Proses memahami Ilmu geologi tidak dapat terlepas dari pemahaman tentang konsep dan hukum yang terdapat di dalam ilmu geologi. Hal tersebut merupakan dasar dalam mempelajari ilmu geologi agar lebih mudah memahaminya. Adapun konsep yang perlu diketahui sebelum mempelajari ilmu geologi lebih mendalam yaitu tentang konsep susunan, aturan dan hubungan antar batuan dalam ruang dan waktu, di mana ruang yang dicakup merupakan tempat batuan tersebut terbentuk dan waktu adalah lama tidaknya batuan itu terbentuk berdasarkan skala waktu geologi yang ada.
Hukum dan konsep geologi yang menjadi acuan dalam geologi antara lain adalah konsep Doktri Uniformitarianisme digagas oleh James Hutton, Hukum Superposisi oleh Steno, konsep Keselarasan (Conformity) dan Ketidakselarasan (Unconformity), konsep Transgresi-regresi, hukum potong memotong (cross cutting relationship), dan lainnya.
Pengertian Stratigrafi
Stratigrafi merupakan studi mengenai sejarah, komposisi dan umur relatif serta distribusi perlapisan tanah dan interpretasi lapisan-lapisan batuan untuk menjelaskan sejarah planet bumi. Studi ini merupakan cabang geologi yang sering disebut sebagai quee of geology. Studi ini juga muncul di Britania Raya pada abad ke 19 yang digagas oleh William Smith. Ilmu tersebut dilatar belakangi dari pengamatan pada beberapa lapisan tanah yang muncul dengan urutan yang sama (superposisi). Pada saat itu diambil kesimpulan bahwa lapisan tanah yang terendah merupakan lapisan tertua dengan beberapa pengecualian.
Stratigrafi merupakan ilmu mengenai strata atau stratum yang di dalamnya terdapat suatu lapisan batuan, dibedakan dari strata lain yang terletak di atas atau di bawahnya. William Smith mendapakan julukan sebagai “Bapak Stratigrafi” merupakan orang pertama yang menyadari adanya fosil yang terkandung di dalam sedimen. Lebih detailnya stratigrafi membahas tentang penggolongan strata berdasarkan fosil yang terdapat di dalamnya. Jadi pengertian stratigrafi merupakan suatu ilmu yang mempelajari lapisan-lapisan batuan serta hubungan lapisan batuan tersebut dengan lapisan batuan yang lainnya dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi mengenai sejarah bumi.
Di dalam stratigrafi juga terdapat prinsip-prinsip dasar yaitu prinsip superposisi (Steno, 1669), hukum dasar asal (original horizontality), Azas Pemotongan (cross cutting), prinsip kesinambungan lateral (continuity). Selain itu di dalam stratigrafi terdapat konsep Keselarasan dan Ketidakselarasan (conformity and unconformity).
1. Keselarasan (conformity)
Keselarasan (conformity) merupakan hubungan antara satu lapis batuan dengan lapis batuan lainnya di atas atau di bawahnya yang bersifat kontinyu (terus-menerus), tidak terdapat selang waktu pengendapan atau sedimentasi. Secara umum jika di lapangan dapat ditunjukkan dengan kedudukan lapisan (strike/dip) yang sama atau hampir sama.
2. Ketidakselarasan (Unconformity)
Ketidakselarasan adalah hubungan antara satu lapis batuan dengan lapis batuan lainnya (batas atas atau batas bawah) yang tidak kontinyu (tidak menerus). Hal tersebut disebabkan oleh adanya rongga atau ruang saat pengendapan. Dalam ilmu geologi dikenal 3 jenis ketidakselarasan:
Berikut ini merupakan hal-hal yang menyebabkan ketidakselarasan (unconformity):
Bedding sendiri adalah struktur berlapis, struktur ini merupakan ciri khas batuan sedimen yang memperlihatkan susunan berlapis-lapis pada batuan sedimen dengan ketebalan setiap lapisan kurang dari 1 cm. Gambaran bentuk ketidakselarasan pada lapisan sedimen ditandai dengan struktur berlapis (beds) pada bagian paling bawah lebih berlipat daripada lipatan di atasnya yang berbentuk horizontal pula.
Struktur lapisan batuan pada bagian atas berada di atas permukaan erosi pada bagian lapisan batuan yang lebih tua.
Lapisan batuan bagian bawah yang termasuk pada bagian atas mengandung kerikil dari bagian lapisan batuan yang lebih tua.
Batuan yang lebih tua menunjukan lipatan dan patahan atau metamorfisme.
Vein yaitu suatu lapisan, endapan dari bahan galian atau batuan yang mengandung biji berbentuk tidak teratur dan berbeda dengan formasi batuan pada sekelilingnya. Gambaran ketidakselarasan kali ini adalah dike atau dalam istilah geologi adalah lembaran batuan yang terbentuk di rekahan pada tubuh batuan yang sudah ada terdapat jarak yang tidak terlalu jauh serta terdapat vein yang muncul di batuan yang tua.
Batuan beku intrusif atau batuan plutonik yang bersinggungan dengan lapisan batuan sedimen tidak terlihat adanya dampak pada masing-masing lapisan dan tidak lama setelahnya terjadi erosi dilapisan batuan bagian atas.
Itulah tadi penjelasan mengenai Konsep Keselarasan dan Ketidakselarasan. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan Anda.
Siapa sangka ternyata negara Indonesia memiliki sejarah tentang letusan gunung berapi cukup banyak. Diketahui jika…
Hampir sebagian besar gunung berapi yang ada di dunia pernah mengalami erupsi atau letusan. Setiap…
Negara Indonesia merupakan negara iklim tropis dan hanya memiliki dua musim saja, yakni musim kemarau…
Gunung merupakan sebuah daerah yang sangat menonjol dibandingkan dengan sekitarnya dan dapat mencapai tinggi lebih…
Gunung memiliki keindahan dan pesonanya tersendiri terutama bagi para pecinta alam. Namun siapa sangka dibalik…
Nusa Tenggara Timur merupakan sebuah provinsi di negara Indonesia yang memiliki keindahan alam yang sangat…