Biogeografi

7 Hewan Endemik Papua yang Perlu Diketahui

Papua merupakan salah satu pulau terbesar yang berada di negara Indonesia. Di pulau ini juga ditemukan beragam jenis tumbuhan dan hewan yang masuk sebagai jenis endemik. Endemik sendiri merupakan tumbuhan dan hewan yang hanya ada di suatu daerah geografis tertentu dan tidak dapat ditemukan di wilayah lainnya.

Berbicara tentang hewan endemik Papua, secara umum hewan-hewan di pulau tersebut memiliki kesamaan dengan hewan-hewan yang berada di Australia dan New Zealand. Di Indonesia sendiri pembagian jenis fauna terbagi berdasarkan oleh garis Weber.

Lalu apa saja hewan endemik Papua yang perlu diketahui? Berikut daftarnya!

1. Burung Cendrawasih Merah

Hampir semua orang tentu sudah tidak asing dengan burung khas Papua ini. Burung cendrawasih merah atau bisa juga disebut sebagai burung surga ini terkenal karena bulunya yang berwarna merah dengan corak hijau, kuning, dan hitam pada bagian kepala.

Burung yang mempunyai nama latin Paradisaea rubra ini termasuk burung berukuran sedang dengan panjang tubuh sekitar 33 cm. Cendrawasih merah banyak ditemukan pada dataran paling tinggi dengan kondisi hutan yang cukup lebat.

Burung ini hidup secara berkelompok terutama dalam hal mencari makanan hingga bermain. Keunikan dari burung cendrawasih merah yakni, apabila salah satu di antara mereka terpisah dari kelompoknya, burung tersebut akan mengeluarkan suara untuk memanggil teman-temannya.

Burung jantanlah yang memiliki ekor yang indah dan ini digunakan untuk menarik perhatian burung betina. Ketika musim kawin tiba, burung jantan akan memamerkan bulunya yang indah dengan melakukan tarian-tarian dan mengeluarkan suara seperti nyayian saat berada di atas pohon.

2. Burung Mambruk Victoria

Burung mambruk victoria (Goura victoria) termasuk sebagai salah satu jenis burung dara mahkota dan jenis terbesar di antara burung merpati. Mambruk victoria memiliki panjang tubuh sekitar 74 cm dengan ciri khas bulu berwarna biru keabu-abuan.

Terdapat jambul seperti kipas dengan ujung putih di atas kepalanya. Di bagian dada terdapat bulu berwarna merah keunguan, dan garis tebal berwarna abu-abu di bagian sayap dan ujung ekornya.

Burung ini banyak ditemukan pada dataran rendah, hutan rawa, hingga hutan sahu di Papua. Mereka memilih dahan pohon untuk dijadikan tempat membuat sarang yang biasanya terbuat dari ranting-ranting dan dedaunan.

3. Kanguru Pohon Mantel Emas

Tanah Papua juga memiliki hewan mamalia berkantung seperti yang terdapat di Australia yakni kanguru pohon mantel emas (Dendrolagus pulcherrimus). Ciri khas dari hewan ini yaitu memiliki rambut halus berwarna coklat muda di sekujur tubuhnya. Berekor panjang dengan motif lingkaran seperti cincin dengan warna cerah.

Terdapat bulu berwarna kuning keemasan yang menghiasi bagian leher, pipi dan kakinya. Hal inilah yang membuat kanguru pohon mendapat julukan mantel emas.

Keberadaan kanguru pohon mantel emas ini baru diketahui publik di tahun 1990 oleh Pavel German di Gunung Sapau, Pegunungan Torricelli. Pendapat lain menyebutkan jika hewan ini telah ditemukan pada pertengahan tahun 1980an oleh Prof. Tim Frannery seorang ahli mamalia dari Australia.

4. Hiu Karpet Berbintik

Kepulauan Raja Ampat merupakan salah satu kepulauan yang masih menjadi bagian dari wilayah Papua. Kepulauan ini terkenal dengan keindahan bawah lautnya dan juga hewan-hewan yang hanya bisa ditemukan di perairan Papua, salah satunya hiu karpet berbintik.

Berbeda dengan ikan hiu pada umumnya, hiu karpet berbintik memiliki panjang tubuh sekitar 46 cm dan tidak agrasif. Hiu ini termasuk jenis hewan nokturnal atau aktif di malam hari dan banyak ditemukan di sekitar batuan karang.

Hiu karpet berbintik mempunyai keunikan yakni dapat berjalan di atas terumbu karang dengan menggunakan siripnya. Keunikan lainnya yakni mampu bertahan di lingkungan dengan kadar oksigen yang cukup rendah.

Menurut para ilmuwan ada sekitar sembilan spesies hiu karpet berbintik yang telah ditemukan di sekitar perairan Papua. Namun ada sekitar 3 spesies yang masuk ke dalam daftar merah IUCN.

5. Burung Kasuari Gelambir Tunggal

Dapat dikatakan jika burung kasuari ini termasuk jenis burung berukuran besar di dunia namun tidak dapat terbang dan hanya ditemukan di bagian utara Papua. Persebarannya mulai dari daerah rawa pesisir dan hutan hujan dataran rendah tepatnya di ketinggian 490 m.

Burung kasuari mempunyai bulu berwarna hitam yang cukup keras dan kaku, kulit tubuhnya berwarna biru dan paruh mirip seperti jengger di bagian kepala. Pada bagian leher terdapat gelambir dengan warna merah ataupun kuning yang cukup cerah.

Sekitas tidak ada perbedaan fisik antara kasuari jantang dan betina, namun berat badan kasuari jantan lebih ringan 30-37 kg daripada betina yakni 58 kg. Burung ini hidup sendiri dan akan berpasangan jika waktu musim kawin tiba. Uniknya hanya burung jantan saja yang mengerami dan membesarkan anaknya.

6. Kura-Kura Reimani

Kura-kura reimani termasuk jenis kura-kura yang amat unik yakni memiliki leher yang panjang. Tidak heran jika kura-kura reimani dikenal juga dengan sebutan kura-kura kepala ular.

Meskipun begitu, kura-kura reimani tidak dapat menarik lehernya masuk ke dalam tempurung untuk disembunyikan seperi kura-kura pada umumnya. Kura-kura ini juga termasuk ke dalam jenis kura-kura air tawar dengan makanan utamanya berupa ikan, serangga, hingga tanaman.

Ciri fisik dari kura-kura reimani yakni kulit yang kasar, berwarna keabu-abuan dan bagian atas berwarna coklat serta sedikit berwarna kuning di bagian bawah tubuh. Karapaks atau tempurungnya sangat keras namun halus dan sedikit lebih datar jika dibandingkan dengan dengan beberapa jenis kura-kura lainnya.

7. Landak Irian

Landak irian (Zaglossus bruijnii) termasuk mamalia namun dapat bertelur. Sama seperti landak pada umumnya, hewan ini mempunyai duri yang cukup panjang berwarna kehitaman.

Moncongnya cukup panjang yang berfungsi sebagai indra penciuman untuk melacak bau makanan seperti rayap dan semut serta mengetahui kehadiran predator. Landak irian termasuk hewan yang unik, mereka tergolong mamalia namun berkembangbiak secara bertelur.

Ketika telur menetas, bayi landak akan menyusu kepada induknya seperti yang dilakukan oleh mamalia pada umumnya. Landak irian termasuk hewan berdarah panas namun suhu tubuhnya lebih rendah daripada mamalia lainnya yakni 30-32 derajat celcius.

Recent Posts

5 Letusan Gunung Berapi Paling Dahsyat Di Indonesia

Siapa sangka ternyata negara Indonesia memiliki sejarah tentang letusan gunung berapi cukup banyak. Diketahui jika…

4 months ago

6 Letusan Gunung Berapi Paling Dahsyat Di Dunia

Hampir sebagian besar gunung berapi yang ada di dunia pernah mengalami  erupsi atau letusan. Setiap…

4 months ago

4 Gunung Indonesia Yang Bersalju

Negara Indonesia merupakan negara iklim tropis dan hanya memiliki dua musim saja, yakni musim kemarau…

4 months ago

5 Gunung Yang Ada Di Tengah Laut

Gunung merupakan sebuah daerah yang sangat menonjol dibandingkan dengan sekitarnya dan dapat mencapai tinggi lebih…

4 months ago

9 Gunung Paling Angker di Indonesia

Gunung memiliki keindahan dan pesonanya tersendiri terutama bagi para pecinta alam. Namun siapa sangka dibalik…

4 months ago

Kenapa Warna Air Danau Kelimutu Berubah-Ubah?

Nusa Tenggara Timur merupakan sebuah provinsi di negara Indonesia yang memiliki keindahan alam yang sangat…

4 months ago