Sponsors Link

Hubungan Antara Awan dan Cuaca

Sponsors Link

Cuaca adalah kondisi temperatur udara yang terjadi sementara pada wilayah tertentu dan sewaktu waktu bisa berubah ubah secara mendadak. Awan mempengaruhi pergerakan cuaca disebuah wilayah dengan wilayah lainnya. Dengan melihat kondisi awan kita dapat mengetahui dan memprediksi dengan akurat tentang apa, kapan dan bagaimana cuaca akan terjadi hari ini, besok, lusa bahkan minggu depan.     

Sponsors Link

Berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis awan dan hubungan antara awan dan cuaca :     

1. Awan Kumulus

Mempunyai bentuk bergerombol, bergelombang, bergumpal dan menggumpal seperti brokoli. Awan Kumulus terlihat cerah, putih terang dan menyilaukan mata jika dilihat dari jendela pesawat. karena awan ini sangat cerah dan terik maka  hawa panas sampai terasa  ke lapisan atmosfer bumi dan terjadilah air memuai keatas hingga membentuk titik titik air. Ketika awan telah berubah kusam dan gelap maka terjadilah hujan yang di ikuti petir menggelegar dan angin kencang. Kondisi inilah yang diduga banyak mencelakai pesawat hingga jatuh.

2. Awan Sirus

Mempunyai bentuk unik garis garis putih yang berulir ulir seperti urat pada kayu. Awan Sirus terlihat cerah tapi perlahan akan berubah menjadi gelap mendung tetapi uniknya tidak akan terjadi turun hujan. Letak awan ini diatas awan kumulus dan dikenal sebagai awan raja karena menduduki tempat yang tertinggi diantara awan-awan yang lain.

3. Awan Nimbostrutus

Mempunyai bentuk cantik bergaris-garis dengan tumpang tindih mirip tumpukan buku. Awan Nimbostrutus terlihat cerah tapi mendadak menjadi mendung dan mengakibatkan proses terjadinya hujan dengan cepat tetapi dengan ukuran kecil namun berlangsung selama berjam jam, Kondisi ini bisa menyebabkan banjir.

4. Awan Strutus

Mempunyai bentuk seperti kue lapis legit  berlapis lapis dengan ukuran yang luas membentang. Awan Strutus adalah awan yang paling dekat dan mudah untuk dilihat dari bumi dan akan jelas terlihat ketika kita berada ditempat yang tinggi seperti diatas menara, gedung bertingkat dan sebagainya. Awan ini berwarna keabu abuan, jika berubah menjadi abu abu yang keruh maka akan turun gerimis.

5. Awan Sirostrutus

Mempunyai bentuk paling unik karena penggabungan antara Awan Sirus dengan awan Strutus. Awan Sirostrutus adalah awan yang umum diketahui manusia karena mempunyai karakter mendung beberapa menit lalu turun hujan dengan ukuran sedang dan tidak berlangsung terlalu lama.

6. Awan Kumulonimbus

Mempunyai bentuk bergumpal membulat dan mengelompok indah sekilas seperti bentuk bola. Awan Kumulonimbus adalah awan yang memyebabkan hujan turun lebat atau sedang dengan tiba tiba tanpa memberi tanda mendung dan akan berakhir atau berhenti dengan tiba tiba pula.        

Faktor manusia yang mempengaruhi kondisi cuaca

Berikut adalah penjelasan dari faktor manusia juga mempengaruhi kondisi cuaca :

  • Apapun jenis awannya terkadang masih meleset diluar prediksi manusia yang awalnya dinilai akurat. Perubahan suhu udara  yang disebabkan oleh pemanasan global sering menjadi penyebab sesuatu yang sudah dianggap akan terjadi menjadi berubah tiba tiba.
  • Suhu udara menjadi meningkat yang dikarenakan faktor manusia juga memicu perubahan cuaca yang awalnya sudah diprediksi, misalnya adanya pembakaran sampah besar besaran atau terjadinya hutan luas yang terbakar. Asap yang dihasilkan dari pembakaran dalam bentuk yang besar itu secara tidak langsung membuat dampak akibat kerusakan hutan suhu wilayah disekitarnya menjadi lebih panas dan penuh dengan radikal bebas.
  • Suhu yang terlalu kotor dan panas mempercepat  proses terjadinya pembentukan awan yang hitam tebal dan nyaris merata dan akhirnya terjadilah hujan lebat atau bahkan tidak turun hujan sama sekali. Prediksi alami menjadi kacau dan sulit untuk diterka.
Sponsors Link

Pembagian Cuaca

Cuaca dibagi menjadi beberapa golongan dan biasanya disesuaikan dengan letak geografis negara masing masing. Di Indonesia kita kenal ada 7 macam cuaca yang umum terjadi :

  • Cuaca cerah berawan – Matahari bersinar dengan terang tapi terhalang oleh awan mendung namun tidak turun hujan. kondisi kulit tidak terasa terbakar.     
  • Cuaca Cerah atau panas – Matahari bersinar dengan kuat dan terang hingga kulit terasa terbakar dan suhu bumi meningkat tajam membuat kita mudah lelah dan berkeringat.
  • Cuaca sejuk – Iklim di Indonesia tidak ada udara dingin yang ada adalah sejuk. Konotasi kata dingin hanya cocok digunakan pada negara yang turun salju karena suhu disana minus dibawaah nol atau sebutan untuk es. Di Indonesia Ketika udara sejuk matahari bersinar cerah tapi dihalangi awan, sedang mendung atau memang berada pada wilayah pegunungan.
  • Cuaca Kemarau atau kering – Matahari bersinar dengan kuat tanpa ada hujan yang turun. kondisi kering, banyak debu dan radikal bebas. Cuaca kemarau selalu diiringi kondisi tanaman yang kering dan mati serta suhu udara meningkat tajam.
  • Cuaca Berawan – Matahari nampak tidak begitu kuat memancarkan sinarnya, tetapi ada gumpalan awan hitam diangkasa, kemungkinan akan turun hujan
  • Cuaca lembab atau musim hujan – Hujan yang turun terus menerus turun akan mengakibatkan suhu menjadi lembab dan sejuk, tetapi keuntungan dari musim hujan adalah jalan dan sekitarnya terbebas dari debu yang berterbangan, sedikit banyak mengurangi tingkat radikal bebas yang terdapat pada debu.
  • Cuaca Kombinasi – Cuaca kombinasi adalah gabungan dua cuaca sekaligus yang menyebabkan dua cuaca terjadi dalam satu hari contohnya  siang hari cuaca cerah dan panas tetapi pada sore hari berubah menjadi hujan lebat.

Hal hal yang dapat memperbaiki cuaca buruk

Sponsors Link

Berikut adalah hal-hal yang dapat memperbaiki cuaca agar menjadi lebih baik :

  • Memperkecil terjadinya penyebab pemanasan global yang memberikan dampak agar tidak suhu bumi tidak semakin panas dan kering dengan diadakan penghijauan dimana mana yaitu menanam tanaman yang bisa tumbuh ratusan tahun yang bisa menyerap radikal bebas, yang dapat menyerap air berlebih ketika hujan lebat dan dapat memberikan peningkatan oksigen, maka dari itu tumbuhan bisa menjadi paru paru bumi.
  • Pemakaian tehknologi yang tak terbatas dan semakin maju setiap tahunnya juga mempengaruhi keadaan cuaca. Efek negatif dari radiasi radioktif yang dilepaskan semua elektronik canggih mampu merusak ozon  menjadi berlubang yang makin hari semakin besar dan lapisan atmosfer menjadi menipis.
  • Tanpa adanya lapisan ozon yang kuat dan lapisan atmosfer yang utuh  maka cahaya matahari yang masuk kebumi tidak akan mampu tersaring dengan optimal. Efeknya bumi menjadi terasa lebih lembab, panas dan kurang oksigen serta mudah menyebabkan proses terjadinya efek rumah kaca.Kondisi ini sudah dapat dirasakan oleh seluruh penghuni bumi. Jika perbaikan penghijauan tidak segera dilakukan maka seratus tahun kedepan bumi akan terasa seperti api dan oksigen sudah berbaur dengan zat karbondioksida  atau zat berbahaya lainnya.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Tuesday 15th, December 2015 / 08:48 Oleh :
Kategori : Meteorologi