalam Bumi terjadi karena berbagai sebab dan tentu saja mengalami beberapa proses. Sumber tenaga endogen ini adalah arus konveksi yang terdapat pada lapisan astenosfer. Adapun proses hingga terjadinya diastropisme adalah sebagai berikut:

  • Arus yang terdapat pada lapisan astenosfer akan menyeret lempeng- lempeng yang ada di kerak bumi sesuai dengan arahnya masing- masing sehingga tidak dapat ditentukan oleh manusia.
  • Lempeng bumi akan bergeser dan bertubrukan. Hal ini terjadi karena adanya arus konveksi yang jumlahnya sangat banyak sehingga lempeng- lempeng tersebut akan berhamburan sesuai dengan arahnya masing- masing dan menyebabkan lempeng bumi akan bergeser dan terjadilah tumbrukan- tumbrukan.
  • Terjadinya selipan dan gerakan saling menjauh. Arah yang tidak pasti, pergeseran dan juga tumbrukan akan mengakibatkan adanya selipan dan juga gerakan saling menjauh antara satu lempeng dengan lempeng lainnya. Hal inilah nantiinya yang akan menyebabkan bentukan- bentukan di kerak Bumi yang berupa patahan maupun lipatan.

Nah itulah langkah- langkah atau proses terjadinya diastropisme di dalam Bumi. Terjadinya diastropisme ini memang melibatkan berbagai elemen baik yang menjadi sebab maupun akibat. Penyebab misalnya adalah arus dan yang menjadi akibat adalah lempeng- lempeng di dalam Bumi saling berganti arah yang tidak beraturan.

Akibat Diastropisme

Diastropisme merupakan tenaga dari dalam Bumi yang menggeser serta mengubah arah lempeng bumi. Hal ini merupakan tenaga yang sangat besar hingga dapat menyebabkan berbagai bentukan di permukaan Bumi yang bisa dilihat oleh manusia. Bentukan- bentukan ini merupakan akibat dari patahan dan juga lipatan. Patahan dan lipatan sendiri merupakan akibat dari tenaga dari dalam bumi tersebut. Lebih tepatnya akibat dari diastropisme ini berupa pegunungan lipatan dan juga pegunungan patahan. Adapun beberapa bentuk atau akibat dari diatopisme antara lain sebagai berikut:

  1. Bentuk- bentuk Pegunungan Lipatan

Pegunungan lipatan merupakan pegunungan yang terbentuk atau disebabkan oleh terlipatnya lapisan sedimen yang besar akibat tenaga yang berasal dari dalam bumi dengan arah mendatar atau horizontal. Sebagai bentukan dari pegunungan lipatan ini antara lain adalah:

  • Jalur pegunungan lipatan

Bentukan dari pegunungan lipatan yang pertama adalah terbentuknya jalur pegunungan lipatan. Jalur pegunungan lipatan merupakan sebuah jalur atau bentukan yang menyerupai pola adanya pegunungan tertentu. Jalur pegunungan ini bisa terbentuk di sepanjang beua, atau bahkan antar benua. Jalur pegunungan ada juga sekaligus untuk menendai daerah- daerah yang memiliki letak atau karakteristik geografis yang sama, sehingga daerah- daerah yang berada dalam satu jalur pegunungan biasanya memiliki permasalahan yang sama, misalnya sering terjadi gempa atau lain sebagainya. Di Bumi ini terdapat tiga jalur pegunungan lipatan, yaitu jalur pegunungan lipatan sirkum pasifik, sirkum Mediterania, dan sirkum Australia.

  • Dome atau basin

Dome atau basin juga merupakan salah satu bentukan dari pegunungan lipatan akibar diastropisme. Dome atau basin merupakan pegunungan lipatan yang bentuknya membulat. Dome kenampakannya berupa gundukan tanah yang lebih tinggi daripada tanah di sekitarnya. Dome atau basin ini terjadi karena ada lipatan yang terjadi dari dalam bumi yang arahnya mendatar dan mempunyai kekuatan datang pada waktu dan arah yang sama.

  1. Lipatan tunjam

Selanjutnya bentukan pegunungan lipatan adalah lipatan tunjam. Lipatan tunjam merupakan salah satu jenis bentukan pegunungan lipatan akibat adanya tenaga endogen diastropisme yang garis porosnya menunjam membentuk sudut terhadap bidang datar.

  • Lipatan kompleks

Lipatan kompleks merupakan akibat lain dari bentukan pegunungan lipatan. Lipatan kompleks adalah berbagai jenis lipatan yang terdapat pada sebuah jalur pegunungan besar yang disebut dengan antiklinal besar atau geantiklin. Diatasnya terdapat antiklinal dan juga siklinal yang kecil- kecil dengan berbagai tipe.

Nah demikianlah akibat dari adanya diastropisme yang berupa bentuk- bentuk pegunungan lipatan. Selain pegunungan lipatan, masih ada lagi lainnya yaitu pegunungan patahan. Adapun penjelasan dari bentuk- bentuk pegunungan patahan ada di bawah ini.

  1. Bentuk- bentuk pegunungan patahan

Sebelum mengetahui tentang bentuk- bentuk dari pegunungan patahan, kita akan mencari tahu mengenai pengertiannya terlebih dahulu. Patahan disebut juga dengan sesar atau retakan. Adapun yang dimaksud dengan patahan atau sesar adalah hasil dari gerakan dengan tekanan vertikal maupun tekanan horizontal yang menyebabkan lapisan kulit bumi yang telah rapun menjadi patah atau retak. Patahan ini menyebabkan suatu bagian dari permukaan bumi tidak rata atau memiliki ketinggian yang sama dengan lainnya. Sehingga kita yang ada di permukaan bumi melihatnya sebagai suatu pegunungan. Patahan atau sesar ini dibagi menjadi berbagai jenis. Adapun berbagai jenis dari bentukan patahan akan dijelaskan di bawah ini.

Beberapa bentuk pegunungan patahan antara lain sebagai berikut:

  • Patahan normal

Patahan normal merupakan patahan yang memiliki arah normal, yaitu arah gerak blok buatanya mengikuti arah gaya berat batuan yang menuju ke bawah di sepanjang bidang patahan. Patahan normal ini merupakan salah satu bentuk patahan yang diakibatkan adanya diastropisme.

  • Patahan rebah

Selanjutnya adalah patahan rebah. Patahan rebah disebut juga dengan Thrush Fault. Patahan rebah merupakan jenis patahan yang merupakan lanjutan dari lipatan. Jadi patahan rebah ini adalah patahan yang turun ke bawah akibat dari lanjutan suatu lipatan. Jadi, apabila tekanan dari slah satu sisi lebih kuat dan terjadi secara terus menerus, maka struktur lipatan akan rebah dan porosnya akan terjadi di bidang patahan. Patahan rebah akan menimbulkan sebuah akibat tertentu, salah satunya adalah akan terbaliknya susunan lapisan batuan.

  • Sesar geser

Sesar geser adalah salah satu jenis patahaan juga.yang dimaksud sesar geser adalah jenis patahan yang memiliki arah geser horizontal dan searah dengan garis porosnya. Sebagai contoh sesar geser adalah sesar Opak yang menjadi pusat gempa di Yogyakarta tanggal 27 Mei 2006 dan juga daerah yang menjadi pusat gempa di California dan juga Amerika Seikat.

  • Horst

Selanjutnya dari bentuk pegunungan patahan adalah horst. Horst merupakan bentuk yang menonjol dari patahan. Horst ini sering, bahkan selalu berdampingan dengan graben. Jika horst adalah bentuk yang menonjol, maka graben merupakan bentuk atau segmen yang turun ke bawah.

Nah demikianlah bentuk- bentuk dari pegunungan patahan yang terjadi akibat adanya tenaga diastropisme. Selain ada pegunungan lipatan, juga ada pegunungan patahan. Semua bentuk- bentuk yang disebutkan merupakan bentuk dari permukaan Bumi. hal inilah yang memberikan alasan kepada kita mengapa bentuk muka bumi daratan itu tidak rata. Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua.