Categories
Bencana Alam

Gempa Bumi Runtuhan: Pengertian, Penyebab, Karaketristik dan Contoh Peristiwa

Banyak fenomena alam di dunia ini terjadi di kehidupan kita. Berbagai jenis fenomena alam terjadi sifatnya ada yang merugikan dan ada yang tidak merugikan manusia. Adapun fenomena alam yang tidak merugikan manusia contohnya adalah terjadinya gerhana matahari, gerhana bulan, proses terjadinya hujan, proses terjadinya pelangi, proses terjadinya aurora dan lain sebagainya. Sementara itu beberapa fenomena alam yang merugikan manusia ini kita kenal bencana alam, seperti gunung meletus, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir dan lain sebagainya. Semua ini terjadi secara bergantian, meskipun terkadang bersama- sama. Ada fenomena alam yang sifatnya rutin terjadi namun ada juga yang terjadi secara periodik dalam jangka waktu tertentu. Fenomena- fenomena tersebut ada yang datangnya ditandai dengan peristiwa tertentu namun ada pula yang datangnya secara tiba- tiba.

Banyaknya fenomena alam yang merugikan yang telah disebutkan di atas, sebagian sangat sering terjadi di Indonesia. Beberapa fenomena alam yang sering terjadi di Indonesia misalnya adalah gempa bumi, gunung meletus serta banjir. Gempa bumi adalah salah satu bencana alam yang lumayan sering terjadi dan merata di seluruh wilayah Indonesia. Gempa bumi yang terjadi di Indonesia ini ada yang kekuatannya besar ada pula yang kekuatannya kecil. Secara teori gempa bumi dibedakan menjadi berbagai jenis, salah satunya adalah gempa runtuhan. Nah kali ini kita akan membahas lebih dalam lagi mengenai gempa runtuhan, namun sebelumnya tentu kita perlu mengetahui apa itu pengertiannya dan juga jenis- jenis gempa supaya pemahaman kita lebih dalam lagi.

Pengertian gempa Bumi

Gempa bumi dalam Bahasa Inggris disebut dengan Earthquake merupakan sebuah fenomena alam yang berupa getaran yang terasa hingga ke permukaan Bumi. Gempa Bumi terjadi akibat adanya aktivitas dari lempeng- lempeng bumi (faktor dari dalam bumi) maupun faktor- faktor yang berasal dari luar Bumi itu sendiri. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadiya gempa bumi. karena faktor penyebabnya banyak, maka gempa Bumi dibedakan menjadi berbagai jenis dilihat dari penyebab terjadinya. Mengenai jenis- jenis gempa akan kita bahas dibawah ini.

Jenis- jenis Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan peristiwa yang bisa terjadi karena disebabkan oleh berbagai faktor. Maka dari itulah gempa bumi dibedakan menjadi beragai jenis. Berbagai jenis gempa Bumi antara lain berdasarkan penyebabnya yaitu sebagai berikut:

  1. Gempa bumi tektonik, yaitu gempa bumi yang terjadi disebabkan karena aktivitas lempeng- lempeng bumi.
  2. Gempa bumi vulkanik, yaitu gempa yang terjadi akibat adanya aktivitas vulkanik gunung berapi.
  3. Gempa bumi runtuhan, yaitu gempa bumi yang disebabkan karena runtuhnya suatu objek.
  4. Gempa bumi tumbrukan, yaitu gempa bumi yang disebabkan karena tabrakan bumi dengan sesuatu, misalnya meteor.
  5. Gempa bumi buatan yaitu gempa bumi yang timbul karena aktivitas manusia.

Itulah beberapa jenis gempa bumi berdasarkan penyebabnya. Pada kesempatan ini kita akan membahas lebih dalam mengenai gempa bumi runtuhan.

Pengertian Gempa Runtuhan

Kita awali pembahasan kita mengenai gempa Bumi runtuhan dimaulai dari pengertiannya terlebih dahulu. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa gempa Bumi runtuhan merupakan gempa bumi yang terjadi akibat runtuhnya sesuatu, baik itu tanah, batuan maupun bagian atas dari litosfer bumi lainnya. Keruntuhan ini biasanya disebabkan karena di bagian dalam litosfer tersebut berongga. Gempa bumi runtuhan juga bisa disebabkan karena lereng gunung ataupun bukit yang runtuh akibat tidak bisa menahan beban atau kemiringan yang terlalu tajam. Gempa bumi runtuhan umumnya terjadi daerah pertambangan, kemudian di daerah pegunungan kapur, lereng gunung atau pantai berdinding curam maupun di daerah goa. Gempa bumi runtuhan ini jarang terjadi karena memang tidak selalu tempat- tempat tersebut mengalami longsor. Meskipun jarang terjadi, namun ada baiknya kita selalu berjaga- jaga terlebih bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan- kawasan yang telah disebutkan di atas dan ketika memasuki musim penghujan yang berpotensi rawan longsor.

Karakteristik Gempa Runtuhan

Gempa Bumi adalah peristiwa bergetarnya permukaan bumi. apabila kita yang merasakan, maka rasa semua jenis gempa bumi adalah sama. Semua gempa bumi menyebabkan bumi bergoyang- goyang sehingga akan mengakibatkan kerusakan besar maupun ringan. Lalu, bagaimana kita bisa mengenai apakah gempa bumi yang kita rasakan tersebut merupakan gempa bumi runtuhan atau tidak? Kita memang tidak akan  ibisa mengetahuinya dengan jeli, namun kita bisa mengenai karakteristik dari gempa bumi runtuhan. Beberapa karakteristik dari gempa bumi runtuhan antara lain adalah:

  • Umumnya getarannya hanya bersifat lokal

Karakteristik dari gempa bumi runtuhan yang pertama adalah memiliki jangkauan yang kecil. Maksudnya adalah bahwa gempa runtuhan ini hanya akan dirasakan oleh orang- orang yang berada di sekitar lokasi terjadinya gempa saja. Orang- orang yang berada di radius beberapa kilometer dari pusat terjadinya gempa kemungkinan tidak aka merasakan gempa ini karena gempa ini hanya memiliki jangkauan yang kecil. Maka dari itulah dikatakan bahwa gempa bumi runtuhan ini bersifat lokal, tidak seperti gempa bumi lainnya yang menjangkau hingga antar provinsi, yaitu gempa bumi tektonik yang terjadi akibat aktivitas- aktivitas lempeng bumi.

  • Pada umumnya gempa runtuhan memiliki kekuatan kecil hingga sedang

Gempa bumi runtuhan juga memiliki ciri khusus yaitu kekuatannya yang tidak terlalu besar. Tidak seperti gempa bumi tektonik yang kekuatanna terkadang melebihi 6 Skala Richter, gempa bumi runtuhan sifatnya lebih lemah. Getaran yang ditimbulkan gempa bumi runtuhan disesuaikan dengan objek yang mengalami runtuhan. Semakin besar objek yang mengalami runtuhan maka getaran yang dtimbulkan oleh gempa bumi ini juga semakin besar. Misalnya adalah gempa bumi yang dihasilkan karena runtuhnya atap goa akan berbeda dengan gempa yang ditimbulkan akibat longsornya gunung.

  • Gempa bumi runtuhan terjadi di daerah tertentu

Tidak semua wilayah berpotensi terkena gempa bumi runtuhan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa gempa bumi runtuhan umumnya terjadi di daerah- daerah sekitar tambang, gua, pegunungan kapur, lereng gunung maupun pantai yang bertebing curam. Sehingga gempa bumi runtuhan berpotensi terjadi di daerah- daerah tersebut.

  • Gempa bumi runtuhan jarang terjadi

Gempa bumi runtuhan memang jarang terjadi karena tidak selalu tempet- tempat yang berpotensi tersebut mengalami runtuhan. Hanya saja kita perlu waspada ketika cuaca memasuki musim hujan lebat. Biasanya tanah longsor akan terjadi lebih sering ketika musim hujan tiba. Maka dari itulah kita mengantisipasi terjadinya gempa ini sehingga kita selalu iap siaga.

Nah itulah beberapa karakteristik atau ciri- ciri yang dimiliki oleh gempa bumi runtuhan. Karakteristik gempa bumi runtuhan berbeda dengan karakteristik yang dimiliki oleh jenis gempa lain baik dari kekuatannya maupun dari jangkauannya.

Dampak Gempa Runtuhan

Seberapapun kecilnya bencana alam pastilah menimbulkan dampak yang tidak mengenakkan bagi masyarakat, termasuk pula dengan gempa bumi runtuhan ini. Gempa bumi runtuhan memang bukan termasuk bencana alam yang besar, namun gempa ini cukup memberikan dampak bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. Adapaun beberapa dampak yang ditimbulkan oleh gempa runtuhan antara lain adalah:

  • Kerusakan bangunan

Dampak paling nyata ditmbulkan dari gempa bumi adalah kerusakan bangunan. Namun kerusakan bangunan ini akan terjadi apabila gempa yang terjadi memiliki kekuatan yang besar sehingga dapat memporak porandakan bangunan. Namun bagi gempa bumi runtuhan, tentunya juga ada objek yang runtuh. Nah objek yang runtuh inilah sudah pasti bisa merusakkan bangunan, terlebih apabila ada bangunan yang ada di baawahnya.

  • Kematian

Gempa bumi runtuhan juga bisa menimbulkan kematiam, meskipun dalam kasusnya lebih banyak korban meninggal akibat tertimbun runtuhan, bukan karena gempa yang ditimbulkan.

  • Rusaknya alam

Dampak ketiga dari gempa bumi runtuhan adalah rusaknya alam. Rusaknya alam ini selain terkena reruntuhan dari objek- objek yang runtuh, juga karena runtuhan objek tersebut pasti akan menimbulkan pemandangan yang tidak sedap dipandang. Terkadang bekas reruntuhan apabila tidak segera  dibersihkan akan mengganggu aktivitas masyarakat.

Itulah beberapa dampak yang bisa ditimbulkan dari terjadinya gempa bumi runtuhan. Gempa bumi runtuhan memang tidak menimbulkan banyak dampak , terutama tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Contoh Peristiwa Gempa Bumi Runtuhan

Gempa bumi runtuhan merupakan gempa bumi yang jarang terjadi. Namun meski demikian pernah juga terjadi gempa runtuhan terbesar di dunia dab tercatat sebagai gempa terbesar kedua sepanjang sejarah kehidupan di Bumi. Gempa ini kebetulan sekali terjadi di Indonesia, tepatnay di Sumatera Utara. Gempa  ini tercatat sebagai gempa terkuat kedua setelah yang memusnahkan populasi dinoasurus di Bumi. Gempa runtuhan ini terjadi sekitar 450.000 tahun yang lalu. Gempa ini terjadi dengan kekuatan antara 7-9 MSR (Mega Skala Richter). Gempa ini terjadi katena adanya aktivitas tektonik yang tidak stabil yang mengakibatkan tersisanya lubang besar di bawah permukaan Bumi. Karena tanah di permukaan tidak kuat untuk menopang lubang besar tersebut akibatnya tanah di sekitarnya amblas dan menyebabkan gempa runtuhan. Akibat peristiwa ini maka terbentuklah danau Toba yang awalnya cekungan besar yang terisi oleh air hujan yang tidak dapat terserap oleh tanah.

Nah itulah beberapa penjelasan mengenai gempa bumi runtuhan beserta contoh satu gempa bumi runtuhan yang tercatat sebagai gempa terbesar kedua sepanjang riwayat planet Bumi. Semoga penjelasan ini bermanfaat untuk kita semua.